Connect with us

Berita

Harga Emas Dunia Menguat, Apa Penyebabnya?

Harga emas dunia menguat usai pelemahan data ketenagakerjaan AS yang memicu ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve.

Logompn

Published

on

Mpnbagas(1250 x 849 px) mpn 2025 07 03t112744.010
Harga Emas Dunia Menguat, Apa Penyebabnya? | Gambar: Ilustrasi Canva

MPN Indonesia 3 Juli 2025 - Harga emas dunia menguat usai pelemahan data ketenagakerjaan Amerika Serikat (AS) yang memicu ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve.

Pada perdagangan Rabu (2/7) waktu setempat atau Kamis (3/7) pagi WIB, harga emas dunia mengalami kenaikan tipis di tengah dinamika ekonomi global.

Dikutip MPN Indonesia dari Reuters, harga emas di pasar spot tercatat naik 0,3 persen menjadi 3.348,60 dollar AS per ons.

Sementara itu, harga emas berjangka di Comex New York Exchange juga menguat 0,3 persen ke level 3.359,7 dollar AS per ons.

Penguatan harga emas ini terjadi setelah laporan Ketenagakerjaan Nasional ADP menunjukkan penurunan penggajian swasta AS sebanyak 33.000 pada Juni 2025.

Ini menjadi penurunan pertama dalam lebih dari dua tahun.

Data ketenagakerjaan yang melemah meningkatkan ekspektasi bahwa bank sentral AS, Federal Reserve (The Fed), kemungkinan akan segera memangkas suku bunga yang diperkirakan bisa terjadi paling cepat pada September.

Sentimen Pasar

Ketua The Fed Jerome Powell pada Selasa (1/7) menyatakan bahwa bank sentral tidak terburu-buru dalam mengambil keputusan terkait pemangkasan suku bunga.

Namun, ia membuka peluang untuk pemangkasan tersebut pada pertemuan bulan ini, tergantung pada data ekonomi selanjutnya.

Pelaku pasar saat ini menantikan data penggajian nonpertanian (NFP) AS untuk bulan Juni 2025 yang akan dirilis pekan ini.

Data ini akan menjadi indikator penting bagi The Fed dalam menilai kesehatan pasar tenaga kerja AS.

“Jika kita mendapatkan laporan pekerjaan yang jauh lebih kuat dari yang diharapkan, itu akan menjadi pesimis karena The Fed mungkin tidak dapat memangkas suku bunga secepat yang diinginkannya atau sebanyak yang seharusnya,” kata Analis Senior Kitco Metals, Jim Wyckoff.

Baca Juga:  Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp30.000 per Gram, Kembali Tembus Level Rp2,8 Juta per Gram

Hal ini menunjukkan bahwa keputusan The Fed terkait suku bunga sangat mempengaruhi arah investasi, termasuk harga emas.

Secara historis, ketika suku bunga berada dalam kondisi tinggi, investasi emas menjadi kurang menarik karena emas tidak menawarkan imbal hasil, berbeda dengan obligasi dan saham yang memberikan keuntungan bunga atau dividen.

Sebaliknya, ketika suku bunga menurun, imbal hasil dari investasi lain ikut turun, sehingga emas menjadi pilihan investasi yang lebih menarik.

Kekhawatiran Investor

Selain menunggu keputusan The Fed, pelaku pasar juga mencermati ketidakpastian terkait kebijakan tarif yang diberlakukan pada masa pemerintahan Donald Trump, yang masa berlakunya akan berakhir pada 9 Juli 2025.

Investor juga mewaspadai RUU anggaran yang diusulkan Trump, yang mencakup pemotongan pajak dan pengurangan belanja negara, termasuk pengurangan beberapa program layanan sosial.

RUU ini diperkirakan akan menambah beban utang AS sebesar 3,3 triliun dollar AS dan saat ini sedang menunggu persetujuan akhir di DPR.

(AKM/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending