Connect with us

Otomotif

25 Titik Lampu Merah Jakarta akan Gunakan ITSC, Ini Cara Kerjanya

Pemprov Jakarta akan menerapkan sistem traffic light baru menggunakan teknologi ITSC di 25 titik lampu merah.

Logompn

Published

on

25 titik lampu merah jakarta akan gunakan itsc, ini cara kerjanya
25 Titik Lampu Merah Jakarta Akan Gunakan ITSC, Ini Cara Kerjanya | Gambar: Ilustrasi Canva

MPN Indonesia 10 Juli 2025 - Pemerintah Provinsi Jakarta akan menerapkan sistem baru dalam pengaturan traffic light di 25 titik simpang jalan dengan teknologi Intelligent Traffic Control System (ITSC).

Teknologi ini disebut bertujuan untuk mengurangi kemacetan di wilayah persimpangan yang padat kendaraan.

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Liputo menyatakan bahwa sistem ITSC hadir untuk menggantikan sistem lama yang tidak sesuai dalam mengatur volume kendaraan di setiap persimpangan.

“Jika di satu persimpangan pengaturannya statis, bisa terjadi ada satu kaki simpang dengan volume lalu lintas tinggi tapi warna hijau (lampu lalu lintas) sedikit (sebentar),” kata Syafrin kepada dikutip dari Antara, Rabu (9/7).

ITSC akan menggunakan data real-time untuk mengatur durasi lampu merah dan hijau agar lebih adaptif terhadap kondisi lalu lintas.

Sistem ini juga akan diintegrasikan dengan Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) untuk mendukung penegakan hukum secara elektronik.

Dengan teknologi ini, traffic light di Jakarta akan lebih responsif terhadap pergerakan kendaraan dan tidak lagi menggunakan durasi tetap yang sama setiap waktu.

Rencana Penerapan ITSC

Penerapan ITSC pada traffic light Jakarta dirancang dalam tiga tahap.

  • Tahap jangka pendek (0–2 bulan) mencakup penandatanganan nota kesepahaman dan pengoperasian awal lima simpang.
  • Tahap jangka menengah (6–12 bulan) akan mulai memberlakukan penegakan hukum elektronik terhadap pelanggaran lalu lintas, pajak kendaraan, dan uji emisi.
  • Tahap jangka panjang (lebih dari 12 bulan) menargetkan total 321 simpang dengan integrasi sistem ke dalam Kawasan Rendah Emisi (KRE) dan Pengendalian Lalu Lintas Secara Elektronik (PL2SE).

Daftar 25 Titik Penerapan ITSC

Pengembangan ITSC diketahui menggunakan anggaran sebesar Rp120 miliar dari APBD Jakarta. Dana tersebut digunakan untuk membangun sistem ITSC tanpa penambahan biaya baru.

Baca Juga:  Akses ke Stadion JIS Kini Makin Mudah, Naik KRL Langsung Sampai!

Selain untuk pengaturan lalu lintas, ITSC diharapkan turut meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pajak kendaraan bermotor dan memperbaiki kualitas udara di Jakarta.

Syafrin menambahkan bahwa proyek ini harus dievaluasi secara berkala untuk menjamin efektivitas dan keberlanjutannya.

“Untuk memastikan keberhasilan dan keberlanjutan proyek ini, perlu dilakukan evaluasi berkala terhadap kinerja sistem guna memastikan efektivitas, akuntabilitas, dan dampak nyata dari penerapan ITSC dalam jangka panjang,” ujarnya.

(AKM/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending