Connect with us

Internasional

Eropa Diamuk Suhu Ekstrem, Tembus 46 Derajat Celcius

Gelombang panas ekstrem tengah mencengkeram sejumlah wilayah di Eropa. Suhu melonjak hingga melebihi 40 derajat Celcius pada akhir pekan.

Logompn

Published

on

Mpnbagas(1250 x 849 px) mpn 2025 07 01t101859.624
Masyarakat Spanyol melindungi diri dari teriknya matahari karena suhu ekstrem | Gambar: Reuters

MPN Indonesia 1 Juli 2025 - Gelombang panas ekstrem tengah mencengkeram sejumlah wilayah di Eropa. Suhu melonjak tajam hingga melebihi 40 derajat Celcius pada akhir pekan.

Dikutip MPN Indonesia dari DW, di Spanyol suhu mencapai 46°C pada Minggu (29/6) di kota El Granado, dekat perbatasan Portugal.

Angka ini mencatat rekor suhu tertinggi nasional untuk bulan Juni, melampaui rekor sebelumnya yaitu 45,2°C yang dicatat di Seville pada 1965.

Di Portugal, suhu di atas 40°C terjadi, dengan ibu kota Lisbon berada dalam status “peringatan merah” hingga Senin malam.

London, Italia, hingga Jerman Ikut Panas

Di Italia, sebanyak 21 kota termasuk Milan, Naples, Venesia, Florence, dan Roma, masuk daftar siaga tinggi akibat cuaca panas ekstrem.

Sementara itu, otoritas lokal di Yunani mengeluarkan peringatan baru terhadap risiko kebakaran hutan seiring meluasnya gelombang panas.

Cuaca panas ini diperkirakan masih akan berlangsung hingga awal pekan, termasuk di London yang diprediksi mencapai suhu hingga 35°C pada Senin (30/6), menjadikannya hari terpanas tahun ini sejauh ini.

Turnamen Wimbledon pun diperkirakan mengalami hari pembukaan terpanas sepanjang sejarah. Rekor suhu tertinggi sepanjang masa di Wimbledon adalah 35,7°C pada 1 Juli 2015.

Di Jerman, layanan cuaca nasional mengeluarkan peringatan panas untuk wilayah selatan dan barat pada Minggu, dengan puncaknya diprediksi mencapai 39°C pada Rabu (2/6).

Peringatan mencakup wilayah Baden-Württemberg, Bavaria, Hesse, North Rhine-Westphalia, Rhineland-Palatinate, dan Saarland.

Prancis Siaga Oranye

Di Prancis, para petugas pemadam kebakaran berjuang melawan kebakaran hutan awal musim panas, dengan beberapa wilayah masuk dalam status siaga oranye.

Baca Juga:  Spanyol vs Belgia 2-1: Merino Bawa La Roja ke Semifinal

Di kawasan Corbieres, kebakaran menyebabkan evakuasi saat suhu melesat di atas 40°C, mencapai puncak 40,9°C di Grospierres.

Sebagian ruas jalan tol A61 ditutup, dan sebuah perkemahan di Bizanet dievakuasi setelah bara api dari panggangan di trailer menyebabkan beberapa titik api, menurut otoritas perlindungan sipil setempat.

Cuaca ekstrem ini juga berdampak pada burung-burung liar.

“Beberapa sarang mencapai suhu di atas 40°C,” ungkap Allain Bougrain-Dubourg dari Liga Perlindungan Burung Prancis.

Ia mengatakan bahwa pusat-pusat perawatan mereka kewalahan merawat burung-burung yang kesulitan bertahan.

Dampak Perubahan Iklim

Para ahli meteorologi memperingatkan bahwa gelombang panas akan semakin sering terjadi dan muncul lebih awal akibat perubahan iklim yang dipicu aktivitas manusia.

AEMET, badan cuaca nasional Spanyol, mencatat bahwa antara tahun 1975 hingga 2000 hanya terjadi dua gelombang panas di bulan Juni.

Namun sejak tahun 2000, jumlahnya melonjak menjadi sembilan. Bahkan tahun ini, suhu yang biasa terjadi pada bulan Agustus sudah datang sejak akhir Mei.

“Gelombang panas akan menjadi lebih sering dan lebih intens, dan kita harus mulai terbiasa dengan suhu puncak yang lebih tinggi dari yang kita alami sekarang,” ujar Emanuela Piervitali, peneliti dari Institut Perlindungan Lingkungan dan Riset Italia (ISPRA).

(ADN/NID/RAD)

Trending