Connect with us

Politik

Prabowo Sebut Mazhab Serakahnomics jadi ‘Vampir’ di Sektor Pangan RI

Prabowo mengangkat isu ketimpangan sistem distribusi pangan nasional yang dinilainya merugikan petani dan masyarakat luas.

Logompn

Published

on

Prabowo Sebut Mazhab Serakahnomics jadi 'Vampir' di Sektor Pangan RI
Prabowo Subianto menyampaikan sambutannya pada peluncuran kelembagaan 80.081 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP/KKMP) di Kopdes Merah Putih Bentangan, Wonosari, Senin (21/7) | Gambar: BPMI Setpres

MPN Indonesia 22 Juli 2025 - Presiden Prabowo Subianto mengangkat isu serius terkait ketimpangan dalam sistem distribusi pangan nasional yang dinilainya merugikan petani dan masyarakat luas.

Saat peluncuran kelembagaan 80.081 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP/KKMP) di Koperasi Desa Merah Putih Bentangan, Kabupaten Klaten, Prabowo memperkenalkan istilah “serakahnomics”.

Istilah itu digunakan Prabowo sebagai bentuk kritik terhadap pola ekonomi yang hanya mengutamakan keuntungan tanpa memperhatikan keadilan, khususnya di sektor pangan.

Menurutnya, model seperti ini harus diakhiri demi mewujudkan sistem ekonomi yang berpihak pada rakyat.

“Ada yang mengatakan ada mazhab ekonomi liberal, neoliberal, klasik, pasar bebas, sosialis, ekonomi komando dan sebagainya. Ini bukan. Ini lain. Ini saya beri nama. Serakahnomics. Ini adalah serakahnomics,” kata Prabowo pada Senin (21/7).

Bakal Tindak Pelaku Usaha yang Tak Patuh Aturan

Salah satu praktik yang disorot Prabowo adalah dugaan kecurangan dalam sektor penggilingan padi.

Ia menyampaikan bahwa sejumlah pelaku usaha besar membeli gabah dari petani dengan harga di bawah pasar, lalu menjualnya kembali sebagai beras premium di atas harga eceran tertinggi.

Prabowo menegaskan bahwa jika pelaku usaha tersebut tidak mematuhi kepentingan nasional, maka negara akan mengambil tindakan tegas.

“Saya katakan, saya akan sita penggiling-penggiling padi itu. Saya akan sita dan akan saya serahkan kepada koperasi untuk dijalankan,” ujarnya.

Potensi Kerugian Negara Tembus Rp100 Triliun

Prabowo mengungkapkan potensi kerugian negara akibat praktik semacam itu bisa mencapai Rp100 triliun setiap tahun.

Ia menyebutkan, dana sebesar itu seharusnya bisa digunakan untuk pembangunan infrastruktur penting seperti sekolah.

Baca Juga:  Prabowo Lantik Wakil Panglima TNI, Kepala Badan Pertahanan, dan Resmikan Satuan Baru

“Kalau kita tertibkan ini, kita punya Rp100 triliun tiap tahun. Kita hanya mampu memperbaiki 11 ribu sekolah tahun ini, anggarannya Rp19 triliun. Kalau saya punya Rp100 triliun tiap tahun, berarti kita bisa perbaiki 100 ribu sekolah,” jelasnya.

Ajak Semua Elemen Bertindak Tegas

Pada kesempatan itu, Prabowo menekankan pentingnya keberanian negara dalam menegakkan Pasal 33 UUD 1945.

Ia mengajak seluruh elemen bangsa, termasuk lembaga legislatif dan kepala desa di seluruh Indonesia, untuk bersatu melawan sistem ekonomi yang merugikan kepentingan nasional.

Prabowo juga menyampaikan bahwa dengan teknologi seperti laboratorium mutu daerah dan kecerdasan buatan, praktik-praktik curang dalam rantai distribusi pangan kini lebih mudah dilacak.

Namun, menurutnya, kekuatan utama tetap terletak pada kemauan politik dan keberanian menegakkan hukum demi kesejahteraan rakyat.

“Mari kita tegakkan kebenaran dan keadilan. Kita tegakkan kepentingan bangsa dan rakyat di atas segala kepentingan lain. Jangan kita lihat partai, kelompok, jangan. Hanya di dada kita hanya merah putih,” pungkasnya.

(AKM/NID/RAD)

Trending