Connect with us

Olahraga

Legenda Bulu Tangkis Indonesia Tan Joe Hok Tutup Usia

Legenda bulu tangkis Indonesia, Tan Joe Hok, wafat di usia 86 tahun. Ia dikenal sebagai peraih gelar All England pertama untuk Indonesia.

Logompn

Published

on

Legenda bulutangkis indonesia tan joe hok tutup usia
Legenda bulu tangkis meninggal dunia. Gambar: Dok. PB DJarum

MPN Indonesia 3 Juni 2025 - Indonesia berduka atas wafatnya Tan Joe Hok, seorang tokoh dan figur publik dalam sejarah bulu tangkis nasional.

Tan Joe Hok, yang juga dikenal sebagai Hendra Kartanegara, meninggal dunia pada Senin (2/6) pukul 10.52 WIB di Rumah Sakit Medistra, Jakarta.

Tan Joe Hok merupakan atlet bulu tangkis pertama dari Indonesia yang meraih gelar juara tunggal putra All England pada 1959, menjadikannya pelopor kejayaan bulu tangkis Tanah Air.

Ia juga tercatat sebagai anggota skuad legendaris “Tujuh Pendekar” yang merebut Piala Thomas pertama bagi Indonesia pada 1958, bersama Ferry Sonnevile, Tan King Gwan, Njoo Kim Bie, Lie Poo Djian, Eddy Jusuf, dan Olich Solihin.

Kepergian Tan Joe Hok meninggalkan duka mendalam di dunia bulu tangkis nasional. Leo Rolly Carnando, atlet ganda putra Indonesia, mengungkapkan,

“Saya sangat sedih atas meninggalnya Om Tan Joe Hok, karena kehilangan seorang legenda. Saya beberapa kali pernah berbincang dan ada banyak nasihat serta motivasi yang beliau sampaikan. Om Tan Joe Hok juga bilang supaya kami bisa terus mengharumkan nama Indonesia. Beliau juga bilang, jangan pernah lupa dengan klub PB Djarum yang membesarkan kami,” ungkap Leo Rolly Carnando, dikutip MPN Indonesia dari laman PB Djarum, Selasa (3/6).

Perjalanan Karier dan Prestasi Tan Joe Hok

Lahir di Bandung pada 11 Agustus 1937, Tan Joe Hok memainkan peran penting dalam dominasi awal Indonesia di bulu tangkis dunia.

Selain meraih gelar All England 1959, ia turut mengantar tim Indonesia memenangkan Piala Thomas pada 1961 dan 1964.

Baca Juga:  Angga Raka Dicopot dari Wamenkomdigi, Dilantik Jadi Kepala Badan Komunikasi Pemerintah

Dalam Piala Thomas 1958, ia menjadi pemain kunci saat Indonesia menaklukkan Malaya dan meraih supremasi dunia di ajang beregu paling bergengsi tersebut.

Prestasi lainnya termasuk medali emas Asian Games 1962, setelah mengalahkan Teh Kew San di babak final.

Pengabdian setelah Karier Atlet

Setelah pensiun dari kompetisi, Tan Joe Hok melanjutkan dedikasinya di dunia bulu tangkis sebagai pelatih.

Ia sempat melatih tim nasional Meksiko (1969–1970) dan Hong Kong (1971), serta kembali ke Indonesia sebagai pelatih di PB Djarum sejak 1982.

Di bawah arahannya, Indonesia kembali meraih Piala Thomas 1984.

Selain karier olahraga, Tan Joe Hok juga mengejar pendidikan tinggi di Baylor University, Amerika Serikat, dengan fokus pada kimia dan biologi.

Ia tetap aktif membagikan cerita dan motivasi kepada generasi muda hingga akhir hayatnya.

Atas jasa dan kontribusinya terhadap bulu tangkis Indonesia, Tan Joe Hok dianugerahi Tanda Kehormatan Bintang Jasa Nararya oleh pemerintah Republik Indonesia.

Ia dikenal sebagai sosok yang terus memberi semangat dan inspirasi, tidak hanya sebagai atlet, tetapi juga sebagai tokoh pembina olahraga yang berdedikasi.

(AKM/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending