Connect with us

Internasional

2.000 Lebih Warga Gaza Meninggal Dunia saat Menunggu Perawatan dan Evakuasi

Sebanyak 2.027 pasien Gaza dilaporkan meninggal saat menunggu perawatan atau evakuasi medis sejak Oktober 2023. Lebih dari 21.000 pasien masih menunggu.

Actress 1299250

Published

on

2.000 Lebih Warga Gaza Meninggal Dunia saat Menunggu Perawatan dan Evakuasi
2.000 Lebih Warga Gaza Meninggal Dunia saat Menunggu Perawatan dan Evakuasi. Gambar: Dok. The New Arab

Sebanyak 2.027 warga Palestina di Jalur Gaza dilaporkan meninggal dunia saat menunggu perawatan dan evakuasi medis sejak Oktober 2023.

MPN Indonesia 16 Oktober 2026 - Direktur Bantuan Medis Gaza, Mohammed Abu Afash, mengungkapkan jumlah korban tersebut pada Rabu (14/10).

Kematian pasien terjadi di tengah penutupan perlintasan serta pembatasan masuknya obat-obatan dan perlengkapan medis.

Abu Afash menyebut lebih dari 21.000 pasien masih membutuhkan evakuasi medis ke luar Gaza.

Namun, penutupan Perlintasan Rafah menghambat keberangkatan pasien yang membutuhkan penanganan khusus.

“Lebih dari 21.000 pasien membutuhkan evakuasi medis,” kata Abu Afash dikutip MPN Indonesia dari The New Arab, Jumat (16/10).

Ia menjelaskan tidak ada pasien yang berhasil meninggalkan Gaza melalui Perlintasan Rafah dalam lima hari terakhir.

Kondisi tersebut membuat pasien dengan penyakit serius harus menunggu lebih lama untuk mendapatkan perawatan.

Ribuan Pasien Gaza Membutuhkan Evakuasi Medis

Penundaan evakuasi medis berdampak pada warga Palestina yang membutuhkan pengobatan khusus di luar Jalur Gaza.

Abu Afash menyebut sejumlah kelompok pasien menghadapi risiko komplikasi akibat keterbatasan fasilitas kesehatan.

Kelompok pasien yang membutuhkan penanganan tersebut meliputi:

  • Pasien kanker yang membutuhkan pengobatan khusus.
  • Pasien gagal ginjal yang memerlukan perawatan berkelanjutan.
  • Pasien penyakit jantung yang membutuhkan penanganan medis.
  • Pasien penyakit kronis lainnya yang tidak mendapatkan perawatan sesuai kebutuhan.

“Mereka yang menunggu keberangkatan termasuk pasien kanker, penderita gagal ginjal dan penyakit jantung, serta penderita penyakit kronis lainnya yang membutuhkan perawatan khusus yang tidak tersedia di Gaza. Penundaan dapat memperburuk kondisi mereka dan menyebabkan komplikasi yang berpotensi fatal,” jelas Abu Afash.

Baca Juga:  Warga Palestina Gelar Salat Gaib untuk 3 TNI yang Gugur di Lebanon

Komite Rujukan Medis Gaza di Kementerian Kesehatan memperkirakan proses evakuasi seluruh pasien dalam daftar tunggu membutuhkan waktu hingga empat tahun.

Perkiraan tersebut berdasarkan mekanisme evakuasi yang berlaku, tanpa memperhitungkan penambahan pasien baru.

Dengan adanya rujukan medis baru setiap bulan, penyelesaian seluruh antrean diperkirakan membutuhkan waktu sekitar delapan tahun.

Pasien Kanker Palestina Menunggu Kesempatan Berobat

Seorang pasien kanker bernama Doghmosh (45) termasuk warga Palestina yang masih menunggu evakuasi medis. Ibu lima anak tersebut menderita limfoma dan kanker payudara.

Pada 5 Februari 2024, suaminya meninggal dunia akibat serangan udara Israel. Dua bulan kemudian, Doghmosh didiagnosis menderita kedua jenis kanker tersebut.

Ia menjalani perawatan di rumah sakit selama lebih dari dua bulan tanpa mendapatkan penanganan yang memadai.

Dokter kemudian mengeluarkan rujukan medis darurat agar Doghmosh dapat menjalani pengobatan di luar Gaza.

“Para dokter telah melakukan segala yang bisa dilakukan, tetapi tidak ada obat atau perawatan yang tersedia untuk kondisi saya, itulah sebabnya mereka mengeluarkan rujukan medis darurat,” ungkap Doghmosh.

Doghmosh mengaku belum mendapatkan kepastian keberangkatan meskipun telah menerima rujukan medis.

Ia juga mengkhawatirkan kondisi kesehatannya selama menunggu evakuasi.

“Sejak hari itu, saya telah menunggu dengan sia-sia. Hanya sejumlah kecil pasien yang berhasil meninggalkan Gaza, dan ada orang lain di depan saya dalam antrean. Saya takut akan meninggal sebelum giliran saya tiba,” katanya.

Penyakit tersebut menyebabkan berat badannya turun lebih dari 40 kilogram.

Ia juga mengkhawatirkan nasib kelima anaknya apabila meninggal dunia sebelum mendapatkan pengobatan.

Fasilitas Kesehatan Gaza Beroperasi dengan Sumber Daya Terbatas

Selain hambatan evakuasi, fasilitas kesehatan di Jalur Gaza mengalami kekurangan obat-obatan dan peralatan medis.

Baca Juga:  Raja Yordania Tolak Langsung di Depan Muka Trump Terkait Rencana Relokasi Palestina

Keterbatasan tersebut mencakup layanan laboratorium, radiologi, ruang operasi, serta perlengkapan diagnostik.

Abu Afash menyampaikan lebih dari 574 pusat kesehatan beroperasi sebelum perang. Saat ini, hanya 227 fasilitas yang masih memberikan pelayanan dengan sumber daya terbatas.

Kondisi tersebut memengaruhi pelayanan kesehatan bagi pasien penyakit kronis, perempuan hamil, dan anak-anak.

Sejumlah tindakan medis juga tidak dapat dilakukan akibat keterbatasan perlengkapan dan fasilitas.

Kementerian Kesehatan Gaza menyatakan penutupan Perlintasan Rafah menghambat keberangkatan pasien yang telah mendapatkan persetujuan perjalanan.

Penutupan tersebut juga mengganggu jadwal evakuasi medis yang sebelumnya dikoordinasikan tiga hari dalam seminggu.

Kementerian meminta organisasi internasional, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), dan organisasi hak asasi manusia mendorong pembukaan kembali perlintasan tersebut.

Permintaan itu ditujukan untuk memfasilitasi keberangkatan pasien kritis dan korban luka berat.

 (RAD/NID/RAD)



Keturunan Indonesia, Alvin Tedjo Resmi Terpilih jadi Wali Kota Mississauga Kanada
Internasional9 minutes ago

Keturunan Indonesia, Alvin Tedjo Resmi Terpilih jadi Wali Kota Mississauga Kanada

Harga Perak Antam Hari Ini 28 Oktober 2026 Naik Dua Hari Beruntun
Ekonomi2 hours ago

Harga Perak Antam Hari Ini 28 Oktober 2026 Naik Dua Hari Beruntun

Harga Minyak Dunia Hari Ini 28 Oktober 2026 Naik Kembali Dekati Level Tertinggi dalam Empat Tahun
Ekonomi2 hours ago

Harga Minyak Dunia Hari Ini 28 Oktober 2026 Naik, Kembali Dekati Level Tertinggi dalam Empat Tahun

Roma vs Cagliari 4 2 Sempat Tertinggal, Roma Berhasil Balikkan Keadaan
Olahraga2 hours ago

Roma vs Cagliari 4-2: Sempat Tertinggal, Roma Berhasil Balikkan Keadaan

KRL Jakarta-Bogor Keluarkan Percikan Api, Diduga Berasal dari Pantograf
Viral2 hours ago

KRL Jakarta-Bogor Keluarkan Percikan Api dan Asap di Stasiun Jakarta Kota, Penumpang Panik

Sassuolo vs Lazio 2 6 Lazio Pesta Gol, Puncaki Klasemen Sementara Serie A
Olahraga2 hours ago

Sassuolo vs Lazio 2-6: Jay Idzes Tak Dimainkan, Lazio Puncaki Klasemen Sementara Serie A

Torino vs Como 1 3 i Lariani Comeback, Nico Paz Tampil Gemilang
Olahraga2 hours ago

Torino vs Como 1-3: I Lariani Comeback, Nico Paz Tampil Gemilang

PSS vs Borneo 1 2 Bermain 10 Pemain, Super Elang Jawa Tak Mampu Tahan Serangan Pesut Etam
Olahraga3 hours ago

PSS vs Borneo 1-2: Bermain 10 Pemain, Super Elang Jawa Tak Mampu Tahan Serangan Pesut Etam

Tak Hanya Jaga Mangrove, Flora Potensi Prioritaskan Kesejahteraan Warga Pesisir di Aceh
Berita3 hours ago

Tak Hanya Jaga Mangrove, Flora Potensi Prioritaskan Kesejahteraan Warga Pesisir di Aceh

Tema Hari Sumpah Pemuda 2026 Makna dan Filosofi Logo Resmi
Berita3 hours ago

Tema Hari Sumpah Pemuda 2026: Makna dan Filosofi Logo Resmi

Fleetwood vs Arsenal 1 1 (5 3) The Gunners Tersingkirkan usai Kalah Adu Penalti
Olahraga4 hours ago

Fleetwood vs Arsenal 1-1 (5-3): The Gunners Tersingkirkan usai Kalah Adu Penalti

100 Ucapan Hari Sumpah Pemuda 2026 untuk WA, IG, Cocok untuk Caption
Berita4 hours ago

100 Ucapan Hari Sumpah Pemuda 2026 untuk WA, IG, Cocok untuk Caption

Mangrove Reserve Formation Gandeng Mahasiswa dan Masyarakat di Langsa untuk Dukung Pelestarian Mangrove Aceh
Berita19 hours ago

Mangrove Reserve Formation Gandeng Mahasiswa dan Masyarakat di Langsa untuk Dukung Pelestarian Mangrove Aceh

TKA di Kalteng Ditunda akibat Karhutla, Simak Jadwal Terbarunya
Berita20 hours ago

TKA di Kalteng Ditunda akibat Karhutla, Simak Jadwal Terbarunya

WNA Asal Taiwan Ditetapkan jadi Tersangka Utama Dugaan Penyeludupan 1,16 Ton Ketamin
Kriminal20 hours ago

WNA Asal Taiwan Ditetapkan jadi Tersangka Utama Dugaan Penyeludupan 1,16 Ton Ketamin

Trending