Connect with us

Olahraga

Timnas Indonesia Gagal Melaju ke Piala Dunia 2026, Jay Idzes: Mungkin Belum Waktunya

Jay Idzes berikan pesan menyentuh usai Timnas Indonesia gagal melaju ke Piala Dunia 2026 akibat dua kekalahan beruntun pada putaran keempat Grup B Kualifikasi Piala Dunia Zona Asia.

Logompn

Published

on

Timnas indonesia gagal melaju ke piala dunia 2026, jay idzes mungkin belum waktunya
Timnas Indonesia Gagal Melaju ke Piala Dunia 2026, Jay Idzes: Mungkin Belum Waktunya | Gambar: Instagram/@jayidzes

MPN Indonesia 13 Oktober 2025 - Timnas Indonesia gagal melaju ke Piala Dunia 2026 usai menelan dua kekalahan beruntun pada putaran keempat Grup B Kualifikasi Piala Dunia Zona Asia.

Kekalahan 0-1 dari Irak di Stadion King Abdullah Sports City, Jeddah, pada Minggu (12/10) dini hari WIB menjadi pukulan terakhir yang mengubur harapan skuad Garuda untuk melangkah ke babak selanjutnya.

Dalam pertandingan tersebut, gol tunggal Irak dicetak oleh Zidane Iqbal pada menit ke-76 usai menerima umpan dari Youssef Amyn.

Hasil ini menambah catatan kekalahan Timnas Indonesia setelah sebelumnya juga kalah 2-3 dari Arab Saudi pada laga perdana, sehingga menempatkan mereka di posisi juru kunci Grup B.

Menanggapi kegagalan ini, kapten Timnas Indonesia Jay Idzes lewat unggahan di akun Instagram @jayidzes mengaku kecewa, namun tetap menekankan pentingnya pembelajaran dari pengalaman tersebut.

“Sulit ketika Anda telah mengerjakan sesuatu untuk waktu yang lama dan kemudian gagal. Tapi mungkin ini belum waktunya bagi kami… mungkin kami membutuhkan pengalaman ini untuk belajar dan berkembang,” tulisnya dalam keterangan unggahan, dikutip MPN Indonesia pada Minggu (12/10).

Pesan Menyentuh Jay Idzes usai Hadapi Kekalahan

Jay menilai bahwa meskipun mimpi berlaga di Piala Dunia 2026 telah kandas, perjalanan yang dilalui Timnas Indonesia bukanlah sebuah kegagalan total.

Ia menyampaikan bahwa perjuangan tim adalah bagian dari proses membangun fondasi yang lebih kuat untuk masa depan sepak bola nasional.

“Meskipun kalah, perjalanan ini tidak terasa seperti sebuah kegagalan,” ujar Jay.

Ia juga mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada para suporter yang terus memberikan dukungan selama rangkaian pertandingan kualifikasi berlangsung.

Baca Juga:  Timnas Indonesia Kalah dari Australia, Erick Thohir Unggah Ayat Al-Qur'an

“Perjalanan ini bagaikan roller coaster, tetapi kalian selalu ada bersama kami untuk mendukung kami. Untuk itu, saya ingin mengucapkan terima kasih yang tulus. Tanpa kalian semua, kita tidak akan berada di posisi ini,” tambahnya.

Lebih lanjut, Jay meminta seluruh elemen sepak bola Indonesia, mulai dari pemain, staf, hingga suporter, untuk tetap saling menghormati dan tidak saling menyalahkan.

“Saya meminta kalian semua untuk menghormati dan mendukung semua pemain dan staf. Siapakah kita jika kita mulai saling menyerang di saat-saat yang berlawanan? Itu bukan kita, itu bukan Indonesia. Kita selalu bersama, apa pun yang terjadi. Ini bukan akhir bagi kita, ini baru permulaan,” tulis Jay.

Perjalanan Panjang Skuad Garuda di Kualifikasi Piala Dunia

Timnas Indonesia memulai perjuangannya sejak babak pertama Kualifikasi Piala Dunia Zona Asia dan berhasil melaju hingga putaran keempat.

Di bawah asuhan pelatih Patrick Kluivert, skuad Garuda sempat menunjukkan performa menjanjikan sebelum akhirnya harus menyerah pada dua tim kuat, Arab Saudi dan Irak.

Kekalahan dari Arab Saudi dengan skor 2-3 dan dari Irak dengan skor 0-1 secara beruntun membuat Timnas Indonesia tak lagi memiliki peluang untuk lolos ke putaran berikutnya.

Dua kekalahan tersebut memastikan Indonesia menutup kiprah di Grup B sebagai juru kunci klasemen.

Dalam refleksinya, Jay menyebut bahwa ikatan yang terbentuk di antara pemain, staf, dan suporter selama perjalanan kualifikasi merupakan hal yang sangat berarti.

“Ada ikatan tak terucapkan yang kita semua bagikan, dan aku bersyukur menjadi bagian dari itu,” tulis Jay.

(AKM/NID/RAD)

Trending