Connect with us

Politik

Mendiktisaintek Brian Yuliarto jadi Kepala Badan Industri Mineral

Prabowo Subianto melantik Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto, sebagai Kepala Badan Industri Mineral, Senin (25/8).

Logompn

Published

on

Mendiktisaintek brian yuliarto jadi kepala badan industri mineral
Mendiktisaintek Brian Yuliarto jadi Kepala Badan Industri Mineral | Gambar: Dok. Kemdiktisaintek

MPN Indonesia 26 Agustus 2025 - Presiden Prabowo Subianto melantik Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto, sebagai Kepala Badan Industri Mineral di Istana Negara, Jakarta Pusat, Senin (25/8).

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa badan tersebut untuk pertama kalinya dipimpin langsung oleh Menteri Pendidikan Tinggi.

“Badan tersebut untuk pertama kalinya dijabat langsung oleh Menteri Pendidikan Tinggi. Karena di situ membutuhkan riset, membutuhkan penelitian lebih lanjut terhadap mineral-mineral strategis yang kita miliki,” ujar Prasetyo pada kesempatan yang sama.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebutkan bahwa Brian dipilih karena latar belakangnya yang dekat dengan riset dan teknologi.

“Karena itu dekat dengan riset dan science, terutama untuk rare earth karena butuh pengembangan. Karena rare earth dibutuhkan secara global oleh dunia, jadi ada perhatian khusus soal rare earth,” ungkap Airlangga.

Brian sendiri diketahui merupakan guru besar di Institut Teknologi Bandung (ITB).

Tugas Badan Industri Mineral

Prasetyo Hadi menjelaskan bahwa Brian Yuliarto akan mengemban sejumlah tugas penting dalam jabatannya sebagai Kepala Badan Industri Mineral.

Di antaranya adalah melindungi mineral-mineral strategis yang ada di Tanah Air agar tidak diselundupkan ke luar negeri dan juga mengidentifikasi seluruh mineral yang dimiliki di Indonesia.

“Berikutnya tentu melakukan riset tadi untuk mengolah mineral-mineral kita ini menjadi bermanfaat yang lebih optimal,” ucap Prasetyo.

Airlangga menambahkan bahwa badan ini akan fokus pada pengelolaan mineral langka seperti tanah jarang (rare earth).

Pengelolaan tersebut meliputi proses ekstraksi, perlindungan, hingga pengolahan di sektor industri.

Baca Juga:  Daftar Menteri Tertua dan Termuda Kabinet Merah Putih Prabowo-Gibran

Rare earth dinilai penting karena dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan magnet dan baterai.

Jadi Lembaga Independen

Menurut Prasetyo Hadi, pembentukan Badan Industri Mineral didorong oleh kebutuhan Indonesia dalam mengelola sumber daya alam, terutama mineral strategis, di tengah perkembangan teknologi global.

Ia menegaskan bahwa badan ini bersifat independen dan tidak berada di bawah Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

“Hampir seluruh mineral-mineral strategis berada di negara kita ini. Nah, karena itulah untuk bisa mengoptimalkan sumber daya alam, terutama mineral strategis ini, maka kita memutuskan ada satu kebutuhan untuk kita membentuk badan,” jelas Prasetyo.

(AKM/NID/RAD)

Trending