Internasional
Penembakan Massal di Halte Bus Yerusalem Tewaskan 5 Orang, Belasan Orang Terluka
Penembakan di halte bus Yerusalem menewaskan lima orang dan melukai 11 lainnya. Polisi tembak mati dua pelaku bersenjata.
MPN Indonesia 9 September 2025 - Penembakan terjadi di halte bus dekat Persimpangan Ramot, Yerusalem, pada Senin (8/9), menewaskan lima orang dan melukai 11 lainnya. Insiden ini berlangsung di wilayah pinggiran Yerusalem yang dikuasai Israel.
Menurut laporan kepolisian, dua pelaku tiba dengan mobil dan langsung menembaki warga yang sedang menunggu bus.
Keduanya ditembak mati di lokasi oleh seorang petugas keamanan dan warga sipil bersenjata.
Identitas Korban dan Kondisi Luka
Layanan ambulans Israel, Magen David Adom, dalam laporannya, seperti dikutip MPN Indonesia dari AFP dan Reuters, Selasa (9/9), mengidentifikasi korban tewas terdiri dari satu pria berusia 50 tahun, satu perempuan berusia 50-an tahun, serta tiga pria berusia 30-an tahun.
Selain korban tewas, 11 orang mengalami luka-luka, enam di antaranya dilaporkan dalam kondisi serius.
Paramedis Fadi Dekaidek mengatakan, beberapa korban ditemukan tergeletak di jalan dan trotoar dalam kondisi tidak sadarkan diri. Ia menggambarkan situasi di lokasi sebagai sangat serius.
Kronologi Penyerangan dan Barang Bukti
Menurut kepolisian, dua pelaku datang dengan kendaraan dan langsung menembaki warga di halte bus.
Setelah ditembak mati, polisi menemukan senjata api, amunisi, dan pisau di lokasi kejadian.
Pihak kepolisian menyebut kedua pelaku sebagai “teroris”, namun identitas mereka belum diungkapkan.
Reaksi dan Langkah Keamanan
Kelompok Hamas memuji aksi dua orang yang disebut sebagai “pejuang perlawanan” Palestina, meski tidak mengklaim bertanggung jawab. Kelompok Jihad Islam juga memberikan pujian serupa.
Sebagai respons, militer Israel mengerahkan pasukan tambahan ke wilayah Ramot untuk membantu kepolisian.
Operasi militer juga dilakukan di Ramallah, Tepi Barat, guna interogasi dan mencegah aksi lanjutan.
Respons Pemerintah dan Kondisi Wilayah
Kantor Perdana Menteri Israel menyatakan bahwa Benjamin Netanyahu segera menggelar rapat penilaian situasi bersama pejabat keamanan.
Rekaman dari Reuters menunjukkan kehadiran aparat kepolisian dalam jumlah besar di lokasi tak lama setelah penembakan.
Persimpangan Ramot berada di wilayah Yerusalem yang direbut Israel pada perang 1967 dan kemudian dianeksasi.
Namun, aneksasi ini tidak diakui oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) maupun sebagian besar negara di dunia.
Serangan Sebelumnya di Yerusalem
Serangan mematikan di Yerusalem bukan kali pertama terjadi. Pada November 2023, dua pria bersenjata Palestina menewaskan tiga orang di halte bus.
Sementara pada Oktober 2024, dua warga Palestina bersenjata menewaskan tujuh orang di Tel Aviv.
(ADN/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
