Connect with us

Teknologi

Huawei hingga Vivo Kompak Kembangkan Teknologi Pengisian Daya UFCS 2.0

UFCS 2.0 resmi diluncurkan, memungkinkan pengisian daya cepat lintas merek Android tanpa aksesori eksklusif.

Logompn

Published

on

Huawei hingga vivo kompak kembangkan teknologi pengisian daya ufcs 2.0
Ilustrasi UFCS 2.0. Gambar: Ilustrasi Canva

MPN Indonesia 26 Mei 2025 - Empat produsen smartphone asal Tiongkok—Huawei, Honor, Oppo, dan Vivo—sepakat mengembangkan protokol pengisian daya cepat terpadu Universal Fast Charging Standard (UFCS) versi 2.0.

Berdasarkan pemantauan MPN Indonesia melalui laman Gizmochina, kesepakatan ini diumumkan dalam acara UFCS Industry Development Conference yang digelar di Shenzhen pada Kamis (22/5).

Standarisasi ini bertujuan menyederhanakan pengalaman pengguna dalam pengisian daya lintas merek, dengan menghadirkan protokol bersama yang tidak tergantung pada aksesori eksklusif tiap produsen.

Versi terbaru UFCS ini memperkenalkan kemampuan pengisian daya 40W tanpa otentikasi, memungkinkan perangkat mengisi daya lebih cepat tanpa perlu koneksi khusus antara kabel dan adapter dari merek yang sama.

Menurut pernyataan dari para perusahaan, UFCS 2.0 mewajibkan fitur PowerChange, yakni penyesuaian daya secara aktif oleh adapter.

Dengan fitur ini, charger secara otomatis mendeteksi dan menyesuaikan output daya sesuai perangkat yang terhubung, tanpa memandang mereknya.

Fitur ini pun dibuat untuk meningkatkan keamanan dan efisiensi, sekaligus mengurangi masalah yang sering muncul saat pakai aksesori pengisian daya dari pihak ketiga.

Pembaruan Teknis UFCS 2.0 dan Implikasinya

Teknologi UFCS pertama kali diperkenalkan pada 2021 oleh Huawei, Oppo, Vivo, dan Xiaomi sebagai kerangka awal pengembangan pengisian daya cepat di ekosistem Android.

Dalam versi 2.0, Huawei dan Oppo, bersama Vivo dan Honor, menambahkan fitur reverse charging yang memungkinkan perangkat saling mengisi daya satu sama lain tanpa batasan merek.

Hal ini menjadi terobosan penting dalam ekosistem pengisian daya yang sebelumnya terkotak-kotak oleh standar eksklusif.

Dengan kemampuan pengisian daya tanpa otentikasi dan fitur reverse charging, UFCS 2.0 mengurangi kebutuhan akan banyak charger berbeda untuk berbagai perangkat Android.

Baca Juga:  Rentan Dihack, Pengguna Android Jangan Asal pakai Wifi!

Oppo dan Vivo, yang selama ini dikenal mengembangkan teknologi pengisian daya eksklusif masing-masing, kini menunjukkan kesediaan untuk bekerja dalam ekosistem terbuka yang lebih efisien.

Namun, sejauh ini belum jelas apakah standar UFCS ini akan meluas ke luar Tiongkok atau diadopsi oleh kompetitor global seperti Samsung atau Apple.

Fragmentasi standar pengisian daya masih menjadi tantangan global, dan kolaborasi Huawei, Oppo, dan Vivo ini menunjukkan potensi solusi di dalam ekosistem Android, khususnya di pasar domestik mereka.

Dengan adanya protokol terpadu ini, pengguna perangkat Android diharapkan dapat menikmati pengalaman pengisian daya yang lebih seragam dan efisien, tanpa tergantung pada aksesori dari satu merek tertentu.

(AKM/NID/RAD)

Trending