Connect with us

Selebriti

Dua Lipa Pecat Manajer karena Tolak Band Pro-Palestina Tampil di Ajang Glastonbury 2025

Dua Lipa memutus kerja sama dengan manajernya, David Levy, usai kontroversi surat larangan band pro-Palestina, Kneecap, jelang Glastonbury 2025.

Logompn

Published

on

Dua lipa pecat manajer karena tolak band pro palestina tampil di ajang glastonbury 2025
Dua Lipa. Gambar: Instagram/@dualipa

MPN Indonesia 24 September 2025 - Penyanyi Dua Lipa, dikabarkan memutus hubungan kerja dengan manajernya, David Levy, setelah muncul kontroversi terkait surat penolakan terhadap band proPalestina asal Irlandia, Kneecap.

Informasi ini pertama kali dikabarkan pada Senin (22/9), setelah laporan media internasional menyebutkan bahwa Levy menjadi pihak pertama yang menandatangani surat larangan tersebut.

Surat Larangan untuk Kneecap

Sebelum Festival Glastonbury 2025 digelar pada Juni lalu, David Levy bersama sejumlah tokoh musik menandatangani surat yang ditujukan kepada pendiri festival, Michael Eavis, serta putrinya, Emily.

Isi surat itu mendesak agar Kneecap dikeluarkan dari daftar penampil. Namun, dokumen tersebut bocor ke publik dan menimbulkan polemik di industri musik.

Meski menuai penolakan dari beberapa pihak, termasuk David Levy, grup rap Kneecap tetap tampil di panggung Glastonbury 2025.

Saat penampilannya, kelompok musik tersebut memimpin ribuan penonton meneriakkan seruan “Free Palestine” sambil mengibarkan bendera Palestina.

Alasan Pemecatan David Levy

Sumber anonim yang dikutip oleh beberapa media menyebutkan bahwa keputusan Dua Lipa dilatarbelakangi oleh sikap Levy yang dianggap mendukung kebijakan Israel di Gaza.

“Dia [Dua Lipa] memandangnya [David Levy] sebagai pendukung perang Israel di Gaza, dan perlakuan buruk terhadap Palestina, dan hal itu diperjelas melalui surat yang ditandatanganinya dan dikirimkan kepada Michael Eavis,” ujar sumber anonim, dikutip MPN Indonesia dari Hindustan Times, Rabu (24/9).

Narasumber lain menambahkan bahwa Dua Lipa memastikan David Levy tidak lagi bekerja sama dengannya karena perbedaan prinsip mengenai isu Palestina.

Sikap pro-Palestina Dua Lipa

Dua Lipa selama ini dikenal sebagai salah satu musisi internasional yang vokal menyuarakan dukungan untuk rakyat Palestina.

Baca Juga:  Nama Lengkap Baby Lily Segera Diumumkan, Raffi Ahmad Tunggu Berkas Adopsi Rampung

Pada Mei 2024, penyanyi kelahiran Kosovo ini menggunakan akun Instagram dengan lebih dari 88 juta pengikut untuk mengecam tindakan Israel di Gaza.

Ia juga pernah mengikuti demonstrasi yang mengkritik peran Inggris dalam konflik tersebut.

Selain itu, Dua Lipa tercatat tetap berada di bawah agensi William Morris Endeavor (WME) meskipun sudah berpisah dengan David Levy.

Hingga saat ini, WME belum mengeluarkan pernyataan resmi mengenai berakhirnya kerja sama tersebut.

Kontroversi Lain

Kasus ini tidak hanya berdampak pada hubungan kerja antara Dua Lipa dan David Levy.

Media Euronews pada Senin (22/9) melaporkan bahwa grup musik Massive Attack juga dikabarkan mengakhiri kerja sama dengan Levy.

Sementara itu, di sisi lain, aksi Kneecap di Festival Glastonbury memicu reaksi dari pihak kepolisian Inggris yang mencatat penampilan mereka sebagai “insiden ketertiban umum.”

Salah satu anggota Kneecap, Liam O’Hanna alias Mo Chara, bahkan menghadapi dakwaan berdasarkan undang-undang terorisme di Inggris karena diduga mengibarkan bendera Hizbullah dalam pertunjukan sebelumnya.

Belum lama ini, pemerintah Kanada juga melarang Kneecap masuk ke negara tersebut dengan tuduhan mendukung kekerasan politik.

Menanggapi hal ini, kelompok tersebut membantah tuduhan dan menyebut pernyataan pejabat Kanada sebagai fitnah.

(ELG/NID/RAD)

Trending