Connect with us

Berita

Santri di Sukoharjo Diduga Jadi Korban Bullying Gegara Masalah Rokok

Santri berinisial AKPW (13) meninggal dunia diduga akibat bullying oleh seniornya di pesantren Sukoharjo. Keluarga meminta autopsi.

Actress 1299250

Published

on

Santri di Sukoharjo Diduga Jadi Korban Bullying Gegara Masalah Rokok
Gambar : Ilustrasi Canva

Jawa Tengah, MPN Indonesia 18 September 2024 - Seorang santri berinisial AKPW (13) meninggal dunia di sebuah pondok pesantren di Sanggrahan, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah. Peristiwa ini diduga terkait tindakan bullying atau perundungan yang dilakukan oleh kakak kelasnya.

Kronologi Kejadian

Berdasarkan keterangan yang diterima keluarga, AKPW diduga menjadi korban penganiayaan oleh senior yang duduk di kelas IX di pesantren tersebut. Permintaan sepele yang berujung fatal menjadi motif dari kekerasan ini.

Menurut ayah korban, Tri Wibowo, kekerasan tersebut terjadi setelah kakak kelas meminta rokok kepada AKPW. Namun, permintaan itu ditolak oleh AKPW karena ia memang tidak merokok.

“Sebab dan musababnya hal remeh banget. Hanya minta rokok dan dengan senioritasnya dia sampai berbuat kekerasan ke anak saya sampai mengakibatkan anak saya meninggal,” ujar Wibowo.

Meskipun tidak ada tanda-tanda kekerasan yang jelas terlihat di tubuh AKPW, keluarga memutuskan untuk melakukan autopsi guna mengetahui penyebab pasti kematiannya.

Suasana duka pun menyelimuti rumah korban di Pucangsawit, Jebres, Solo. Karangan bunga dari berbagai pihak, termasuk dari Yayasan Azzayadiyy dan Kapolres Sukoharjo, terlihat menghiasi sekitar rumah sebagai tanda belasungkawa.

Ibunda korban, Yuli Sri Utami, terus menangis di samping peti jenazah putranya, sementara Tri Wibowo berusaha tegar menerima para pelayat yang datang memberikan dukungan.

Tri Wibowo menyebut bahwa kasus kriminal ini seharusnya tidak perlu terjadi jika senior di pesantren lebih bertanggung jawab dan tidak melakukan tindakan kekerasan terhadap adik kelas.

Langkah Hukum dari Kasus Ini

Keputusan untuk melakukan autopsi pada tubuh AKPW juga didasari oleh keinginan keluarga untuk mendapatkan kejelasan atas peristiwa tersebut.

Baca Juga:  Dua Minggu Hilang, Bocah di Tangsel Diduga Diculik Badut

Meski ada kecurigaan terkait kekerasan fisik, Wibowo menyatakan bahwa secara kasat mata tidak ada tanda-tanda luka yang jelas di tubuh putranya.

Namun, ia menegaskan bahwa terdapat indikasi pemukulan, walau belum bisa dipastikan di bagian mana.

Keluarga berharap hasil autopsi dapat mengungkap kebenaran terkait penyebab kematian AKPW.

Di sisi lain, Wibowo menegaskan bahwa tujuannya dalam mencari keadilan bukanlah untuk balas dendam, melainkan untuk mencegah terjadinya insiden serupa di masa depan.

Ia berharap agar kejadian kekerasan seperti ini tidak lagi terjadi di lingkungan pesantren.

“Jangan ada lagi tindak kekerasan di pondok pesantren, pondok pesantren tetap pilihan yang terbaik untuk anak-anak. Tapi tolong jangan sampai ada korban lagi, kasihan,” ujarnya.

Wibowo juga menekankan pentingnya menciptakan lingkungan yang lebih aman dan mendukung bagi para santri, terutama mereka yang jauh dari keluarga.

“Mereka sudah jauh dari orang tua, mau belajar, harus dikerasin. Ini kasihan,” tambahnya.

MPN Studio Hadirkan Perjalanan MT Harjono Lewat Film Pendek, Ceritakan Perjuangannya untuk Indonesia
Film11 minutes ago

MPN Studio Hadirkan Perjalanan M.T. Harjono Lewat Film Pendek, Ceritakan Perjuangannya untuk Indonesia

Kadus di Deli Serdang Bakar Sendiri Barak Diduga Markas Narkoba
Berita22 minutes ago

Kadus di Deli Serdang Bakar Sendiri Barak Diduga Markas Narkoba

Daftar 7 Pemain Diaspora yang Masuk Radar Naturalisasi Timnas Indonesia
Olahraga37 minutes ago

Jelang Piala Asia 2027, Ini Daftar 7 Pemain yang Masuk Radar Naturalisasi Timnas Indonesia

Kebakaran Rumah di Menteng Jakpus, 38 Warga Mengungsi ke Lahan Kosong
Berita56 minutes ago

Kebakaran Rumah di Menteng Jakpus, 38 Warga Mengungsi ke Lahan Kosong

Kebakaran Pemukiman di Mappi Papua Selatan, 60 Unit Rumah Hangus
Berita1 hour ago

Kebakaran Permukiman di Mappi Papua Selatan, 60 Unit Rumah Hangus

Peringati Hari Listrik Nasional ke-81, PLN Beri Diskon Tambahan 50 Persen
Berita1 hour ago

Peringati Hari Listrik Nasional ke-81, PLN Beri Diskon Tambahan 50 Persen

Annie Areeya, Wanita yang Disebut Dekat dengan Aisar Khaled Benarkan Chat yang Beredar soal Hamil dan Suruhan Gugurkan Kandungan
Selebriti2 hours ago

Annie Areeya, Wanita yang Disebut Dekat dengan Aisar Khaled Benarkan Chat yang Beredar soal Hamil dan Suruhan Gugurkan Kandungan

Harga Emas Antam Hari Ini 28 Oktober 2026 Naik Rp20.000 per Gram
Ekonomi2 hours ago

Harga Emas Antam Hari Ini 28 Oktober 2026 Naik Rp20.000 per Gram

Oknum Polisi di Riau Diduga Habisi Ibu Kandung, Pelaku Diduga Alami Gangguan Jiwa
Kriminal2 hours ago

Oknum Polisi di Riau Diduga Habisi Ibu Kandung, Pelaku Diduga Alami Gangguan Jiwa

Tampil Perkasa, Janice Tjen Lolos 16 Besar di Guangzhou Open
Olahraga2 hours ago

Tampil Perkasa, Janice Tjen Lolos 16 Besar di Guangzhou Open 2026

Keturunan Indonesia, Alvin Tedjo Resmi Terpilih jadi Wali Kota Mississauga Kanada
Internasional2 hours ago

Keturunan Indonesia, Alvin Tedjo Resmi Terpilih jadi Wali Kota Mississauga Kanada

Harga Perak Antam Hari Ini 28 Oktober 2026 Naik Dua Hari Beruntun
Ekonomi4 hours ago

Harga Perak Antam Hari Ini 28 Oktober 2026 Naik Dua Hari Beruntun

Harga Minyak Dunia Hari Ini 28 Oktober 2026 Naik Kembali Dekati Level Tertinggi dalam Empat Tahun
Ekonomi4 hours ago

Harga Minyak Dunia Hari Ini 28 Oktober 2026 Naik, Kembali Dekati Level Tertinggi dalam Empat Tahun

Roma vs Cagliari 4 2 Sempat Tertinggal, Roma Berhasil Balikkan Keadaan
Olahraga4 hours ago

Roma vs Cagliari 4-2: Sempat Tertinggal, Roma Berhasil Balikkan Keadaan

KRL Jakarta-Bogor Keluarkan Percikan Api, Diduga Berasal dari Pantograf
Viral4 hours ago

KRL Jakarta-Bogor Keluarkan Percikan Api dan Asap di Stasiun Jakarta Kota, Penumpang Panik

Trending