Connect with us

Berita

Menekraf Ungkap Sekitar 15 Bioskop RI Mulai Tutup, Gara-gara Layanan Streaming Online?

Sebanyak 15 bioskop di Indonesia terancam tutup akibat penurunan jumlah penonton dan meningkatnya tren menonton film lewat layanan streaming online.

Logompn

Published

on

Menekraf ungkap sekitar 15 bioskop ri mulai tutup, gara gara layanan streaming online
Ilustrasi Bioskop. Gambar : Ilustrasi Canva

MPN Indonesia 16 November 2025 - Sebanyak 15 bioskop di Indonesia terancam tutup akibat perubahan perilaku masyarakat yang kini lebih memilih menonton film melalui layanan streaming online.

Hal tersebut diungkapkan Menteri Ekonomi Kreatif (Menekraf) Teuku Riefky Harsya dalam rapat kerja bersama Komisi VII DPR RI pada Kamis (6/11).

Menurutnya, kondisi ini terjadi meski industri perfilman nasional sedang menunjukkan peningkatan popularitas.

“Ada 15 bioskop yang juga mulai tutup, karena mungkin kondisi perekonomian masyarakat saat ini, juga mungkin masyarakat mulai beralih menonton lewat streaming online,” ujar Teuku dalam rapat tersebut, dikutip MPN Indonesia melalui kanal YouTube TVR Parlemen, Kamis (13/11).

Ia menambahkan, fenomena tersebut menjadi kekhawatiran baru bagi pelaku usaha perfilman di Tanah Air.

Pernyataan Menekraf ini dibenarkan oleh Sekretaris Umum Badan Perfilman Indonesia (BPI), Judith Dipodiputro.

Menurutnya, penurunan minat menonton di bioskop menjadi penyebab utama dari potensi penutupan sejumlah bioskop tersebut.

“Benar, ada 15 bioskop yang mau tutup. Ya memang dalam semua industri kan pasti ada up and down-nya, tapi ya berharap ini bisa berlalu dengan cepat,” kata Judith.

Tantangan Industri Bioskop Nasional

Menurut Teuku, masalah yang dihadapi industri bioskop bukan hanya persaingan dengan layanan streaming, tetapi juga mencakup berbagai persoalan lain seperti akses terbatas ke bioskop, masalah pendanaan, regulasi industri, dan pembajakan film.

“Ini menjadi keresahan bagi pengusaha perfilman di Indonesia, mulai dari akses ke bioskop, masalah pendanaan, regulasi, pembajakan, itu juga menjadi poin-poin yang menjadi pembahasan antara kami dengan para stakeholder,” ungkap Teuku.

BPI menambahkan bahwa keterbatasan jumlah layar menjadi kendala kronis bagi pertumbuhan industri film nasional.

Baca Juga:  Daftar Pemain Resident Evil 2026 Lengkap dengan Karakter yang Diperankan

Saat ini, rasio layar bioskop di Indonesia hanya 0,7 layar per 100.000 penduduk, jauh di bawah Thailand (1,7 layar) dan Malaysia (3,6 layar).

“Dengan jumlah penduduk yang kita miliki, Indonesia seharusnya memiliki sekitar 10.000 layar. Jadi masih ada kekurangan lebih dari 7.000 layar pada saat ini,” jelas perwakilan BPI.

Data Pertumbuhan Bioskop dan Layar

Hingga Januari 2024, jumlah bioskop di Indonesia tercatat mencapai 496 lokasi dengan total 2.375 unit layar.

Angka tersebut meningkat dibandingkan tahun 2023, dengan penambahan 16 lokasi bioskop baru dan 70 layar baru.

Namun, pertumbuhan ini dinilai masih belum cukup untuk memenuhi kebutuhan layar nasional yang ideal.

Rendahnya penetrasi layar turut memperkuat tantangan bagi pelaku industri bioskop dalam menjangkau lebih banyak penonton.

Judith dari BPI berharap adanya kolaborasi antara pemerintah, DPR, dan pelaku industri agar bioskop nasional dapat kembali bangkit.

“Kita berterima kasih dengan adanya rapat kerja ini, permasalahan-permasalahan yang kami hadapi dan juga kebutuhan-kebutuhan yang dibutuhkan kami bisa terfasilitasi,” pungkasnya.

(AKM/NID/RAD)

Trending