Politik
Kunjungan ke Indonesia, Presiden Ramaphosa Sebut Indonesia Sekutu Setia Afrika Selatan dalam Melawan Apartheid
Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa puji Indonesia sebagai sekutu setia dalam perjuangan melawan apartheid dan bahas kerja sama ekonomi, pertahanan, hingga G20.
MPN Indonesia 23 Oktober 2025 - Presiden Afrika Selatan, Matamela Cyril Ramaphosa menyatakan bahwa Indonesia merupakan sekutu setia bagi rakyat Afrika Selatan dalam perjuangan melawan apartheid.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam pertemuan bilateral dengan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, pada Rabu (22/10).
Ramaphosa mengenang dukungan historis Indonesia yang berakar dari semangat Konferensi Asia-Afrika 1955 di Bandung.
“Selama bertahun-tahun, rakyat Afrika Selatan menemukan sekutu setia di Indonesia, yang secara konsisten mendukung perjuangan melawan apartheid. Kami akan selalu berterima kasih atas dukungan dan solidaritas rakyat Indonesia,” ujar Presiden Ramaphosa dalam pertemuan tersebut, dikutip MPN Indonesia melalui laman resmi presidenri.go.id, Kamis (23/10).
Pertemuan bilateral tersebut berlangsung dalam format working lunch dan dihadiri oleh delegasi masing-masing negara.
Kedua pemimpin sepakat memperkuat kolaborasi ekonomi dan menegaskan pentingnya peran negara-negara di kawasan global selatan dalam menghadapi tantangan dunia melalui diplomasi yang setara.
Kerja Sama Bilateral Indonesia-Afrika Selatan Diperkuat
Kunjungan Presiden Ramaphosa ke Indonesia diawali dengan upacara kenegaraan di Istana Merdeka yang berlangsung khidmat.
Iring-iringan kenegaraan disambut meriah oleh masyarakat, dengan pengawalan 17 motoris, 120 pasukan berkuda, pasukan jajar kehormatan, serta ribuan pelajar yang berdiri di sepanjang rute dari Monumen Nasional hingga halaman Istana Merdeka.
Presiden Prabowo menyambut langsung Presiden Ramaphosa, dilanjutkan dengan rangkaian agenda resmi, termasuk inspeksi pasukan kehormatan, perkenalan delegasi, sesi foto bersama, penandatanganan buku tamu, hingga pertemuan tête-à-tête sebelum pertemuan bilateral dimulai.
Delegasi Indonesia yang hadir antara lain Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Hak Asasi Manusia Natalius Pigai, Menteri Perdagangan Budi Santoso, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Perkasa Roeslani, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, serta Duta Besar RI untuk Afrika Selatan Saud Purwanto Krisnawan.
Fokus Pembahasan: Ekonomi, Pertahanan, dan G20
Dalam pertemuan tersebut, Presiden Ramaphosa mendorong peningkatan kerja sama ekonomi bilateral dengan memanfaatkan forum BRICS sebagai sarana reformasi global yang lebih inklusif.
“Kemitraan ekonomi BRICS juga memberikan potensi besar untuk mendukung pembangunan dan transformasi di negara kita,” jelasnya.
Presiden Prabowo menegaskan bahwa Indonesia dan Afrika Selatan memiliki sejarah perjuangan yang sama dalam melawan kolonialisme.
Ia juga menyoroti peningkatan perdagangan bilateral dalam lima tahun terakhir dan menilai perlu adanya langkah konkret untuk memperkuat hubungan ekonomi.
“Kami ingin mengambil langkah-langkah untuk mungkin memiliki perjanjian perdagangan preferensial atau perjanjian kemitraan ekonomi komprehensif di masa ketidakpastian ekonomi internasional ini,” ungkap Prabowo.
Selain ekonomi, kedua kepala negara juga membahas percepatan implementasi perjanjian kerja sama pertahanan yang ditandatangani pada tahun 2023.
Kolaborasi di bidang pertanian, energi, ilmu pengetahuan, dan pendidikan turut menjadi fokus pembahasan.
“Kami akan mengirimkan (delegasi) Indonesia, seperti yang diminta oleh Presiden Afrika Selatan… untuk membahas program-program konkret,” tambah Presiden Prabowo.
Komitmen di Forum Global dan Masa Depan Diplomasi
Presiden Ramaphosa menyampaikan apresiasi atas peran aktif Indonesia di berbagai forum internasional, termasuk G20, di mana Afrika Selatan menjadi tuan rumah tahun ini.
Ia juga menyambut baik rencana kehadiran Presiden Prabowo dalam KTT Pemimpin G20 di Johannesburg.
“Kami sangat senang bahwa Yang Mulia akan berpartisipasi dalam KTT Pemimpin G20 di Johannesburg akhir bulan ini,” tutur Ramaphosa.
Presiden Prabowo menyatakan dukungannya terhadap kepemimpinan Afrika Selatan dalam forum tersebut dan meyakini bahwa kerja sama kedua negara akan membawa arah baru bagi tatanan ekonomi global.
“Kami yakin bahwa kepemimpinan Afrika Selatan akan maju menuju tatanan ekonomi global yang lebih inklusif dan adil,” pungkasnya.
Kunjungan kenegaraan ini diakhiri dengan keterangan pers bersama yang menegaskan komitmen kedua negara dalam memperluas kerja sama bilateral dan mempererat hubungan diplomatik Indonesia-Afrika Selatan di masa mendatang.
(AKM/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
