Connect with us

Berita

Kemenhub Usul WFA/WFH untuk Nataru 2026, Ini Deretan Tanggalnya

Kemenhub usulkan WFA pada 21–22 Desember 2026 dan 4 Januari 2027. Rencana ini masih menunggu pembahasan bersama Kemenko PMK.

Actress 1299250

Published

on

Kemenhub Usul WFAWFH untuk Nataru 2026, Ini Deretan Tanggalnya
Kemenhub Usul WFA/WFH untuk Nataru 2026, Ini Deretan Tanggalnya. Gambar: Dok. Ilustrasi Canva

MPN Indonesia 29 Oktober 2026 - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengusulkan penerapan Work From Home (WFH) atau Work From Anywhere (WFA) selama periode Natal 2026 dan Tahun Baru 2027.

Usulan tersebut bertujuan untuk mengurangi kepadatan lalu lintas saat puncak arus keberangkatan dan arus balik Nataru 2026.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub, Aan Suhanan, menyampaikan usulan tersebut dalam rapat koordinasi di Kantor Kemenhub, Jakarta Pusat, Selasa (27/10).

“Ada usulan juga, ya, pelaksanaan WFH untuk tanggal-tanggal tertentu, yang sudah kita catat nanti pada saat rapat koordinasi di Kemenko PMK, ini akan diusulkan untuk dijadikan WFA atau Work From Anywhere,” kata Aan dalam konferensi pers.

Daftar Tanggal Usulan WFH dan WFA Nataru 2026

Kementerian Perhubungan mengusulkan tiga tanggal untuk penerapan sistem kerja fleksibel selama masa angkutan Natal dan Tahun Baru.

Tanggal tersebut dipilih berdasarkan perkiraan puncak pergerakan masyarakat menjelang dan setelah libur akhir tahun.

Berikut daftar tanggal yang diusulkan untuk penerapan WFH atau WFA, yaitu:

  • Senin dan Selasa, 21–22 Desember 2026: Usulan penerapan kerja fleksibel sehari sebelum perkiraan puncak arus keberangkatan.
  • Senin, 4 Januari 2027: Usulan penerapan kerja fleksibel setelah perkiraan puncak arus balik.

Aan menyampaikan ketiga tanggal tersebut sebagai bagian dari rencana awal pengelolaan mobilitas masyarakat selama libur akhir tahun.

“Tadi usulannya tanggal 21-22 di awal, ya, kemudian tanggal 4 di akhir dan seterusnya begitulah,” ujarnya.

Meski tanggal tersebut telah diusulkan, penerapan kebijakan WFH dan WFA belum ditetapkan secara resmi.

Pemerintah masih akan membahas pelaksanaannya melalui koordinasi dengan Kemenko PMK.

Baca Juga:  Hore! Kemenhub Beri Diskon Tiket Pesawat Libur Natal dan Tahun Baru

Perkiraan Puncak Arus Mudik dan Balik Nataru 2026/2027

Kemenhub juga memperkirakan waktu puncak pergerakan masyarakat selama periode libur Natal dan Tahun Baru 2026/2027.

Perkiraan tersebut menjadi dasar usulan penerapan kerja fleksibel untuk mengurangi kepadatan lalu lintas.

Berikut perkiraan puncak arus selama periode Nataru, yaitu:

  • Rabu, 23 Desember 2026: Perkiraan puncak arus keberangkatan.
  • Minggu, 3 Januari 2027: Perkiraan puncak arus balik.

Perkiraan tersebut mengacu pada analisis data historis pergerakan masyarakat dari Badan Kebijakan Transportasi (BKT).

Kemenhub juga mempertimbangkan masukan dari badan usaha jalan tol (BUJT) dan asosiasi transportasi.

“Jadi untuk memecah kepadatan lalu lintas di puncak arus tadi, di tanggal 23 dan tanggal 3 Januari,” kata Aan.

Selain mengusulkan penerapan WFH dan WFA, Kemenhub bersama pihak terkait juga membahas penyusunan surat keputusan bersama (SKB).

Dokumen tersebut akan mengatur pengelolaan lalu lintas selama periode libur akhir tahun.

“Untuk membuat atau menyusun SKB untuk pengelolaan lalu lintas di jalan. Saya kira itu. Nanti mungkin untuk detailnya kita sedang bicarakan,” tegas Aan.

Kemenhub Evaluasi Angkutan Nataru Sebelumnya

Persiapan angkutan Nataru 2026/2027 juga mencakup evaluasi penyelenggaraan transportasi pada periode sebelumnya.

Evaluasi tersebut dibahas dalam rapat koordinasi yang berlangsung pada Selasa (27/10).

Aan menyebut pelaksanaan angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 berjalan lancar berdasarkan hasil evaluasi Kemenhub.

Tingkat kepuasan masyarakat menjadi salah satu indikator yang digunakan.

“Dari evaluasi yang kita lakukan, pelaksanaan Natal Tahun Baru 2025/2026 ini berjalan dengan lancar. Indikatornya adalah kepuasan masyarakat, 87,9 persen merasa puas atas pelaksanaan operasi Nataru 2025/2026,” ujar Aan.

Selain hasil survei kepuasan, Kemenhub menerima sejumlah rekomendasi perbaikan dari berbagai pihak.

Baca Juga:  Kemenhub Imbau Perusahaan Swasta Terapkan WFA Jelang Lebaran 2025

Masukan tersebut berasal dari asosiasi, badan usaha jalan tol, serta kementerian dan lembaga terkait.

“Ada beberapa evaluasi yang harus kita lakukan dan ada beberapa rekomendasi yang harus kita lakukan untuk meningkatkan pelayanan di Nataru 2026/2027 ini. Kami tadi sudah mendapatkan beberapa masukan dari stakeholder, dari asosiasi, dari BUJT, dari K/L yang lain untuk perbaikan pelaksanaan operasi Nataru 2026-2027,” ujarnya.

(AKM/NID/RAD)

Trending