Connect with us

Internasional

Jadi Walkot Muslim Pertama di New York, Ini Profil Lengkap Zohran Mamdani

Simak profil Zohran Mamdani, politikus Partai Demokrat yang mencetak sejarah sebagai wali kota Muslim pertama New York setelah menang dalam pemilihan umum.

Logompn

Published

on

Jadi walkot muslim pertama di new york, ini profil lengkap zohran mamdani
Jadi Walkot Muslim Pertama di New York, Ini Profil Lengkap Zohran Mamdani | Gambar: AFP

MPN Indonesia 6 November 2025 - Zohran Mamdani, politisi Partai Demokrat berusia 34 tahun, membuat sejarah pada Selasa (4/11) dengan terpilih sebagai wali kota Muslim pertama di New York.

Kemenangan ini diraih setelah sebelumnya ia meraih kemenangan besar dalam pemilihan pendahuluan (primary) pada 25 Juni 2025.

Keberhasilannya ini juga menandai pencapaian signifikan bagi keturunan India-Uganda di kancah politik Amerika Serikat.

Mundurnya Eric Adams dari pencalonan kembali membuka jalan bagi Mamdani untuk melaju tanpa banyak pesaing kuat.

Curtis Sliwa dari Partai Republik dan Andrew Cuomo yang mencalonkan diri sebagai independen menjadi rival utamanya.

Namun, Mamdani nyaris tak tertandingi, terlebih setelah mengalahkan Cuomo dalam konvensi Demokrat dengan perolehan suara 56,4 persen.

“Malam ini, kita mencetak sejarah. Mengingat kata-kata Nelson Mandela, ini semua terlihat tidak mungkin sampai benar-benar terjadi. Teman-teman, kita telah berhasil. Saya akan menjadi kandidat Demokrat untuk Wali Kota New York,” ucap Mamdani usai pemilihan primary, dikutip MPN Indonesia dari New York Times pada Kamis (6/11).

Profil Zohran Mamdani

Zohran Kwame Mamdani lahir pada 18 Oktober 1991 di Kampala, Uganda. Ia merupakan anak dari akademisi Mahmood Mamdani dan sutradara film Mira Nair.

Saat berusia lima tahun, keluarganya pindah ke Afrika Selatan dan dua tahun kemudian menetap di New York.

Mamdani menyelesaikan pendidikan sarjana dalam bidang Studi Afrika di Bowdoin College, Maine. Ia kemudian menikahi seniman asal Suriah, Rama Duwaji.

Perjalanan Politik Mamdani

Dikutip dari The Guardian, karier politik Mamdani dimulai saat ia terpilih menjadi anggota Majelis Negara Bagian New York pada tahun 2020.

Baca Juga:  Gibran Rakabuming Salatkan Jenazah Titiek Puspa

Ia dikenal sebagai anggota dari kelompok Democratic Socialists of America dan membawa isu-isu progresif dalam setiap kampanyenya.

Ia mengusung agenda besar terkait perumahan terjangkau, transportasi publik gratis, reformasi pajak, dan layanan sosial.

Kampanye Mamdani mendapat dukungan dari lebih dari 22.000 relawan akar rumput serta tokoh-tokoh progresif seperti Bernie Sanders, Alexandria Ocasio-Cortez, dan Partai Keluarga Pekerja.

Program Unggulan

Mamdani dengan cerdik memanfaatkan media sosial, terutama TikTok dan Instagram, untuk mengunggah video-video yang ceria, relevan, dan sering kali lucu.

Strateginya ini berhasil menarik perhatian ribuan pemilih muda dan pemilih pemula, serta relawan yang antusias.

Ia berhasil menghubungkan kampanyenya dengan isu-isu nyata yang dihadapi oleh warga New York, seperti harga sewa, perawatan anak, kebutuhan pokok, dan kesejahteraan sosial.

Beberapa janji politik Mamdani antara lain:

  • Pembekuan sewa untuk apartemen yang masuk dalam kategori sewa stabil.
  • Transportasi bus gratis di seluruh kota pada tahun 2027.
  • Pendiri Badan Pengembangan Perumahan Sosial untuk pembangunan rumah publik terjangkau.
  • Pembukaan toko kelontong milik pemerintah di tiap wilayah dengan akses terbatas ke pusat bisnis.
  • Perluasan makan siang gratis di sekolah negeri.
  • Peningkatan program penitipan anak.

Ia juga mengusulkan pajak tetap 2 persen bagi warga dengan pendapatan di atas 1 juta dollar AS per tahun, serta menaikkan upah minimum dari 16,5 dollar AS menjadi 30 dollar AS per jam.

Kontroversi Politik Mamdani

Mamdani dikenal sebagai pendukung kuat rakyat Palestina dan pengkritik keras kebijakan Israel.

Pada Oktober 2024, ia menyebut kebijakan Israel sebagai “genosida” dan mendukung gerakan Boikot, Divestasi, dan Sanksi (BDS) terhadap produk-produk yang berafiliasi dengan Israel.

Dalam pernyataan lainnya pada Desember 2024, Mamdani menegaskan bahwa ia siap menangkap Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu jika berkunjung ke New York setelah ia menjabat sebagai wali kota.

Baca Juga:  Menhut Raja Juli Minta Maaf ke Prabowo soal Main Domino bareng Eks Tersangka Pembalak Liar

“Sebagai wali kota, saya akan menangkap Netanyahu jika datang ke New York. Ini adalah kota yang nilainya sejalan dengan hukum internasional,” ujarnya seperti dikutip dari Al Jazeera.

Sikap tersebut menuai kritik tajam, termasuk dari Rabbi Elliot Cosgrove yang mengatakan, “Secara tegas dan tanpa ragu: Saya meyakini Zohran Mamdani berbahaya bagi komunitas Yahudi di New York.”

Namun, tidak semua pihak dalam komunitas Yahudi menentang Mamdani, beberapa justru mendukung pencalonannya.

(ADN/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending