Connect with us

Ekonomi

Harga Emas Dunia Stabil Hari Ini, Investor Waspadai Rilis Data Ekonomi AS

Harga emas dunia stabil karena investor menanti data ekonomi AS dan meredanya konflik Iran-Israel yang tekan permintaan emas sebagai aset lindung nilai.

Logompn

Published

on

Harga emas dunia stabil hari ini, investor waspadai rilis data ekonomi as
Ilustrasi Emas Dunia. Gambar : Ilustrasi Canva

MPN Indonesia 26 Juni 2025 - Harga emas dunia tercatat stabil pada perdagangan Rabu (25/6) waktu setempat atau Kamis (26/6) pagi WIB.

Stabilitas ini mencerminkan sikap hati-hati investor yang menunggu rilis data ekonomi penting Amerika Serikat, termasuk Produk Domestik Bruto (PDB), ketenagakerjaan, dan pengeluaran konsumsi pribadi yang akan diumumkan dalam dua hari ke depan.

Data tersebut diperkirakan akan memengaruhi arah kebijakan suku bunga Federal Reserve (The Fed), yang sangat berdampak pada daya tarik emas.

Pergerakan Harga Emas

Dikutip MPN Indonesia dari Reuters, harga emas di pasar spot naik tipis sebesar 0,1 persen menjadi USD 3.329,91 per ons setelah sempat menyentuh titik terendah dalam dua pekan terakhir.

Sementara itu, harga emas berjangka di Comex New York Exchange justru turun 0,3 persen ke USD 3.343,1 per ons.

Kondisi ini terjadi karena investor masih mencermati arah kebijakan The Fed.

Suku bunga tinggi biasanya membuat emas kurang menarik dibandingkan aset berbunga seperti obligasi, sebaliknya jika suku bunga rendah, emas kembali menjadi pilihan.

“Saat ini, pasar melihat peluang lebih dari 85 persen untuk pemangkasan suku bunga pada bulan September,” ujar Ketua The Fed Jerome Powell dalam testimoninya di Kongres AS.

Dampak Geopolitik dan Proyeksi Harga

Gencatan senjata antara Iran dan Israel turut memengaruhi stabilitas harga emas. Kondisi Timur Tengah yang mereda menurunkan minat terhadap emas sebagai aset safe haven.

“Saya pikir jalannya sekarang lebih ke arah penurunan, mungkin ke 2.900 dollar AS jika situasi di Timur Tengah tidak memburuk,” kata Daniel Pavilonis, Senior Market Strategist di RJO Futures.

Baca Juga:  Harga Emas Antam Hari Ini 3 Juni 2026, Stagnan Dua Hari Berturut-turut!

Presiden AS Donald Trump menyambut baik gencatan senjata tersebut dan berharap hubungan diplomatik membaik sehingga Iran tidak membangun kembali program nuklirnya. Kondisi ini turut meredakan kekhawatiran pasar global.

Sementara itu, Powell menyatakan bahwa The Fed belum terburu-buru menurunkan suku bunga karena ketidakpastian kebijakan tarif masih tinggi.

“Jika tekanan inflasi tetap terkendali, maka kemungkinan besar bank sentral akan memangkas suku bunga lebih cepat dari perkiraan,” ucap Powell.

Pandangan Analis Pasar

Analis komoditas Ibrahim Assuaibi memperkirakan harga emas dunia masih berpotensi melemah dalam waktu dekat.

“Kalau seandainya tembus di level USD 3.304, ada kemungkinan besar (harga emas dunia) akan menuju ke level USD 3.200,” jelasnya.

Menurut Ibrahim, faktor utama yang mendorong pelemahan harga emas adalah kesepakatan gencatan senjata di Timur Tengah dan sikap hati-hati The Fed terhadap penurunan suku bunga.

“Terlalu dini untuk membahas tentang penurunan suku bunga, ini pun juga membuat harga emas dunia kembali mengalami pelemahan,” pungkasnya.

Kondisi Pasar Saham dan Dampaknya pada Emas

Penguatan indeks saham di Wall Street juga menjadi salah satu faktor penekan harga emas.

Indeks S&P 500 dan Nasdaq mendekati rekor tertinggi pada Rabu (25/6), sehingga mengurangi minat terhadap emas.

Meski demikian, Ibrahim menyebut bahwa jika ketegangan geopolitik kembali meningkat, khususnya di Jalur Gaza, harga emas bisa menguat kembali.

“Jika situasi memanas, harga emas dunia bisa kembali naik di atas level USD 3.375,” imbuhnya.

(AKM/NID/RAD)

 

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending