Connect with us

Internasional

Penembakan dan Pembakaran Gereja di Michigan Tewaskan 4 Orang, Pelaku Ditembak Mati Polisi

Penembakan dan pembakaran gereja di Michigan tewaskan 4 orang dan lukai 8 lainnya. Pelaku tewas ditembak polisi, FBI pimpin penyelidikan.

Logompn

Published

on

Penembakan dan pembakaran gereja di michigan tewaskan 4 orang, pelaku ditembak mati polisi
Ilustrasi Penembakan. Gambar : Ilustrasi Canva

MPN Indonesia 30 September 2025 - Sedikitnya empat orang tewas dan delapan lainnya terluka dalam insiden penembakan disertai pembakaran di Gereja Yesus Kristus Orang-orang Suci Zaman Akhir, Grand Blanc, Michigan, Amerika Serikat, pada Minggu pagi (28/9).

Peristiwa luar negeri ini terjadi saat kebaktian berlangsung dan dihadiri ratusan jemaat.

Pelaku bernama Thomas Jacob Sanford (40), warga Burton, Michigan. Ia tewas ditembak polisi hanya delapan menit setelah melancarkan aksinya.

Kronologi Kejadian

Kepala Polisi Grand Blanc, William Renye, menjelaskan serangan dimulai sekitar pukul 10.25 waktu setempat.

Sanford menabrakkan mobil ke pintu depan gereja, lalu keluar dengan senapan serbu dan menembaki jemaat.

Polisi merespons cepat, terjadi baku tembak, dan Sanford dilumpuhkan di area parkir pada pukul 10.33.

“Kami tengah menyelidiki insiden ini sebagai tindakan kekerasan yang ditargetkan, meski motifnya masih belum jelas,” ujar Renye, dikutip BBC, Selasa (30/9).

Selain melepaskan tembakan, Sanford juga membakar bagian gereja. Penyelidikan awal menunjukkan ia kemungkinan menggunakan akselerator seperti bensin.

“Kami masih menelusuri asal mula api, tapi indikasi awal menunjukkan pelaku sengaja menyalakannya,” jelas Renye.

Api menyebabkan kerusakan parah pada bangunan, dan dua jenazah tambahan ditemukan setelah kebakaran dipadamkan.

Korban dan Penanganan

Dari total empat korban tewas, dua meninggal akibat luka tembak, sedangkan dua lainnya ditemukan di dalam gedung terbakar.

Delapan korban luka dilarikan ke Rumah Sakit Henry Ford Genesys, satu di antaranya kritis sementara tujuh lainnya dalam kondisi stabil.

Petugas kepolisian menggeledah rumah Sanford dan memeriksa catatan teleponnya untuk menelusuri motif.

FBI kini memimpin penyelidikan dengan mengerahkan tim tanggap krisis, teknisi bom, serta ratusan agen guna menyisir lokasi kejadian.

Baca Juga:  Viral! Wanita di Tegal Ditusuk di Mata dan Perut oleh Mantan Pacar

“Kami sudah mengamankan dan memastikan area-area tersebut aman,” ujar juru bicara kepolisian, Kim Vetter.

Biro Alkohol, Tembakau, Senjata Api, dan Bahan Peledak (ATF) Detroit juga terlibat.

Agen James Deir menyatakan penyelidikan awal menunjukkan pelaku memang menggunakan bahan pembakar untuk menghancurkan gereja.

Reaksi Publik dan Pernyataan Resmi

Insiden ini mengejutkan komunitas lokal dan menarik perhatian nasional. Gereja Yesus Kristus mengonfirmasi adanya serangan.

“Seorang pria bersenjata melepaskan tembakan saat ibadah berlangsung, dan banyak yang terluka. Kami berdoa bagi kedamaian dan kesembuhan semua pihak yang terdampak,” bunyi pernyataan resmi gereja.

Gubernur Michigan, Gretchen Whitmer, mengecam keras kejadian tersebut.

“Kekerasan di mana pun, terlebih di tempat ibadah, sama sekali tidak bisa diterima,” ujarnya.

Presiden AS, Donald Trump, menyebut insiden itu sebagai “serangan tertarget terhadap umat Kristen di Amerika Serikat” dan memastikan FBI memimpin penyelidikan federal.

Tokoh politik Mitt Romney juga menyampaikan belasungkawa.

“Saudara-saudari saya di gereja menjadi korban kekerasan. Doa saya bersama mereka untuk pemulihan dan penghiburan,” ungkap Romney.

Serangan ini terjadi hanya sehari setelah meninggalnya pemimpin Mormon berusia 101 tahun, Russell Nelson.

Kesaksian Saksi Mata

Warga sekitar mendengar teriakan minta tolong dari dalam gereja saat serangan berlangsung.

Seorang jemaat bernama Paula yang berada di lokasi menyampaikan kesedihannya.

Ia mengaku kehilangan beberapa teman dan menyaksikan anak-anak sekolah minggu menjadi korban.

Paula menuturkan bahwa kejadian ini sangat menyakitkan bagi dirinya dan komunitas.

(ADN/NID/RAD)

Trending