Connect with us

Internasional

5 Orang Tewas dalam Kasus Penembakan di New York

Lima orang tewas dalam insiden penembakan di gedung pencakar langit di kawasan Midtown Manhattan, Amerika Serikat, Senin (28/7).

Logompn

Published

on

5 orang tewas dalam kasus penembakan di new york
Polisi New York saat berada di lokasi penembakan di 345 Park Ave., New York, AS | Gambar: Bloomberg/Victor J. Blue

MPN Indonesia 30 Juli 2025 - Lima orang tewas dalam insiden penembakan yang terjadi pada Senin malam (28/7) di sebuah gedung pencakar langit di kawasan Midtown Manhattan, New York City, Amerika Serikat.

Di antara korban tewas adalah seorang anggota Kepolisian New York (NYPD) yang diketahui bernama Didarul Islam (36), seorang imigran asal Bangladesh.

Pelaku penembakan, Shane Devon Tamura (27), yang berasal dari Las Vegas, juga ditemukan tewas akibat luka tembak yang diduga dilakukan sendiri.

Kronologi Kejadian

Dikutip MPN Indonesia dari ABC News, penembakan terjadi tepat sebelum pukul 18.30 di gedung kantor 345 Park Ave dan 52nd Street, lokasi kantor pusat beberapa perusahaan besar seperti Blackstone dan National Football League.

Tamura memasuki gedung sambil membawa senapan M4 berkekuatan tinggi, lalu menembakkan senjatanya secara acak.

Setelah menembakkan senjatanya, pelaku diketahui membarikade diri di lantai 33 gedung tersebut sebelum ditemukan meninggal dunia.

Komisaris NYPD, Jessica Tisch, mengatakan bahwa Tamura melakukan perjalanan dari Las Vegas ke New York City menggunakan mobil sebelum melancarkan aksinya.

Aksi tersebut mengakibatkan empat orang tewas, termasuk seorang petugas polisi yang saat itu sedang tidak bertugas, serta satu orang mengalami luka kritis.

Sementara itu, pelaku juga tewas usai diduga menembak dirinya sendiri.

Didarul Islam Dikenang sebagai Sosok Heroik

Didarul Islam saat itu tengah bertugas sebagai petugas keamanan berbayar di gedung pencakar langit tersebut.

Konsep tugas ini memungkinkan perusahaan untuk mempekerjakan polisi berseragam guna memberikan keamanan tambahan.

Wali Kota New York, Eric Adams, menyebut Islam sebagai sosok heroik yang mempertaruhkan nyawanya untuk menyelamatkan orang lain.

Baca Juga:  Bareskrim Polri Ungkap Perdagangan Gading Gajah Ilegal di Sukabumi dan Jakarta

“Kita kehilangan empat nyawa akibat tindakan kekerasan bersenjata, termasuk seorang anggota Departemen Kepolisian Kota New York, Opsir Islam,” ujar Adams dalam konferensi pers malam itu, dikutip MPN Indonesia dari Reuters.

Adams menambahkan bahwa Islam adalah seorang veteran kepolisian yang telah bertugas selama 3,5 tahun, dan menyebutnya sebagai orang yang mencintai kota dan beriman kepada Tuhan.

Komisioner Tisch menyampaikan bahwa Islam telah berkeluarga, memiliki dua anak kecil, dan sang istri sedang mengandung anak ketiga mereka.

“Dia melakukan pengorbanan terbesar—ditembak dengan darah dingin,” ungkap Tisch.

FBI Turun Tangan

FBI dan aparat lokal segera merespons lokasi kejadian untuk memberikan bantuan. Gubernur New York, Kathy Hochul, juga dilaporkan telah mendapatkan pengarahan terkait peristiwa tersebut.

Sementara itu. firma akuntansi KPMG yang berkantor di gedung yang sama menyampaikan pernyataan belasungkawa.

“Kami sangat berterima kasih atas keberanian petugas keamanan gedung dan penegak hukum,” ujar KPMG.

(ADN/NID/RAD)

Trending