Connect with us

Viral

Pemandu Pendakian, Ali Musthofa Akui Tak Tinggalkan Juliana Marins saat Jatuh dari Gunung Rinjani

Ali Musthofa membantah meninggalkan Juliana Marins sebelum insiden jatuh di Gunung Rinjani. Ia mengaku sempat menunggu dan kembali mencarinya.

Logompn

Published

on

Ali musthofa ungkap kronologi sebelum juliana marins jatuh di rinjani
Ali Musthofa Ungkap Kronologi Sebelum Juliana Marins Jatuh di Rinjani. Gambar : Instagram/@exploregunung_

Nusa Tenggara Barat, MPN Indonesia 7 Juli 2025 - Ali Musthofa, pemandu pendakian Gunung Rinjani, memberikan penjelasan terkait insiden jatuhnya Juliana De Souza Pereira Marins, pendaki asal Brasil, pada Sabtu (21/6) di Gunung Rinjani, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Dalam wawancaranya dengan media Brasil Oglobo.globo, Jumat (27/6), Ali membantah tudingan bahwa dirinya telah meninggalkan Juliana Marins sendirian.

Ali menyatakan bahwa saat rombongan tiba di titik Cemara Nunggal, ia menyarankan Juliana untuk beristirahat karena terlihat kelelahan.

Ia mengaku menunggu selama lebih dari tiga menit sebelum melanjutkan perjalanan ke puncak bersama lima pendaki lainnya.

“Saya menunggu 3 menit lebih dulu, saya tidak meninggalkannya,” tegas Ali dalam wawancara, dikutip MPN Indonesia pada Senin (7/7).

Kronologi Pendakian dan Ditemukannya Jasad Juliana

Juliana Marins melakukan pendakian melalui jalur Sembalun bersama enam rekannya dan Ali sebagai pemandu.

Insiden terjadi pada Sabtu (21/6) dini hari saat rombongan berada di Cemara Nunggal, dan Juliana tertinggal karena kelelahan.

Sementara rombongan melanjutkan perjalanan, Juliana diduga terjatuh ke jurang.

Jasad Juliana ditemukan tiga hari kemudian, pada Rabu (25/6), dalam kondisi meninggal dunia.

Ia mengalami luka berdarah, pakaian robek, sepatu terlepas, dan posisi tubuh yang tidak sejajar.

Temuan ini menyebar di media sosial dan menimbulkan berbagai reaksi publik yang mempertanyakan keselamatan pendaki di Gunung Rinjani.

Ali Musthofa kembali menegaskan bahwa ia tidak meninggalkan Juliana tanpa pengawasan.

“Saya bilang saya akan menunggunya lebih dulu, saya menyuruhnya untuk beristirahat,” ungkapnya.

Upaya Pencarian Setelah Juliana Tidak Muncul

Setelah berjalan sekitar 15 hingga 30 menit dan Juliana tidak juga menyusul, Ali memutuskan untuk kembali ke titik peristirahatan. Namun, saat itu Juliana sudah tidak ditemukan.

Baca Juga:  Harga Tiket MotoGP Mandalika 2026 yang akan Digelar Oktober Mendatang

“Setelah sekitar 15 atau 30 menit, Juliana tidak muncul. Saya mencarinya di tempat peristirahatan terakhir, tetapi saya tidak menemukannya,” jelasnya.

Dalam pencarian tersebut, Ali melihat cahaya senter dari dasar jurang menuju Danau Segara Anak dan mendengar suara minta tolong.

“Saya sadar ketika saya melihat cahaya senter di jurang sedalam sekitar 150 meter dan mendengar suara Juliana meminta pertolongan. Saya bilang saya akan menolongnya,” katanya.

Karena tidak memiliki kemampuan evakuasi, Ali segera menghubungi pihak tempat ia bekerja untuk meminta bantuan Tim SAR.

Telah Diperiksa Polisi

Ali mengaku telah diperiksa dua kali oleh pihak kepolisian terkait insiden tersebut.

Ia juga menyampaikan bahwa ia menerima bayaran sebesar Rp2,5 juta untuk memandu pendakian rombongan Juliana selama di Rinjani.

(AKM/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending