Connect with us

Viral

Buka-bukaan Soal Kasusnya dengan Nurul Sahara, Eks Dosen UIN Malang Akui Pernah Dipukul hingga Dilarang Salat oleh Pak RT

Mantan dosen UIN Malang, Imam Muslimin, bersama istrinya Rosida, mengungkap konflik dengan tetangganya Nurul Sahara di Joyogrand, Malang, yang berakhir dengan pengusiran.

Logompn

Published

on

Buka bukaan soal kasusnya dengan nurul sahara, eks dosen uin malang akui pernah dipukul hingga dilarang salat oleh pak rt
Mantan dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Malang, Imam Muslimin, bersama istrinya, Rosida Saat Menjadi Bintang Tamu di Podcast Denny Sumargo. Gambar : Tangkapan Layar YouTube/CURHAT BANG Denny Sumargo

MPN Indonesia 30 September 2025 - Mantan dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Malang, Imam Muslimin, bersama istrinya, Rosida, membeberkan secara rinci konflik dengan tetangga mereka, Nurul Sahara, yang berujung pada pengusiran keduanya dari lingkungan Joyogrand, Kota Malang.

Dalam podcast di kanal YouTube CURHAT BANG Denny Sumargo pada Senin (29/9), Imam dan Rosida menjelaskan bahwa masalah bermula dari persoalan parkir mobil milik Sahara yang kerap menutup akses keluar rumah mereka.

Peristiwa pertama terjadi pada 7 Agustus, ketika pasangan ini baru tiba dari Jakarta.

Menurut Rosida, sebuah mobil rental milik Sahara diparkir tepat di depan pintu rumah dan tidak dipindahkan meski sudah dipasang tulisan peringatan.

“Saya tunggu sampai jam 10 malam, mobil tidak dipindah. Jam 11 akhirnya saya memberanikan diri untuk telfon karyawan/drivernya Bu Sahara, enggak diangkat. Voice note juga tidak diangkat sampai beberapa kali. Lalu, jam 2 pagi ternyata mobilnya belum dipindah juga, saya tunggu sampai jam setengah 3 enggak dipindah, saya bangunin drivernya di garasi mereka, garasi mereka berada di sebelah rumah Sahara,” ujar Rosida dalam podcast tersebut, dikutip MPN Indonesia pada Selasa (30/9).

Karena harus mengikuti pengajian subuh, Imam akhirnya memutuskan memindahkan sendiri mobil tersebut.

Namun, terjadi kesalahan gas yang menimbulkan suara keras dari mesin mobil dan memicu kemarahan Sahara serta suaminya, Sofyan.

Tuduhan dan Ketegangan yang Memuncak

Konflik semakin memanas ketika Sahara menuduh Imam Muslimin melakukan tindakan cabul saat dirinya mencuci pakaian di lantai tiga rumah dengan mengenakan celana pendek.

Baca Juga:  Pasangan Sesama Jenis di Aceh Dihukum Cambuk 76 Kali di Hadapan Publik

Tuduhan itu disampaikan langsung oleh Sahara dan disaksikan oleh anaknya yang saat itu berada di rumah Imam.

Menurut Imam, tuduhan tersebut menjadi salah satu dasar surat pengusiran yang ia terima dari pengurus lingkungan.

Surat itu memuat lima poin alasan pemecatan sosial, yakni menyebarkan dokumentasi kegiatan warga ke media sosial, berperilaku tidak pantas sebagai dosen termasuk minum minuman keras dan membuka aurat, menutup akses jalan umum, menyebarkan fitnah kepada warga, serta berseteru dengan pemilik usaha rental mobil.

Imam membantah adanya pertemuan atau mediasi sebagaimana disebutkan dalam surat tersebut.

“Kami sama sekali tidak pernah didudukkan bersama, tidak pernah mendapat teguran baik lisan maupun surat. Jadi tidak ada kesempatan klarifikasi,” tegasnya.

Pengusiran dan Penolakan Beribadah

Puncak ketegangan terjadi ketika Imam mengalami insiden dengan Ketua RT. Ia mengaku dipukul saat meminta tanda tangan untuk administrasi pindah KTP.

“Tangan saya dipukul keras, kacamata saya jatuh. Saya enggak apa-apa, tapi hati saya sakit,” ucap Imam.

Imam juga mengaku mendapat larangan untuk beribadah di musala setempat. Larangan itu, menurutnya, disampaikan langsung oleh Ketua Takmir.

“Saya ngusir Anda. Tidak hanya itu. Anda pun saya larang salat di sini,” kata Imam menirukan ucapan Ketua Takmir.

Perseteruan Tanah dan Tuduhan Fitnah

Selain masalah parkir dan pengusiran, konflik juga melebar ke persoalan lahan kosong di sekitar rumah.

Imam mengaku telah membersihkan tiga kavling tanah yang sebelumnya kotor dan menjadi sarang hewan, termasuk ular, dengan biaya pribadi serta bantuan tukang kebersihan.

Ia menyebut pernah menawarkan kerja sama kepada Sofyan agar lahan tersebut dipakai sebagai area parkir rental, namun tawaran itu ditolak.

Setelah kejadian itu, beberapa warga disebut mulai menjauhi Imam dan Rosida.

Baca Juga:  Tiga Kandidat Sekda Bogor Jalani Wawancara, Dedie Rachim Akui Sulit Memilih

“Kami merasa sepertinya ada gerakan agar para tetangga tidak menyapa kami. Jadi kami diasingkan,” jelas Rosida.

Keputusan Mundur dan Upaya Damai

Imam juga menjelaskan alasan dirinya mundur sebagai dosen UIN Malang.

Ia mengaku tidak mendapat dukungan dalam perkuliahan pascasarjana, termasuk saat pertemuan kuliah di rumahnya yang tidak dihadiri mahasiswa.

“Saya tulis surat mundur yang ditujukan kepada direktur pascasarjana, karena ada kaitannya dengan perkuliahan yang diadakan di rumah,” imbuhnya.

Meski menghadapi berbagai persoalan, Imam menegaskan tetap membuka pintu damai dengan Sahara dan warga setempat.

Ia hanya mensyaratkan dua hal: mobil tidak diparkir di jalan dan anak Sahara tidak memasuki rumahnya.

“Kalau saya salah, saya minta maaf. Kalau saya benar, mohon dihargai,” pungkas Imam.

(AKM/NID/RAD)

Trending