Connect with us

Internasional

Bill Gates Ogah Meninggal sebagai Orang Kaya, bakal Sumbang 99% Hartanya

Bill Gates menyatakan tidak ingin dikenang sebagai orang kaya saat meninggal dunia.

Logompn

Published

on

Mpnbagas(1250 x 849 px) mpn 2025 05 10t094402.612
Bill Gates | Gambar: Reuters

MPN Indonesia 10 Mei 2025 - Pendiri Microsoft, Bill Gates menyatakan bahwa dirinya tidak ingin dikenang sebagai orang kaya saat meninggal dunia.

Oleh sebab itu, Gates menyebut akan menyumbangkan 99% dari total kekayaannya melalui Gates Foundation.

“Orang-orang akan mengatakan banyak hal tentang saya ketika saya meninggal, tetapi saya bertekad bahwa ‘dia meninggal sebagai orang kaya’ tidak akan menjadi salah satunya,” ujar Gates melalui website pribadinya.

Sumbangkan Harta Kekayaannya

Keputusan ini diambil Gates dengan mempertimbangkan urgensi berbagai masalah global seperti kemiskinan, penyakit menular, dan kematian akibat penyebab yang bisa dicegah.

Gates berkomitmen untuk mempercepat laju pemberian amal melalui Gates Foundation, yang telah berdiri sejak tahun 2000.

Dikutip MPN Indonesia dari MalayMail, Gates yang saat ini berusia 69 tahun dan memiliki kekayaan bersih sekitar USD108 miliar, menyatakan yayasannya telah mendistribusikan dana sebesar USD100 miliar sejauh ini.

Ia memperkirakan bahwa dalam dua dekade ke depan, yayasan tersebut akan menyalurkan sekitar USD200 miliar lagi untuk proyek-proyek kemanusiaan dan kesehatan global.

Gates menyampaikan bahwa langkah ini bertujuan untuk menyelesaikan permasalahan dengan cara yang lebih efektif ketimbang menjaga keberlangsungan yayasan untuk jangka panjang.

Percepatan Filantropi

Keputusan Gates untuk mempercepat filantropi ini juga menandai perubahan strategi besar dari rencana awal bersama Melinda French Gates, yang sebelumnya ingin agar yayasan terus beroperasi selama beberapa dekade setelah kematian mereka.

Kini, Gates Foundation dijadwalkan berhenti beroperasi pada 31 Desember 2045.

“Kami bisa mengeluarkan dana jauh lebih banyak jika tidak mencoba untuk bertahan selamanya, dan saya tahu bahwa pengeluaran tersebut akan sesuai dengan nilai-nilai saya,” ujar Gates dalam wawancara dengan BBC.

Gates juga menyebut esai The Gospel of Wealth karya Andrew Carnegie sebagai inspirasi moral dalam keputusannya.

Baca Juga:  Prabowo Minta Izin dan Dukungan 5 Negara Ini untuk Evakuasi 1.000 Warga Gaza

Dalam esai tersebut, Carnegie menulis, “Orang yang meninggal dalam keadaan kaya adalah orang yang tidak bermartabat” sebuah kutipan yang juga dimuat Gates dalam pernyataan resminya.

Kontroversi Gates Foundation

Gates menyampaikan bahwa yayasan akan memprioritaskan tiga tujuan besar, yaitu menghilangkan penyakit yang dapat dicegah dan menyebabkan kematian ibu serta anak, memberantas penyakit menular seperti malaria dan campak, serta mengentaskan kemiskinan yang mempengaruhi ratusan juta orang.

Yayasan ini akan mengandalkan endowmen yang ada untuk membiayai misi-misi tersebut.

Namun, Gates Foundation juga menghadapi kritik. Beberapa pihak menilai yayasan ini memiliki pengaruh terlalu besar dalam sistem kesehatan global dan tidak memiliki akuntabilitas yang memadai.

Selain itu, Gates pribadi sempat menjadi sasaran teori konspirasi selama pandemi Covid-19.

Minta Tokoh Lain Beri Kontribusi Serupa

Dengan menyatakan akan mengakhiri yayasan setelah seluruh dana tersalurkan, Gates sekaligus mendorong tokoh dan figur publik lain untuk mempertimbangkan percepatan kontribusi mereka.

“Saya harap orang-orang kaya lainnya mempertimbangkan seberapa besar mereka bisa mempercepat kemajuan bagi masyarakat miskin dunia jika mereka meningkatkan kecepatan dan skala pemberian mereka,” tulis Gates.

Sejak berdiri, Gates Foundation telah mendukung berbagai inisiatif global seperti Gavi dan Global Fund to Fight AIDS, Tuberculosis and Malaria, serta menyelamatkan jutaan nyawa melalui program vaksinasi dan kesehatan masyarakat lainnya.

Dengan langkah ini, Gates berharap sumber daya besar yang dimilikinya dapat memberikan dampak langsung sebelum ia meninggal, tanpa meninggalkan jejak sebagai orang terkaya di dunia.

(ADN/NID/RAD)

Trending