Connect with us

Internasional

Presiden Prancis Gugat Podcaster asal Amerika usai Tuding Brigitte Macron sebagai Pria

Emmanuel Macron ajukan gugatan pencemaran nama baik atas tuduhan Candace Owens yang menyebut Brigitte Macron adalah pria.

Logompn

Published

on

Presiden prancis gugat candace owens gara gara tuduhan brigitte macron adalah pria
Presiden Prancis Gugat Candace Owens Gara-Gara Tuduhan Brigitte Macron Adalah Pria | Gambar: Instagram/@brigittemacron__, @candaceshow

MPN Indonesia 25 Juli 2025 - Presiden Prancis Emmanuel Macron dan istrinya, Brigitte Macron, mengajukan gugatan pencemaran nama baik sebanyak 22 tuduhan terhadap podcaster Candace Owens di Pengadilan Tinggi Delaware, Amerika Serikat, pada Rabu (24/7).

Gugatan ini dilayangkan menyusul tuduhan Owens yang menyebarkan teori konspirasi bahwa Brigitte Macron adalah seorang pria.

Owens diduga telah menyebarkan fitnah ini selama satu tahun terakhir melalui berbagai platform media sosial.

Menurut pernyataan pengacara keluarga Macron, Tom Clare, Owens memulai kampanye tersebut pada Maret 2024 melalui sebuah video di YouTube berjudul Is France’s First Lady a Man? yang kemudian dipromosikan secara luas di platform X.

Clare menyatakan bahwa pihak Macron telah meminta Owens berhenti menyebarkan tuduhan tersebut selama satu tahun terakhir.

“Gugatan ini adalah upaya terakhir setelah permintaan kami tidak diindahkan,” ujarnya dikutip MPN Indonesia dari CNN, Jumat (25/7).

Macron Sebut Alami Kerugian Besar Akibat Tuduhan Owens

Dalam pengaduan resmi, pihak Macron menyatakan bahwa tuduhan Owens telah menyebabkan kerugian besar terhadap kehidupan pribadi mereka.

Padahal, menurut dokumen pengadilan, Owens telah diberikan bukti tak terbantahkan yang menunjukkan bahwa Brigitte Macron lahir sebagai perempuan dengan nama Brigitte Trogneux.

Bukti tersebut juga menegaskan bahwa Brigitte bukan kerabat biologis Emmanuel Macron dan bahwa tidak ada keterlibatan kekuatan asing, termasuk program CIA, seperti yang disebarkan oleh Owens.

Masih dilansir dari sumber yang sama, pihak Macron menyebut bahwa setiap kali meninggalkan rumah, mereka sadar bahwa banyak orang telah mendengar dan mempercayai klaim tersebut.

Baca Juga:  Thailand Lantik 14 Menteri Baru di Tengah Penangguhan PM Paetongtarn

“Ini bersifat invasif, tidak manusiawi, dan sangat tidak adil,” tulis pengaduan itu.

Sementara itu, Owens menanggapi gugatan ini melalui Instagram dengan mengunggah tangkapan layar artikel tentang gugatan tersebut, disertai foto pasangan Macron lengkap dengan keterangan, “Saya akan datang untuk wig ini hari ini. Nantikan.”

Ia kemudian mengunggah video di YouTube dan menyebut gugatan ini sebagai strategi hubungan masyarakat yang jelas dan putus asa.

Tuduhan Serupa Sempat Mencuat di Tahun 2022

Sebelumnya, pada tahun 2022, Brigitte Macron juga telah menggugat dua perempuan Prancis yang menyebarkan klaim serupa.

Meskipun memenangkan gugatan awal, kedua perempuan tersebut kemudian memenangkan banding, dan kasus tersebut kini naik ke pengadilan yang lebih tinggi, menurut laporan dari CNN dan BFMTV.

Emmanuel Macron pernah menyinggung rumor ini dalam sebuah acara di Paris pada Maret 2024. Ia menyatakan bahwa bagian terburuk dari menjadi presiden adalah harus menghadapi informasi palsu dan cerita yang dibuat-buat.

“Orang-orang akhirnya mempercayainya, dan itu mengganggu hidup Anda, bahkan di saat-saat paling pribadi,” tambahnya.

Sementara itu pihak Istana Elysee menyebut bahwa gugatan ini merupakan urusan pribadi dan tidak akan memberikan komentar lebih lanjut terkait proses hukum yang sedang berjalan.

(ADN/NID/RAD)

Trending