Connect with us

Teknologi

Emas Ternyata Bukan dari Bumi, NASA Ungkap Asal Kosmiknya

Logompn

Published

on

Emas ternyata bukan dari bumi, nasa ungkap asal kosmiknya
Emas Ternyata Bukan dari Bumi, NASA Ungkap Asal Kosmiknya | Gambar: Ilustrasi Canva

MPN Indonesia 17 Oktober 2025 - Emas, logam mulia yang telah digunakan selama ribuan tahun sebagai simbol kekayaan dan bahan perhiasan, ternyata memiliki asal-usul yang luar biasa.

Berdasarkan temuan ilmiah terbaru dan pengetahuan geologis yang telah berkembang selama beberapa dekade, emas tidak berasal dari dalam Bumi seperti sebagian besar logam lainnya, namun dari peristiwa kosmik ekstrem di luar angkasa.

Dari Mana Emas Berasal?

Asal-usul emas bermula dari ledakan dahsyat bintang neutron, jenis bintang yang sangat padat dan bermassa tinggi.

Ketika dua bintang neutron bertabrakan, tekanan dan suhu yang dihasilkan sangat besar sehingga mampu menciptakan unsur-unsur berat, termasuk emas.

Ledakan tersebut juga memunculkan fenomena magnetar, yaitu bintang neutron yang menghasilkan medan magnet luar biasa kuat.

Dikutip dari NASA, Anirudh Patel dari Universitas Columbia dalam penelitiannya yang dipublikasikan di The Astrophysical Journal Letters menyimpulkan bahwa ledakan magnetar mampu menghasilkan unsur berat setara 27 kali massa Bulan.

Patel dan timnya memanfaatkan arsip data dari teleskop milik NASA dan European Space Agency (ESA) selama dua dekade terakhir.

Ledakan besar dari magnetar diperkirakan mampu menyumbang hingga 10 persen dari total unsur-unsur berat di galaksi, termasuk emas, platinum, uranium, dan stronsium.

Perjalanan Emas Menuju Bumi

Setelah terbentuk melalui ledakan bintang neutron atau magnetar, partikel-partikel emas menyatu dengan debu dan gas kosmik, yang kemudian menjadi bagian dari awan yang membentuk tata surya, termasuk Bumi.

Pada masa awal pembentukan planet, emas tersebut ikut terserap dan akhirnya tenggelam ke dalam inti Bumi.

Baca Juga:  Jokowi dan SBY Resmi jadi Dewan Pengarah Danantara

Namun, keberadaan emas tidak berhenti di sana. Seiring waktu, tumbukan asteroid yang mengandung emas menyebabkan sebagian logam tersebut naik ke lapisan mantel dan kerak Bumi.

Jika tidak terjadi tumbukan asteroid, emas mungkin akan tetap berada terlalu dalam di inti Bumi, sehingga tidak dapat dijangkau manusia.

Proses Geologis yang Bawa Emas ke Permukaan

Setelah emas berada di lapisan kerak Bumi, berbagai proses geologis seperti gempa bumi dan aktivitas tektonik membantu memindahkan emas dari bawah permukaan ke lokasi-lokasi yang lebih mudah diakses.

Cairan panas yang mengalir di dalam kerak Bumi melarutkan mineral emas dan membawanya ke area dengan tekanan dan suhu tertentu, sehingga membentuk endapan.

Mengutip informasi dari Perth Mint, beberapa bentuk emas ditemukan dalam bijih batu sebagai bongkahan atau spesimen besar, dan sebagian lainnya dalam bentuk partikel kecil atau debu emas.

Akibat erosi dan pergerakan batuan, emas bisa terbawa aliran sungai dan membentuk endapan emas aluvial di dasar sungai, khususnya di area ceruk dan palung, tempat emas terkonsentrasi karena bobotnya yang lebih berat dibandingkan sedimen lainnya.

Fenomena ini pernah memicu demam emas, seperti yang terjadi di Australia pada 1850-an, saat masyarakat secara massal mendulang emas dari aliran sungai.

53 Ribu Ton Emas Ada di Bawah Tanah

Hingga akhir 2021, data dari World Gold Council mencatat bahwa sekitar 205.238 metrik ton emas telah berhasil ditambang sepanjang sejarah.

Sementara itu, sebanyak 53.000 ton emas diperkirakan masih berada di dalam cadangan bawah tanah yang telah teridentifikasi hingga akhir 2020.

Selain di permukaan daratan, sejumlah besar emas, sekitar 9 juta kilogram, diperkirakan berada di dasar laut.

Baca Juga:  Harga Emas Antam Hari Ini 23 Februari 2026 Kembali Tembus Rp3 Juta per Gram!

Namun, kedalaman lokasi dan teknologi ekstraksi yang mahal membuat sebagian besar emas tersebut sulit diakses dan mungkin tidak akan pernah ditambang secara ekonomis.

(AKM/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending