Connect with us

Selebriti

Dokter Tirta Sindir Reaksi Pejabat Publik saat Terima Hujatan: Jadi Pejabat kok Tersinggungan!

Dalam siaran langsung di Instagram, dokter Tirta mempertanyakan sikap pejabat publik yang dinilai terlalu mudah tersinggung terhadap kritik masyarakat.

Logompn

Published

on

Dr tirta bandingkan pejabat dan selebgram saat terima hujatan publik kenapa harus tersinggung
Dr Tirta Bandingkan Pejabat dan Selebgram saat Terima Hujatan Publik Kenapa Harus Tersinggung | Gambar: YouTube/Tirta PengPengPeng

MPN Indonesia 31 Agustus 2025 - Dokter Tirta Mandira Hudhi alias dokter Tirta mempertanyakan sikap pejabat publik yang dinilai terlalu mudah tersinggung terhadap kritik masyarakat.

Melalui siaran langsung yang kemudian diunggah di Instagram pada Jumat (29/8), ia membandingkan reaksi pejabat dengan selebgram atau publik figur yang menurutnya lebih tahan terhadap komentar negatif.

Tirta menekankan bahwa pejabat seharusnya siap mental saat menerima kritik sebagai bagian dari risiko jabatan yang mereka emban.

“Jadi pejabat kok tersinggungan. Coba lihat publik figur yang ada di media sosial, lihat komentarnya. Setiap ada yang hate speech, ya risiko publik figur, ya risiko mu (pejabat),” ujarnya dikutip MPN Indonesia pada Sabtu (30/8).

Sindir Pejabat Publik: Kalau Tersinggungan Jangan Kampanye

Kritik ini disampaikan menyusul insiden unjuk rasa di depan Gedung DPR RI yang menyebabkan seorang pengemudi ojek online tewas tertabrak kendaraan taktis milik Brimob.

Dalam penjelasannya, Tirta mengingatkan bahwa jabatan publik tidak diperoleh secara mutlak, melainkan berdasarkan suara mayoritas.

Artinya, selalu ada pihak yang tidak menyukai atau tidak setuju terhadap kebijakan dan tindakan pejabat yang bersangkutan.

“Ya risikomu, kamu kan dipilih nggak 100 persen. Selalu ingat, setiap pejabat yang kepilih di posisi apapun itu, itu tidak 100 persen, nggak menang mutlak, menangnya mayoritas berarti akan ada yang gak suka. Lha kok tersinggungan?”

Lebih lanjut, Tirta menyoroti sikap beberapa pejabat yang menginginkan kritik disertai solusi, namun tetap memperlihatkan reaksi emosional saat menerima sindiran.

Ia menilai hal ini tidak konsisten dengan tanggung jawab sebagai pejabat publik.

“Kok kadar tersinggunganmu tinggi? Sudah kepilih, dikritik minta solusi. Tapi, giliran disindir tersinggung. Kenapa harus tersinggung gitu lho?” katanya.

Baca Juga:  Dirawat di RS, Jaja Miharja Nangis Haru saat Dijenguk Ruben Onsu

Tirta menegaskan bahwa pejabat adalah pegawai yang mendapatkan penghasilan dan fasilitas dari dana pajak warga negara, sehingga sudah seharusnya menerima masukan tanpa menunjukkan sikap emosional.

“Kan sudah tugasmu itu. Kamu yang dipilih, kamu mendapatkan kepercayaan, kamu digaji dari pajak yang disetor warga. Ya kamu jangan tersinggungan, jangan emosian,” jelasnya.

Sebagai penutup, Tirta menyatakan bahwa jika seseorang tidak siap untuk menerima kritik, maka sebaiknya tidak mencalonkan diri sebagai pejabat atau memberikan janji-janji saat kampanye.

“Kalau tersinggungan ya jangan kampanye, jangan menjanjikan sesuatu yang tidak bisa kamu penuhi,” katanya.

(ELG/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending