Otomotif
Gaikindo Optimis Mobil Hybrid China Berpeluang Besar Sukses di Pasar RI
Gaikindo menyatakan optimis terhadap kesuksesan mobil hybrid asal China di pasar Indonesia.
MPN Indonesia 29 Mei 2025 - Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menyatakan optimisme terhadap potensi kesuksesan mobil hybrid asal China di pasar Indonesia.
Keyakinan ini muncul di tengah meningkatnya minat konsumen terhadap kendaraan ramah lingkungan, meski masih menghadapi keterbatasan dalam infrastruktur pengisian daya.
Menurut Sekretaris Umum Gaikindo, Kukuh Kumara, kehadiran mobil hybrid China menjadi solusi alternatif di tengah transisi menuju kendaraan listrik berbasis baterai (BEV).
Potensi Perkembangan Mobil China di RI
Meski saat ini kontribusi merek China dalam penjualan mobil hybrid di Indonesia masih kurang dari 3 persen, Kukuh melihat potensi pertumbuhan yang besar.
“Selama mereka (merek-merek China) mampu menyediakan kendaraan dengan harga yang terjangkau, dapat diandalkan, serta menawarkan model-model yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat, para konsumen akan mempertimbangkannya,” kata Kukuh, dikutip MPN Indonesia dari Xinhua News.
Gaikindo menilai keunggulan harga dan fitur teknologi menjadi dua aspek utama yang mendorong daya saing mobil hybrid China di pasar domestik.
Kukuh menggarisbawahi bahwa banyak konsumen yang masih ragu beralih ke BEV karena keterbatasan fasilitas pengisian daya.
Di sinilah mobil hybrid, terutama Plug-In Hybrid Electric Vehicle (PHEV), memiliki peran strategis untuk menjembatani kebutuhan tersebut.
Harga Terjangkau
Beberapa model PHEV dari China, seperti SUV Chery dan Jaecoo, dipasarkan dengan harga kurang dari Rp600 juta dan mampu menempuh jarak ribuan kilometer dengan kombinasi bensin dan listrik.
Hal ini menjadikannya lebih ekonomis dibandingkan PHEV dari produsen lain yang bisa mencapai dua kali lipat harga untuk kelas kendaraan yang sama.
Kondisi ini memperkuat posisi mobil hybrid asal China sebagai opsi yang kompetitif di pasar lokal.
Teknologi Lebih Canggih
Bebin Djuana, pengamat otomotif, menyatakan bahwa kendaraan hybrid dari China menawarkan jarak tempuh yang lebih jauh karena teknologi baterainya lebih canggih dibandingkan dengan merek Jepang yang lebih fokus pada efisiensi bahan bakar.
“Perbedaan signifikan keduanya yakni teknologi hybrid di merek Jepang selalu terkonsentrasi pada penghematan bahan bakar, sementara di merek-merek China menawarkan teknologi baterai yang lebih canggih sehingga daya tempuhnya luar biasa,” kata Bebin dalam wawancara dengan Xinhua.
Data penjualan mobil hybrid di Indonesia dari Januari hingga April 2025 menunjukkan angka lebih dari 18 ribu unit, namun hanya sebagian kecil berasal dari jenis PHEV.
Meskipun demikian, PHEV dinilai memiliki daya tarik lebih besar karena kapasitas baterainya yang memungkinkan pengisian ulang layaknya BEV dan kemampuan berkendara dalam mode listrik penuh.
(AKM/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
