Internasional
Kotoran Putin saat Hadiri KTT Alaska Dibawa Pulang Bodyguard, Ini Alasannya
Putin dilaporkan membawa pulang kotorannya sendiri lewat sang bodyguard selama menghadiri KTT dengan Trump di Alaska, ternyata ini alasannya.
MPN Indonesia 23 Agustus 2025 - Presiden Rusia Vladimir Putin dilaporkan membawa pulang kotorannya sendiri lewat sang bodyguard selama menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Alaska pada Jumat (18/8).
Kotoran tersebut dikumpulkan oleh anggota Dinas Perlindungan Federal (FPS) Rusia dan disimpan dalam kantong khusus, lalu dibawa pulang dalam koper khusus ke Rusia.
“Para bodyguard Putin mengumpulkan kotorannya dan membawanya kembali ke Rusia ketika pemimpin tersebut bepergian ke luar negeri,” bunyi laporan The Express US, dikutip MPN Indonesia pada Sabtu (23/8).
Menurut laporan jurnalis investigasi Regis Gente dan Mikhail Rubin yang dikutip The Express US, praktik pengumpulan kotoran ini telah berlangsung sejak kunjungan Putin ke Prancis pada Mei 2017.
Jurnalis Farida Rustamova juga melaporkan bahwa praktik ini dilakukan saat kunjungan ke Wina, dengan penggunaan toilet portabel.
Langkah Keamanan untuk Lindungi Riwayat Medis
Pengumpulan kotoran ini dilakukan oleh personel FPS, yang bertugas menyimpan limbah dalam kantong khusus dan menempatkannya dalam koper yang dirancang khusus.
Tujuannya adalah mencegah pengumpulan sampel biologis yang bisa digunakan untuk menganalisis kondisi kesehatan presiden Rusia tersebut. Praktik ini dilaporkan sudah diterapkan sejak awal masa kepemimpinan Putin pada 1999.
Selama KTT Alaska, sejumlah langkah keamanan ketat diterapkan, termasuk pengawalan ketat dari bodyguard Putin. Meskipun laporan ini dianggap tidak biasa, pihak Kremlin tidak memberikan komentar langsung terkait isu tersebut.
Simpang Siur Kondisi Kesehatan Putin
Kabar mengenai pengumpulan kotoran Putin muncul di tengah spekulasi yang tersus bermunculan soal kesehatannya.
Pada November 2024, Putin terlihat menghentakkan kakinya saat konferensi pers di Astana, Kazakhstan. Pakar kesehatan berbasis di New York, Bob Berookhim, menduga gerakan tersebut bisa terkait dengan kondisi neurologis seperti Parkinson.
Putin juga tampak bergerak-gerak di kursinya saat bertemu Presiden Belarusia Alexandr Lukashenko pada tahun 2023.
The Express juga mencatat adanya dugaan bahwa Putin pernah mengalami serangan jantung dan sempat dirawat intensif di kediaman resminya.
(ADN/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
