Politik
Prabowo Sebut Gerakan ‘Indonesia Gelap’ dan ‘Kabur Aja Dulu’ Dibiayai Koruptor
Prabowo menyatakan gerakan demonstrasi bertajuk ‘Indonesia Gelap’ dan #kaburajadulu merupakan hasil rekayasa yang dibiayai oleh para koruptor.
MPN Indonesia 22 Juli 2025 - Presiden Prabowo Subianto menyatakan bahwa gerakan demonstrasi bertajuk ‘Indonesia Gelap’ dan kampanye daring seperti #kaburajadulu merupakan hasil rekayasa yang dibiayai oleh para koruptor.
Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo dalam pidato di Kongres Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang digelar di Gedung Edutorium KH Ahmad Dahlan, Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Jawa Tengah, pada Minggu (20/7).
Menurut Prabowo, pihak-pihak yang terlibat dalam gerakan tersebut memanfaatkan teknologi, media sosial, dan sumber daya keuangan untuk menyebarkan pesimisme serta melemahkan semangat kebangsaan.
“Rakyat Indonesia menangkap siapa pemimpin yang benar dan siapa yang tidak benar. Ada orang-orang yang berperan sebagai orang pinter, berperan sebagai pemimpin, tetapi yang disebarkan adalah pesimisme,” katanya dikutip MPN Indonesia dari siaran langsung YouTube Partai Solidaritas Indonesia, Selasa (22/7).
Lebih lanjut, Prabowo menekankan bahwa Indonesia tidak berada dalam kegelapan, melainkan memiliki prospek masa depan yang cerah.
“Indonesia gelap, Indonesia gelap. Sorry ye, Indonesia cerah. Masa depan Indonesia cerah. Saya sudah lihat angka-angkanya, kekayaan kita luar biasa, tinggal kita bisa mengelola atau tidak, tinggal kita berani atau tidak,” ungkapnya.
Ia juga menyoroti motif di balik gerakan-gerakan tersebut sebagai upaya terorganisir yang direkayasa untuk menciptakan kegaduhan nasional dan dibiayai oleh para koruptor.
“Ternyata memang ini adalah rekayasa. Ini dibuat-buat. Ini dibayar oleh siapa? oleh mereka-mereka yang ingin Indonesia selalu gaduh, Indonesia selalu miskin. Iya, koruptor-koruptor itu yang biayai demo-demo itu,” kata Prabowo.
Asal-usul Dugaan Keterlibatan Koruptor dengan Gerakan Indonesia Gelap
Pernyataan Presiden Prabowo mencuat di tengah sorotan terhadap pengacara Marcella Santoso yang menjadi tersangka kasus perintangan penyidikan korupsi di Kejaksaan Agung.
Dalam tayangan video berdurasi 4 menit 41 detik yang diputar Kejaksaan Agung saat konferensi pers pada Selasa (17/6) lalu, Marcella mengaku bahwa telah menyebarkan isu negatif di pemerintahan Prabowo terkait RUU TNI dan isu ‘Indonesia Gelap’.
“Terdapat juga isu pemerintahan Bapak Presiden Prabowo seperti petisi RUU TNI dan juga Indonesia Gelap,” ungkapnya dalam video tersebut.
Namun, sehari kemudian, pada Rabu (18/6), Marcella membantah membuat konten tentang RUU TNI dan ‘Indonesia Gelap’. Saat ditanya apakah ia dipaksa membuat konten tersebut oleh penyidik atau pihak lain, Marcella enggan memberikan jawaban.
Dalam pengembangan kasus ini, Kejaksaan Agung menyebut Marcella membayar sejumlah pihak untuk menyebarkan narasi negatif.
Ketua Cyber Army M. Adhiya Muzakki disebut menerima Rp864,5 juta untuk memimpin 150 buzzer, sedangkan mantan Direktur Pemberitaan JakTV, Tian Bahtiar, menerima Rp487 juta dari Marcella. Keduanya diduga menyebarkan dan memberitakan konten yang menyerang Kejaksaan Agung.
Selain itu, pengacara Junaedi Saibih juga telah ditetapkan sebagai tersangka dengan dugaan mengorganisasi unjuk rasa dan seminar terkait isu tersebut.
Kronologi dan Tuntutan Aksi ‘Indonesia Gelap’ oleh Mahasiswa
Aksi ‘Indonesia Gelap’ yang dimotori oleh mahasiswa dan masyarakat sipil berlangsung sebanyak tiga kali di kawasan Patung Kuda, Gambir, Jakarta Pusat.
Aksi pertama berlangsung pada 17 Februari di mana massa aksi melakukan unjuk rasa untuk menyuarakan 13 tuntutan, termasuk kritik terhadap efisiensi APBN 2025 dan RUU Minerba.
Aksi kedua berlangsung pada 20 Februari saat BEM SI memberikan tenggat waktu dua kali 24 jam kepada Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi untuk menanggapi sembilan tuntutan mahasiswa. Prasetyo menyatakan pemerintah akan menanggapi tuntutan tersebut secara dialogis.
Aksi terakhir berlangsung tanggal 21 Februari di mana koalisi masyarakat sipil menggelar aksi lanjutan dengan membawa 28 tuntutan, memperluas tekanan kepada pemerintah dalam berbagai isu nasional.
Politikus Syahganda Nainggolan Respons Tudingan Prabowo
Politikus sekaligus Ketua Dewan Direktur Great Institute, Syahganda Nainggolan dalam diskusinya di kanal YouTube Forum Keadilan TV yang diunggah pada Selasa (22/7) merespons tudingan Prabowo soal gerakan ‘Indonesia Gelap’.
Ia menyatakan bahwa gerakan tersebut lahir dari kondisi masyarakat tanpa ditunggangi kepentingan elite.
“Dari riset saya itu memang itu fakta natural. Indonesia Gelap ya, #kaburajadulu. Itu bukan sesuatu yang salah ya. Itu sesuatu yang menjadi fakta dan itu di dalam recent big data dia tuh adalah organik sifatnya bukan alamiah bukan direkayasa,” tuturnya dikutip MPN Indonesia, Selasa (22/7).
Lebih lanjut, Syahganda menyoroti faktor-faktor gerakan aksi ini akibat krisis lapangan kerja dan generasi muda yang hilang harapan.
Tak hanya itu, penyakit korupsi yang menjangkiti negara juga menghancurkan kepercayaan publik hingga publik terdorong untuk menggerakkan aksi ini.
“Publik melihat pejabat hanya merampok sementara rakyat menderita,” kata Syahganda.
(AKM/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
