Internasional
Langgar Etik, PM Thailand Paetongtarn Shinawatra Resmi Dipecat Mahkamah Konstitusi
Mahkamah Konstitusi Thailand memberhentikan Perdana Menteri Paetongtarn Shinawatra karena melanggar standar etik terkait percakapan dengan mantan PM Kamboja, Hun Sen.
MPN Indonesia 30 Agustus 2025 - Perdana Menteri Thailand, Paetongtarn Shinawatra resmi diberhentikan dari jabatannya pada Jumat (29/8) setelah Mahkamah Konstitusi Thailand memutuskan bahwa ia melakukan pelanggaran serius terhadap standar etik.
Pemecatan ini terkait bocornya rekaman percakapan telepon yang menimbulkan kontroversi publik.
“Tindakan (Paetongtarn) tidak menjaga harga diri bangsa dan mengutamakan kepentingan pribadi daripada kepentingan negara, yang merupakan pelanggaran serius atau kegagalan dalam memenuhi standar etik,” demikian putusan MK Thailand, dikutip MPN Indonesia dari CNN World, Sabtu (30/8).
Dengan demikian, status skorsing yang sebelumnya dijatuhkan kini berakhir, dan Paetongtarn secara resmi dicopot dari jabatan Perdana Menteri.
Kontroversi Rekaman Telepon dengan Hun Sen
Sebelum pemecatan, Paetongtarn telah diskors oleh Mahkamah Konstitusi sejak bulan lalu akibat percakapan teleponnya dengan mantan Perdana Menteri Kamboja, Hun Sen, yang bocor ke publik.
Dalam rekaman tersebut, Paetongtarn terdengar mendiskreditkan militer Thailand dalam upaya mencari solusi konflik perbatasan.
Ia kemudian mengklarifikasi bahwa ucapannya hanya merupakan “teknik negosiasi” dan menyampaikan permintaan maaf secara terbuka.
Paetongtarn juga berjanji tidak akan kembali melakukan pembicaraan pribadi dengan Hun Sen, yang dikenal sebagai sekutu politik ayahnya, mantan Perdana Menteri Thaksin Shinawatra.
Sebagai pengganti Paetongtarn, Wakil Perdana Menteri Phumtham Wechayachai ditunjuk untuk memimpin pemerintahan Thailand.
Ketegangan Diplomatik Thailand dan Kamboja
Pemecatan ini terjadi di tengah ketegangan diplomatik yang meningkat antara Thailand dan Kamboja.
Konflik bermula dari insiden baku tembak di wilayah sengketa Segitiga Zamrud pada Mei lalu, yang menewaskan seorang tentara Kamboja.
Dampak dari konflik tersebut antara lain pembatasan perdagangan dan pembatasan akses lintas negara.
Kamboja membatasi impor bahan bakar, menyetop impor buah dan sayur dari Thailand, serta melarang penayangan acara TV dan film asal Thailand.
Sebagai respons, Thailand menutup perbatasan dengan Kamboja dan memperpendek durasi visa bagi warga Kamboja.
Ketegangan semakin memuncak setelah terjadi ledakan ranjau di wilayah perbatasan yang memicu pertempuran terbuka antara kedua negara selama beberapa hari, sebelum akhirnya dicapai gencatan senjata melalui mediasi Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
(ADN/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi6 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
