Connect with us

Internasional

Korban akibat Pesawat Air India Jatuh Bertambah jadi 260 Orang, 1 Selamat

Pesawat Boeing 787-8 Air India jatuh di Ahmedabad, menewaskan 260 orang termasuk warga di darat.

Logompn

Published

on

Korban akibat pesawat air india jatuh bertambah jadi 260 orang, 1 selamat
Pesawat Air India. Gambar: PTI Photo

MPN Indonesia 13 Juni 2025 - Sebanyak 260 orang tewas akibat kecelakaan pesawat Air India yang terjadi di kawasan permukiman Ahmedabad, India, saat pesawat tujuan London tersebut jatuh dan terbakar pada Kamis (12/6).

Dari seluruh penumpang, hanya satu orang yang berhasil selamat dalam tragedi ini.

Pesawat Boeing 787-8 Dreamliner milik Air India yang mengangkut 242 orang itu mengalami kecelakaan beberapa menit setelah lepas landas dari Bandara Ahmedabad pukul 13.38 waktu setempat.

Menurut rekaman video, pesawat sempat naik dari landasan sebelum akhirnya kehilangan ketinggian dan menghantam kawasan permukiman Meghani Nagar.

Insiden ini juga menewaskan sedikitnya 24 orang di darat.

Air India mengonfirmasi bahwa dari seluruh penumpang, 241 orang tewas, sementara seorang warga Inggris bernama Vishwash Kumar Ramesh menjadi satu-satunya yang selamat.

“Ketika saya bangun, ada banyak tubuh di sekitar saya. Saya ketakutan. Saya berdiri dan berlari. Ada potongan-potongan pesawat di sekitar saya. Seseorang menarik saya dan membawa saya ke ambulans,” ujar Ramesh dikutip MPN Indonesia dari The Guardian, Jumat (13/6).

Fakta Kecelakaan Pesawat Air India

Pesawat Air India yang mengalami kecelakaan adalah penerbangan AI171 tujuan London-Gatwick.

Menurut keterangan Air India, pesawat ini mengangkut 217 penumpang dewasa, 11 anak-anak, dan 2 bayi, dengan awak kabin terdiri dari 2 pilot dan 10 awak kabin.

Mayoritas penumpang berkewarganegaraan India (169 orang), disusul warga Inggris (53 orang), Portugal (7 orang), dan Kanada (1 orang).

Pihak pengawas lalu lintas udara (ATC) di Bandara Ahmedabad melaporkan bahwa pesawat lepas landas dari runway 23 pada pukul 13.39 dan sempat mengirimkan sinyal mayday sebelum komunikasi terputus.

Baca Juga:  Mobil Jatuh ke Sungai akibat Ikuti Rute Google Maps, Tiga Korban Tewas di Uttar Pradesh

Situs pelacakan penerbangan Flightradar24 mencatat sinyal terakhir pesawat hilang kurang dari satu menit setelah lepas landas.

Rekaman CCTV dan video warga memperlihatkan pesawat terbang rendah sebelum menabrak bangunan asrama yang dihuni mahasiswa kedokteran, dokter, serta keluarga mereka.

Saksi mata menggambarkan insiden tersebut seperti ledakan bom dan guncangan seperti gempa bumi.

Proses Penyelidikan dan Upaya Evakuasi

Menteri Dalam Negeri India, Amit Shah, mengatakan bahwa panas ekstrem akibat bahan bakar jet yang terbakar menyebabkan hampir tidak ada peluang bagi korban selamat.

“Ada 125.000 liter bahan bakar di dalam pesawat dan terbakar dengan panas tinggi, sehingga mustahil menyelamatkan siapa pun,” ujarnya.

Sementara itu, salah satu dari dua kotak hitam pesawat telah ditemukan. Namun belum dipastikan apakah yang ditemukan merupakan perekam suara kokpit atau perekam data penerbangan.

Menteri Penerbangan Sipil India, Ram Mohan Naidu Kinjarapu, menegaskan bahwa penyelidikan formal telah dibuka, dan rekaman CCTV akan menjadi bukti penting dalam proses ini.

Petugas pemadam kebakaran dan tim penyelamat telah bekerja sepanjang malam untuk memadamkan api dan mengevakuasi korban.

“Saat kami tiba di lokasi, banyak jenazah tergeletak di sekitar dan petugas pemadam kebakaran tengah memadamkan api. Banyak tubuh yang hangus terbakar,” ujar seorang saksi bernama Poonam Patni.

Dampak Kecelakaan dan Proses Identifikasi Korban

Sebagian besar korban yang tewas di darat merupakan penghuni bangunan yang ditabrak pesawat.

Menurut warga, beberapa penghuni asrama melompat dari lantai dua dan tiga untuk menyelamatkan diri.

“Kami membantu orang-orang keluar dari gedung dan mengirim korban luka ke rumah sakit,” kata salah satu saksi yang tidak ingin disebutkan namanya.

Polisi Ahmedabad mengonfirmasi bahwa satu-satunya korban selamat, Vishwash Kumar Ramesh, duduk di kursi 11A, baris dekat pintu darurat.

Baca Juga:  Indonesia Berpeluang Ajak India Kerja Sama untuk Program MBG

Video yang beredar menunjukkan Ramesh berjalan dengan kondisi berlumuran darah menuju ambulans.

Hingga saat ini, proses identifikasi korban masih berlangsung melalui pengujian DNA.

Menteri Dalam Negeri India, Amit Shah, menegaskan bahwa jumlah korban final baru bisa dipastikan setelah proses tersebut selesai dilakukan.

(ADN/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending