Connect with us

Ekonomi

Garuda Indonesia (GIAA) Raup Dana Rp6,6 Triliun dari Danantara, Saham Naik 9,4%

Garuda Indonesia terima suntikan dana US$ 405 juta dari Danantara. Saham naik 9,4%, dana digunakan untuk perawatan armada dan restrukturisasi.

Logompn

Published

on

Garuda indonesia (giaa) raup dana rp6,6 triliun dari danantara, saham naik 9,4%
Pesawat Garuda Indonesia. Gambar: Ilustrasi Canva

MPN Indonesia 25 Juni 2025 - PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) resmi menerima suntikan dana sebesar US$ 405 juta atau sekitar Rp6,65 triliun dari Danantara Indonesia.

Pengumuman ini disampaikan pada Selasa (24/6) dan langsung berdampak pada pergerakan saham perusahaan di Bursa Efek Indonesia.

Pada hari yang sama, saham Garuda Indonesia melonjak 9,4% ke level Rp70 per saham.

Saham sempat dibuka di harga Rp69 dan ditutup di Rp70, dengan volume transaksi mencapai 117 juta lembar senilai Rp8,1 miliar.

Kenaikan ini terjadi setelah dalam sepekan terakhir saham Garuda sempat turun 9%, meski dalam sebulan naik 16% karena kabar pendanaan yang sudah beredar sejak bulan lalu.

Dukungan Pendanaan untuk Operasional dan Transformasi

Suntikan dana dari Danantara merupakan bagian dari upaya restrukturisasi Garuda Indonesia.

Sebelumnya, Danantara telah menyatakan komitmen pendanaan hingga US$ 1 miliar atau sekitar Rp16 triliun.

Dana awal sebesar US$ 405 juta disalurkan dalam bentuk shareholder loan dan akan digunakan untuk kebutuhan perawatan, perbaikan, dan overhaul (MRO) armada.

Direktur Utama Garuda Indonesia, Wamildan Tsani, menyatakan bahwa kerja sama ini menjadi bagian penting dalam transformasi perusahaan.

“Namun juga pada komitmen perusahaan yang didukung oleh berbagai pihak untuk menata ulang strategi operasional dan bisnis secara menyeluruh,” ujar Wamildan dalam siaran pers, Selasa (24/6).

Dana tersebut juga diharapkan mempercepat proses perbaikan operasional dan memperkuat kapabilitas perusahaan.

RUPSLB dan Tekanan Keuangan Perusahaan

Sebagai bagian dari proses restrukturisasi, Garuda akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Senin (30/6).

Rapat ini merupakan usulan dari Kementerian BUMN sebagai pemegang saham Seri A Dwiwarna.

Baca Juga:  Penumpang Garuda Indonesia Naik 8 Persen Gegara Diskon Tiket di Masa Libur Nataru 2024/2025

“Mata acara ini (RUPSLB) merupakan usulan dari Kementerian Badan Usaha Milik Negara Republik Indonesia selaku Pemegang Saham Seri A Dwiwarna,” jelas manajemen Garuda dalam keterbukaan informasi pada Selasa (10/6).

Restrukturisasi bertujuan memperbaiki kondisi keuangan perusahaan. Laporan keuangan kuartal I 2025 mencatatkan rugi bersih sebesar US$ 76 juta (sekitar Rp1,2 triliun).

Ekuitas perusahaan juga negatif sebesar Rp23,2 triliun, menandakan kondisi insolvensi secara akuntansi. Total utang Garuda tercatat mencapai Rp62,5 triliun hingga 31 Maret 2025.

Suntikan dana dari Danantara diharapkan dapat menjadi landasan penting untuk kelangsungan operasional, mendukung pemulihan kinerja jangka panjang, dan memperkuat posisi Garuda Indonesia di industri penerbangan.

(AKM/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending