Connect with us

Berita

Rektor IPB Bakal Usut Tuntas Kasus Pengeroyokan Pekerja PT TPL terhadap Mahasiswanya

Logompn

Published

on

Rektor ipb bakal usut tuntas kasus pengeroyokan pekerja pt tpl terhadap mahasiswanya
Rektor IPB Bakal Usut Tuntas Kasus Pengeroyokan Pekerja PT TPL terhadap Mahasiswanya | Gambar: Dok. IPB

MPN Indonesia 24 September 2025 - Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB), Arif Satria menyatakan akan mengusut tuntas kasus penganiayaan yang dialami oleh mahasiswi IPB, Feny Siregar (21) saat menjalankan riset tugas akhir pada Senin (22/9).

Tindakan kekerasan itu terjadi saat Feny menjalankan kegiatan akademik di lapangan, yang seharusnya mendapat perlindungan. Menanggapi peristiwa ini, pihak IPB mengambil langkah cepat untuk melakukan investigasi mendalam.

“Kami sangat prihatin pada kasus yang menimpa Saudari Feny, yang menjadi korban pemukulan. IPB University akan segera melakukan langkah-langkah yang diperlukan untuk menindaklanjuti kasus tersebut,” ujar Arif Satria dalam keterangan tertulis, dikutip MPN Indonesia pada Rabu (24/9).

Arif berharap penanganan yang tuntas bisa memberi jaminan perlindungan hukum bagi mahasiswa yang menjalankan penelitian di luar kampus.

“Pada prinsipnya, kami berkomitmen untuk memberikan perlindungan kepada mahasiswi kami,” tegas Arif.

IPB Gandeng Polda Sumut untuk Investigasi

Sebagai bentuk penanganan awal, rektor IPB menugaskan Dekan Fakultas Ekologi Manusia, Sofyan Sjaf untuk segera melakukan koordinasi langsung dengan pihak-pihak terkait di Sumatera Utara, termasuk Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Utara.

“Kami akan berkoordinasi dengan Polda Sumatera Utara untuk melakukan pendalaman fakta dan penelusuran lebih lanjut. Kami juga akan bertemu dengan Saudari Feny dan keluarga untuk memastikan kondisi kesehatan fisik dan mental Feny tertangani dengan baik,” kata Sofyan.

Feny diketahui merupakan mahasiswa Program Studi Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat (KPM), Fakultas Ekologi Manusia yang tengah meneliti konflik agraria di kawasan Danau Toba, Desa Sihaporas, Kecamatan Pematang Sidamanik, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara sebagai bahan skripsinya.

Dalam insiden tersebut, Feny menjadi korban pemukulan oleh sejumlah sekuriti PT Toba Pulp Lestari (TPL) saat berada di lokasi penelitian.

Baca Juga:  Tolak Bayar Rp10 Ribu, Jukir Liar di Makassar Aniaya Pedagang Sayur

Dalam pengakuannya, Feny mendapat pemukulan di bagian kepala menggunakan kayu alat pekerja PT TPL. Jas almamaternya pun turut dibakar bersamaan dengan posko warga yang ada di sana.

(AKM/NID/RAD)

Trending