Connect with us

Berita

53 Kepala Sekolah Rakyat Ikut Retret Selama 5 Hari

53 Kepala Sekolah Rakyat mengikuti retret selama lima hari yang diselenggarakan oleh Kemensos.

Logompn

Published

on

Mpnbagas(1250 x 849 px) mpn 2025 06 18t103839.087
53 Kepala Sekolah Rakyat Ikut Retret Selama 5 Hari | Gambar: Dok. Kemensos

MPN Indonesia 18 Juni 2025 - Sebanyak 53 Kepala Sekolah Rakyat dari berbagai wilayah mengikuti retret selama lima hari yang diselenggarakan oleh Kementerian Sosial (Kemensos) di Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial, Margaguna, Jakarta Selatan.

Kegiatan ini berlangsung mulai 16 hingga 20 Juni 2025 dengan tujuan menyamakan pemahaman serta menyatukan standar kerja antar kepala sekolah.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf, atau Gus Ipul, menekankan pentingnya kegiatan itu guna memperkuat kesatuan visi dalam pengelolaan pendidikan alternatif ini.

“Kita menyadari betapa pentingnya memberikan pemahaman yang utuh tentang sekolah rakyat kepada kepala sekolah yang sudah terpilih melalui proses dan mekanisme yang sudah diperbuat,” ujar Gus Ipul saat membuka kegiatan pada Selasa (17/6).

Selain untuk pembekalan, retret juga menjadi sarana memperkuat kerja tim di antara para kepala sekolah.

“Meskipun mereka kepala sekolah dari berbagai daerah, tapi mereka pada dasarnya adalah satu tim yang tidak bisa dipisahkan,” tambah Gus Ipul.

Materi Pembekalan

Retret lima hari ini mencakup sejumlah materi pembekalan yang mencerminkan kompleksitas peran kepala sekolah dalam sistem Sekolah Rakyat.

Di antaranya adalah Kebijakan Sekolah Rakyat, Pendidikan Inklusif Ramah Anak & HAM, Motivasi dan Empati Sosial, Pengelolaan Sekolah Asrama (Best Practice), Kurikulum Sekolah Rakyat, Bela Negara & Bimbingan Pengasuhan, dan Manajemen Administrasi Sekolah.

Materi-materi tersebut disampaikan oleh pemateri dari berbagai instansi seperti Kemendikdasmen, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Kementerian Hukum dan HAM, Kementerian Agama, KPAI, dan unsur TNI.

Pemilihan kepala sekolah yang mengikuti retret ini dilakukan melalui proses seleksi ketat.

Baca Juga:  Cara Cek Desil Bansos 2026 Online Pakai NIK KTP

Seleksi tersebut diadakan oleh Kementerian Sosial dan Kemendikdasmen, dengan kandidat awal diajukan oleh pemerintah daerah masing-masing.

Setiap daerah mengusulkan sedikitnya tiga nama untuk diseleksi lebih lanjut.

Proses Seleksi Kepala Sekolah Rakyat

Tahap awal seleksi melibatkan 159 peserta. Seleksi terdiri dari verifikasi administrasi, wawancara, tes Bahasa Inggris, serta evaluasi kemampuan kepemimpinan.

“Setelah administrasinya dulu kemudian ada wawancara. Kemudian ada tes Bahasa Inggris juga. Ada tes kemampuan kepemimpinan juga,” jelas Gus Ipul.

Aspek domisili menjadi pertimbangan penting dalam seleksi, dengan preferensi pada calon yang tinggal dekat lokasi Sekolah Rakyat.

Syarat tambahan mencakup kepemilikan sertifikat kepala sekolah dan registrasi di Kemendikdasmen.

Para peserta juga menjalani tes psikologi dan evaluasi kompetensi pribadi yang mencakup enam aspek utama, yaitu kepemimpinan perubahan, inisiatif, jejaring kerja sama, pembinaan, ketahanan menghadapi tantangan, serta kemampuan mengimplementasikan visi ke dalam hasil nyata.

Target Kuota Kepala Sekolah dan Guru

Kementerian Sosial menargetkan jumlah Kepala Sekolah Rakyat sebanyak 100 orang. Dari jumlah itu, 53 telah mengikuti retret tahap pertama, sedangkan 47 kepala sekolah lainnya akan diumumkan pada 30 Juni 2025 dan akan mengikuti retret pada tahap selanjutnya.

Selain kepala sekolah, sebanyak 1.554 guru Sekolah Rakyat juga sedang menjalani proses seleksi dan akan diumumkan bersamaan pada 30 Juni.

Para guru tersebut akan menerima Nomor Induk Pegawai (NIP) dan mengikuti retret, guna mempersiapkan diri untuk mengajar di 100 titik Sekolah Rakyat.

(AKM/NID/RAD)

Trending