Connect with us

Internasional

Merasa Berjasa Damaikan Thailand-Kamboja, Trump: Saya Presiden Perdamaian

Donald Trump sebut dirinya berperan penting dalam tercapainya gencatan senjata antara Thailand dan Kamboja.

Logompn

Published

on

Donald trump merasa berjasa dalam mendamaikan thailand kamboja saya presiden perdamaian
Donald Trump Merasa Berjasa dalam Mendamaikan Thailand-Kamboja Saya Presiden Perdamaian | Gambar: Kolase Instagram/@whitehouse

MPN Indonesia 30 Juli 2025 - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengklaim dirinya berperan penting dalam tercapainya gencatan senjata antara Thailand dan Kamboja.

Pernyataan itu ia sampaikan melalui unggahan di platform Truth Social pada Senin (28/7), setelah berbicara langsung dengan Plt Perdana Menteri Thailand, Phumtham Wechayachai, dan Perdana Menteri Kamboja, Hun Manet.

Dalam unggahan tersebut, Trump menyebut bahwa keterlibatannya secara langsung mendorong kedua negara menuju resolusi damai dari konflik internasional. Ia juga menyampaikan bahwa ribuan nyawa telah berhasil diselamatkan berkat kesepakatan gencatan senjata tersebut.

“Saya senang mengumumkan bahwa, setelah keterlibatan Presiden Donald J. Trump, kedua negara telah mencapai gencatan senjata dan perdamaian. Saya telah mengakhiri banyak perang hanya dalam enam bulan. Saya bangga menjadi presiden perdamaian,” katanya dikutip MPN Indonesia pada Rabu (30/7).

Dalam keterangan lain, Trump menambahkan bahwa dirinya telah memberikan tekanan diplomatik dan ekonomi dalam komunikasi dengan kedua pemimpin.

“Saya mengatakan pada mereka, kami tidak akan bikin perjanjian dagang kalau kalian belum selesaikan perang ini,” ujar Trump kepada media di Skotlandia, Minggu (27/7).

Sebelumnya, Trump sempat melayangkan ancaman kepada kedua negara tersebut dengan mengatakan bahwa dirinya akan melanjutkan negosiasi dagang dengan Thailand dan Kamboja setelah tercapainya perdamaian.

“Saat semuanya selesai dan perdamaian tercapai, saya menantikan menyelesaikan kesepakatan dagang kita!” katanya lewat Social Truth setelah menghubungi dengan pihak Thailand dan Kamboja.

Malaysia Fasilitasi Kesepakatan Genjatan Senjata Thailand-Kamboja

Selain Trump, perdamaian antara Thailand dan Kamboja juga diumumkan oleh Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, dalam konferensi pers di Putrajaya. Malaysia, sebagai ketua ASEAN tahun ini, diketahui memfasilitasi pembicaraan damai antara kedua negara.

Baca Juga:  Perang 2 Hari, Kamboja Desak Gencatan Senjata dengan Thailand

Dalam pernyataannya, Anwar menyampaikan bahwa kedua negara menyepakati gencatan senjata tanpa syarat yang mulai berlaku pada Senin (28/7) tengah malam waktu setempat.

“PM Hun Manet dan Plt PM Phumtham telah menyatakan posisi dan kesediaan mereka untuk segera melakukan gencatan senjata,” kata Anwar Ibrahim.

Ia menegaskan bahwa ini adalah langkah awal penting menuju de-eskalasi konflik serta pemulihan perdamaian dan stabilitas kawasan.

Sejumlah agenda lanjutan dirancang untuk memperkuat implementasi gencatan senjata dan membangun komunikasi antara kedua pihak. Di antaranya:

  • Pertemuan informal antar komandan militer dari Thailand dan Kamboja dijadwalkan pada Selasa (29/7/2025) pukul 07.00 waktu setempat.
  • Pertemuan lintas batas antar delegasi resmi kedua negara direncanakan berlangsung pada 4 Agustus 2025 di Kamboja.

Langkah-langkah ini disebut oleh Anwar Ibrahim sebagai bagian dari komitmen kedua negara untuk meredakan ketegangan dan membangun kembali kepercayaan serta stabilitas kawasan.

(ADN/NID/RAD)

Trending