Connect with us

Ekonomi

Harga Emas Dunia Naik, Imbas Inflasi AS yang Lebih Rendah

Harga emas dunia mengalami kenaikan pada Rabu (11/6), terdorong oleh inflasi Amerika Serikat (AS).

Logompn

Published

on

Mpnbagas(1250 x 849 px) mpn 2025 06 12t142226.478
Harga Emas Naik Imbas Inflasi AS yang Lebih Rendah | Gambar : Ilustrasi Canva

MPN Indonesia 12 Juni 2025 - Harga emas dunia mengalami kenaikan pada Rabu (11/6), terdorong oleh data inflasi Amerika Serikat (AS) yang lebih rendah dari perkiraan.

Kenaikan ini memperkuat ekspektasi investor bahwa Federal Reserve (The Fed) kemungkinan akan mulai memangkas suku bunga pada September mendatang.

Dikutip MPN Indonesia dari Reuters, harga spot emas naik 0,1% menjadi USD 3.324,72 per ons troi, setelah sempat meningkat hingga 1% di awal sesi.

Sementara itu, kontrak berjangka emas AS ditutup relatif tidak berubah di level USD 3.343,7.

Pergerakan ini dipicu oleh laporan Indeks Harga Konsumen (Consumer Price Index/CPI) yang hanya meningkat 0,1% pada bulan lalu, lebih rendah dari prediksi ekonom sebesar 0,2%, serta pertumbuhan tahunan sebesar 2,5%.

Prospek Pemangkasan Suku Bunga AS

Data dari CME FedWatch Tool menunjukkan bahwa pelaku pasar saat ini memperkirakan peluang sebesar 68% bahwa The Fed akan memangkas suku bunga pada September.

Fokus pasar berikutnya tertuju pada data Indeks Harga Produsen (Producer Price Index/PPI) AS yang akan dirilis hari ini, Kamis (12/6), sebagai bahan pertimbangan menjelang pertemuan The Fed pada 17-18 Juni.

Selain itu, perkembangan hubungan dagang antara AS dan China turut menjadi sorotan.

Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa kesepakatan dagang dengan China telah tercapai, di mana Beijing akan memasok magnet dan mineral tanah jarang.

Sementara Washington akan mengizinkan mahasiswa asal China untuk belajar di perguruan tinggi dan universitas AS.

Kinerja Logam Lain

Di samping emas, harga logam lain turut mengalami pergerakan bervariasi. Harga platinum melonjak 2,9% ke level USD 1.256,70 per ons, bahkan sempat menyentuh level tertinggi sejak 2021 pada perdagangan hari itu.

Baca Juga:  Gagal Kelabui Blokade AS, Kapal Tanker China Putar Balik ke Selat Hormuz

Namun, Goldman Sachs mencatat bahwa reli platinum yang saat ini didorong oleh permintaan spekulatif dan Exchange-Traded Fund (ETF) kemungkinan tidak akan berlanjut secara berkelanjutan karena permintaan dari sektor otomotif yang sensitif terhadap harga, potensi peningkatan pasokan global, serta tekanan permintaan dari China.

Sementara itu, harga perak mengalami penurunan sebesar 1,2% ke level USD 36,11 per ons, sedangkan harga paladium naik 1,3% menjadi USD 1.074,25 per ons.

(AKM/NID/RAD)

Trending