Connect with us

Viral

Cucu Dianiaya dan Diceburkan ke Sungai, Nenek di Palembang Tempuh Jalur Hukum

Seorang siswa SMP di Palembang jadi korban bullying dan diceburkan ke sungai oleh sekelompok remaja.

Logompn

Published

on

Cucu dianiaya dan diceburkan ke sungai, nenek di palembang tempuh jalur hukum
Siswa SMP di Palembang jadi korban bullying hingga diceburkan ke sungai. Gambar: Kolase Tangkapan Layar Instagram/@jakarta.keras

MPN Indonesia 26 Mei 2025 - Seorang nenek bernama Suwarni (65) di Palembang, Sumatera Selatan, melaporkan kasus dugaan bullying terhadap cucunya, TRR (13), siswa SMP, ke Polrestabes Palembang pada Selasa (20/5).

Insiden tersebut terjadi pada Minggu (18/5) sekitar pukul 16.00 WIB di jembatan Jalan Terusan, Kelurahan 15 Ulu, Kecamatan Jakabaring.

TRR diduga menjadi korban perundungan oleh sekelompok remaja hingga diceburkan ke sungai.

Laporan dibuat setelah Suwarni mengetahui dari sebuah video bahwa cucunya bukan hanya didorong oleh temannya, melainkan dianiaya secara berkelompok.

Dalam video itu, TRR terlihat ditarik dan diceburkan ke sungai, serta tampak terduduk kedinginan dengan tubuh basah dan batuk-batuk.

“Tak bisa ngomong lagi saya, ini cucu yang saya ikut besarkan dari lahir. Susah, dia dari bayi sakit-sakitan malah diceburkan seperti itu, bagaimana kalau dia kenapa-kenapa,” ujarnya, dikutip MPN Indonesia melalui unggahan Instagram @jakarta.keras pada Senin (26/5).

Pihak keluarga menolak jalan damai dan menuntut proses hukum.

“Kami mau mereka dapat efek jera supaya tidak ada yang jadi korban lagi,” sambung Suwarni.

Kasat Reskrim Polrestabes Palembang, AKBP Andrie Setiawan, menyebut laporan telah diterima dan pihaknya sedang mendalami dugaan pelanggaran Pasal 80 UU 35/2014 jo 76C tentang Kejahatan Perlindungan Anak.

Video Perundungan Viral di Media Sosial

Video kejadian tersebar luas di media sosial dan memperlihatkan TRR yang masih mengenakan seragam SMP lengkap, ditarik oleh beberapa remaja sebelum diceburkan ke sungai.

Dalam potongan video lain, ia tampak terduduk di tepi jalan dengan pakaian basah kuyup dan menangis.

Terdengar suara beberapa remaja lain yang prihatin dan menyatakan akan memviralkan video tersebut.

“Kami viralkan kamu-kamu, lihatlah, kami viralkan ini,” ujar salah satu perekam video.

Baca Juga:  Presiden Prabowo Berencana Bangun Penjara di Pulau Terpencil bagi Koruptor

Pihak kepolisian menanggapi serius laporan ini dan berjanji melakukan penyelidikan lebih lanjut.

Hingga kini, identitas para pelaku masih dalam pendalaman karena korban dan keluarganya tidak mengenal mereka.

(AKM/NID/RAD)

Trending