Connect with us

Politik

Prabowo Minta Izin dan Dukungan 5 Negara Ini untuk Evakuasi 1.000 Warga Gaza

Prabowo memulai lawatan diplomatik ke lima negara di Timur Tengah untuk meminta dukungan lakukan evakuasi warga Gaza.

Arthur

Published

on

Mpnbagas(1250 x 849 px) mpn 2025 04 10t085958.269
Presiden Prabowo Subianto saat konferensi pers di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, Rabu (9/4) | Gambar: BPMI Setpres

MPN Indonesia 10 April 2025 - Presiden Prabowo Subianto memulai lawatan diplomatik ke lima negara di Timur Tengah, yakni Uni Emirat Arab, Turki, Mesir, Qatar, dan Yordania .

Kunjungan itu dilakukan untuk meminta izin dan dukungan dalam pelaksanaan rencana evakuasi terhadap 1.000 warga Gaza.

Dalam rombongan tersebut turut serta Menteri Luar Negeri Sugiono dan Sekretaris Kabinet Letkol TNI Teddy Indra Wijaya.

“Kami siap evakuasi mereka yang luka-luka, mereka yang kena trauma, anak-anak yatim piatu, siapa pun boleh,” ucap Prabowo saat konferensi pers di Pangkalan TNI AU, Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Rabu (9/4), dikutip MPN Indonesia dari YouTube Sekretariat Presiden. 

Respons atas Desakan Global

Prabowo mengatakan rencananya itu akan dijalankan jika ia mendapat lampu hijau dari semua pihak, termasuk negara-negara yang saat ini aktif membantu Gaza.

“Syaratnya adalah semua pihak harus menyetujui hal ini,” tegas Prabowo.

Inisiatif ini diambil sebagai tanggapan atas dorongan dari komunitas internasional yang menilai Indonesia memiliki posisi strategis dalam konflik ini.

Mengingat status Indonesia sebagai negara non-blok dan negara dengan populasi muslim terbesar di dunia.

Prabowo menyatakan bahwa Indonesia siap memainkan peran lebih aktif jika diminta semua pihak, sesuai dengan kapasitas dan kemampuan nasional.

“Indonesia dianggap bisa diterima oleh semua pihak yang bertikai. Saya kira, posisi ini membuat kita memang memiliki tanggung jawab,” katanya.

Kerap Dapat Telepon dan Utusan dari Luar

Prabowo menyampaikan bahwa ia secara langsung ingin berkonsultasi dengan para pemimpin negara yang dikunjungi untuk mendapatkan dukungan atas rencana ini.

Ia mengungkapkan bahwa pemerintah Indonesia kerap menerima utusan dan panggilan telepon dari berbagai pihak yang menanyakan kesiapan Indonesia dalam membantu Gaza.

Baca Juga:  Israel Menarik Diri dari Perjanjian UNRWA yang Atur Bantuan bagi Pengungsi Palestina

Situasi yang disebut Prabowo sebagai “tidak ringan” ini memerlukan pendekatan diplomasi langsung untuk memastikan koordinasi yang tepat.

“Ini sesuatu yang rumit, yang tidak ringan, tetapi komitmen Indonesia dalam mendukung keselamatan rakyat Palestina, mendukung kemerdekaan Palestina, saya kira mendorong Pemerintah Indonesia untuk berperan lebih aktif,” kata Prabowo.

(AKM/NID/RAD)

Trending