Teknologi
Apple Tertinggal soal AI, CEO Tim Cook Diminta Lepas Jabatan
Dua analis firma riset teknologi LightShed Partners, Walter Piecyk dan Joe Galone, menyerukan pergantian CEO Apple, Tim Cook.
MPN Indonesia 22 Juli 2025 - Dua analis dari firma riset teknologi LightShed Partners, Walter Piecyk dan Joe Galone, menyerukan pergantian CEO Apple, Tim Cook.
Permintaan tersebut dilontarkan menyusul penilaian bahwa Apple, sebagai perusahaan teknologi global, tertinggal jauh dalam persaingan kecerdasan buatan (AI), terutama di perangkat iPhone.
Cook, yang diangkat sebagai CEO pada 2011 menggantikan Steve Jobs, dianggap telah berhasil membangun rantai pasokan global Apple.
Namun, Piecyk dan Galone menekankan bahwa Apple membutuhkan CEO yang fokus pada produk, bukan logistik.
“Apple kini membutuhkan seorang CEO yang berfokus pada produk, bukan pada logistik,” tulis Piecyk dan Galone pada 9 Juli 2025 lalu, dikutip MPN Indonesia dari CNN Business.
Kekhawatiran utama mereka adalah minimnya kemajuan signifikan Apple dalam AI, yang mereka anggap dapat berdampak fundamental pada arah jangka panjang perusahaan dan pertumbuhan masa depannya.
Penilaian ini muncul seiring dengan penurunan penjualan iPhone secara global dan upaya Apple yang dinilai belum cukup untuk mengejar ketertinggalan AI dari para pesaingnya.
Ketertinggalan Apple
Apple telah mengumumkan sejumlah fitur berbasis kecerdasan buatan melalui Apple Intelligence, yang diperkenalkan pada 2024 bersamaan dengan peluncuran iPhone 16.
Fitur tersebut mencakup kemampuan meringkas notifikasi, transkripsi panggilan telepon, penghapusan objek dalam foto, hingga pencarian melalui kamera dan integrasi dengan ChatGPT.
Namun, sebagian analis menilai bahwa banyak dari fitur tersebut hanyalah langkah menyusul fitur yang sudah lama ditawarkan oleh kompetitor seperti Microsoft, Meta, dan Samsung.
Keterlambatan Apple dalam merilis pembaruan besar untuk asisten virtual Siri juga menjadi sorotan.
Dalam konferensi pengembang Apple pada Juni lalu, Wakil Presiden Senior Teknik Perangkat Lunak Apple, Craig Federighi menyatakan bahwa pembaruan tersebut memerlukan lebih banyak waktu untuk mencapai standar kualitas tinggi Apple.
Sementara itu, CEO Creative Strategies, Ben Bajarin menyampaikan bahwa persoalan yang dihadapi Apple lebih luas daripada hanya pembaruan Siri.
Ia menyebut Apple belum menunjukkan hasil nyata dari investasi di bidang AI, yang menyebabkan kepercayaan terhadap kemampuan inovatif perusahaan mulai goyah.
Tekanan di Tengah Perubahan Kepemimpinan
Desakan untuk mengganti Tim Cook muncul di tengah perubahan signifikan dalam jajaran pimpinan Apple.
Chief Operating Officer, Jeff Williams, yang telah lama menjabat, akan pensiun pada Juli 2025 dan posisinya akan diisi oleh Sabih Khan yang saat ini menjabat sebagai senior vice president of operations.
Penunjukan Khan juga dipertanyakan oleh para analis karena latar belakangnya yang serupa dengan Cook, yakni fokus pada logistik dan manajemen rantai pasokan.
Sementara itu, Chief Financial Officer Luca Maestri juga telah digantikan pada awal 2025, meskipun masih menjabat sebagai wakil presiden layanan korporat.
Perubahan-perubahan ini terjadi saat Apple menghadapi tantangan eksternal, termasuk tekanan tarif dari Donald Trump, pembatasan baru dari Uni Eropa atas App Store, serta gugatan antimonopoli yang diizinkan untuk terus berlanjut oleh pengadilan federal.
Rekam Jejak Tim Cook
Di bawah kepemimpinan Cook, kapitalisasi pasar Apple melonjak dari sekitar USD342 miliar pada 2011 menjadi hampir USD3 triliun saat ini.
Produk-produk seperti Apple Watch dan AirPods dikembangkan di bawah kepemimpinannya dan berhasil mengukuhkan posisi Apple di pasar perangkat wearable.
Bahkan, Apple menguasai hampir seperempat pangsa pasar global untuk perangkat wearable pada kuartal IV 2024.
Namun, beberapa proyek besar Apple juga gagal memenuhi ekspektasi dalam beberapa tahun terakhir.
Headset Vision Pro yang diluncurkan pada 2023 senilai USD 3.500 masih belum menjadi produk mainstream.
Selain itu, Apple juga menghentikan proyek pengembangan mobil listrik, Project Titan, pada 2024 setelah satu dekade penelitian.
Beberapa analis memperingatkan bahwa mengganti Tim Cook di tengah situasi ini bisa mengganggu stabilitas perusahaan.
“Saya rasa hal terakhir yang Anda inginkan adalah mengguncang kapal lebih jauh dengan mempertaruhkan posisi Tim Cook,” kata analis CFRA Research, Angelo Zino.
Ia menyarankan bahwa solusi untuk tantangan AI bisa berupa akuisisi atau peningkatan kerja sama, bukan pergantian CEO.
(AKM/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
