Connect with us

Berita

Cumi-Cumi Super Langka Ditemukan di Palung Tonga Samudra Pasifik

Tim ilmuwan University of Western Australia berhasil merekam penampakan cumi-cumi super langka di kedalaman Palung Tonga.

Adinda

Published

on

Cumi cumi Super Langka Ditemukan di Dasar Samudra Pasifik
Cumi-cumi Super Langka Ditemukan di Dasar Samudra Pasifik | Gambar : Dok. oceanexplorer.noaa.gov

MPN Indonesia 1 Oktober 2024 - Tim ilmuwan dari University of Western Australia berhasil merekam penampakan seekor cumi-cumi super langka di kedalaman Palung Tonga, yang terletak di Samudra Pasifik Selatan.

Cumi-cumi yang ditemukan merupakan spesies cumi-cumi sirip besar atau bigfin squid (Magnapinna).

Penemuan ini menarik perhatian dunia ilmiah, mengingat cumi-cumi tersebut termasuk salah satu hewan laut dalam yang sangat jarang terlihat.

Direkam di Kedalaman 3.300 Meter

Pada penemuan terbaru ini, cumi-cumi tersebut direkam pada kedalaman 3.300 meter di dasar laut.

Para ilmuwan dari Deep Sea Research Centre di University of Western Australia menemukan hewan langka ini secara tidak sengaja ketika sedang melakukan eksplorasi di wilayah Palung Tonga.

Profesor Alan Jamieson, seorang ilmuwan laut dalam yang memimpin penelitian, menyatakan bahwa mereka memang selalu berharap dapat menemukan spesies seperti Magnapinna, meskipun biasanya hal itu terjadi secara kebetulan.

“Cumi-cumi sirip besar bukanlah sesuatu yang Anda cari secara aktif, mereka adalah spesies yang bergantung pada kita yang menemukannya secara tidak sengaja,” kata Jamieson, dikutip dari Live Science.

Menurut Jamieson, pada saat cumi-cumi tersebut ditemukan, hewan itu tampak berenang perlahan di dasar laut.

Peneliti menduga cumi-cumi tersebut mungkin sedang mencari makanan atau mencoba untuk makan.

Dengan sirip besarnya yang khas, Magnapinna terlihat bergerak perlahan di sepanjang dasar laut sebelum akhirnya berhenti dan menggerakkan siripnya.

Magnapinna Hidup di Kedalaman 6.100 Meter

Cumi-cumi sirip besar, atau yang dikenal dengan nama ilmiah Magnapinna, adalah jenis sefalopoda, yang termasuk dalam kelompok yang sama dengan gurita dan sotong.

Baca Juga:  Fenomena Puasa Singkat di Murmansk Rusia, Hanya Berlangsung Sekitar Satu Jam

Penampakan hewan ini sangat jarang terjadi, dengan hanya sekitar selusin rekaman yang berhasil diabadikan oleh para ilmuwan terdahulu hingga saat ini.

Spesies ini dikenal mampu bertahan hidup di kedalaman yang ekstrem, lebih dari 6.100 meter di bawah permukaan laut.

Magnapinna Berbeda dengan Cumi pada Umumnya

Cumi-cumi sirip besar memiliki ciri-ciri fisik yang sangat berbeda dari cumi-cumi pada umumnya.

Para peneliti memperkirakan bahwa tubuh cumi-cumi tersebut memiliki panjang sekitar 20 hingga 30 cm.

Namun, keunikan utamanya terletak pada lengan tentakelnya yang dapat tumbuh beberapa kali lipat lebih panjang dari tubuhnya sendiri.

Secara keseluruhan, cumi-cumi sirip besar ini dapat mencapai panjang hingga 8 meter.

Lengan tentakel yang sangat panjang ini kemungkinan besar digunakan oleh cumi-cumi untuk menangkap mangsa di kedalaman laut yang gelap.

Spesies ini memang lebih sering ditemukan di laut dalam, yang menjadi habitat utamanya.

Meskipun demikian, informasi yang dimiliki para ilmuwan mengenai Magnapinna masih sangat terbatas, sehingga penemuan ini memberikan peluang penting untuk penelitian lebih lanjut.

Journalism graduate with a passion for media and technology. With experience in SEO writing, shares insights on the latest trends and developments in the digital world.

Trending