Connect with us

Viral

Enam Anak Tewas Terseret Arus di Kubangan Proyek Perumahan Balikpapan

Enam anak tewas tenggelam di kubangan proyek Grand City Balikpapan. Polisi selidiki dugaan kelalaian, sementara Grand City dan Basarnas menjelaskan kondisi lokasi.

Logompn

Published

on

Enam anak tewas terseret arus di kubangan proyek perumahan balikpapan
Ilustrasi Garis Polisi. Gambar : Ilustrasi Canva

Kalimantan Timur, MPN Indonesia 20 November 2025 - Enam anak dilaporkan tewas setelah terseret arus dan tenggelam di kubangan air di kawasan proyek Perumahan Grand City, Balikpapan Utara, Kalimantan Timur, pada Senin (17/11) sekitar pukul 17.30 Wita.

Kubangan tersebut terbentuk akibat perbedaan elevasi tanah dan curah hujan yang tinggi.

Peristiwa itu pertama kali dilaporkan oleh Babinsa Batu Ampar, Fahrizal, kepada Basarnas Balikpapan pada pukul 18.07 Wita.

Dua korban ditemukan lebih dulu oleh warga dalam kondisi meninggal dunia.

Empat lainnya kemudian ditemukan oleh tim penyelam Basarnas pada malam hari.

Seluruh korban langsung dibawa ke RS Kanudjoso Djatiwibowo Balikpapan.

Identitas para korban adalah Alfa Kaltiana Hadi (P/12), Ica Nawang (P/11), Arafa Lirman Faiz (L/8), Anaya Zaira Azarah (P/5), Muhammad Rifai Alamsyah (L/9), dan Kartika Ardayanti (P/9).

Penyelidikan Polisi dan Identifikasi Tanggung Jawab

Kabid Humas Polda Kaltim, Kombes Pol Yuliyanto, menyampaikan bahwa penyelidikan masih berlangsung untuk memastikan ada atau tidaknya unsur pidana dalam insiden tersebut.

“Setiap peristiwa apa pun, penyidik atau penyelidik akan mengumpulkan informasi. Informasi itu kemudian dirangkum dan dianalisis apakah terdapat unsur tindak pidana atau tidak,” ujar Kombes Yuliyanto dalam keterangannya, Rabu (19/11)

Menurutnya, hingga saat ini belum ada laporan resmi dari keluarga korban maupun laporan model A dari petugas di lapangan.

“Tentu akan kami proses siapa pun yang bertanggung jawab,” ungkapnya, apabila ditemukan pelanggaran hukum.

Lokasi kejadian diduga berada di wilayah Grand City, namun kepastian kepemilikan lahan masih menunggu pemeriksaan lebih lanjut.

Baca Juga:  Geger! Macan Tutul Masuk Area Permukiman Warga di Bandung, Dua Orang Terluka

Pihak Grand City, BPN, kecamatan, dan kelurahan akan dimintai keterangan untuk memastikan kepemilikan area kubangan.

Penjelasan Grand City dan Kondisi Lapangan

Piratno, Land Bank and Permit Department Head Grand City, menyampaikan belasungkawa atas musibah yang terjadi.

Ia menjelaskan bahwa kubangan terletak di perbatasan lahan perusahaan dan tanah milik warga.

“Elevasi tanah masyarakat dan tanah kami berbeda. Tidak ada pengurukan di lokasi itu. Musim hujan membuat air menggenang dan terbentuklah kubangan,” ucapnya.

Ia menambahkan bahwa perusahaan telah membangun saluran air sepanjang 10 meter, namun belum berfungsi optimal karena proyek sempat tertunda akibat sengketa lahan.

Perusahaan sebelumnya menyiapkan tiga opsi penanganan, yaitu pembebasan lahan, penyetaraan permukaan tanah, dan relokasi pemilik kapling awal.

Ketiganya masih dalam proses dan belum terlaksana sepenuhnya.

Keamanan dan Tindak Lanjut Pascakejadian

Pihak Grand City menyebut telah memasang rambu larangan masuk dan menempatkan tujuh petugas keamanan untuk patroli harian.

Namun dengan luas kawasan mencapai 256 hektare, pengawasan belum dapat dilakukan sepenuhnya di seluruh titik.

Dalam rapat bersama DPRD Balikpapan pada Selasa (18/11), Grand City diminta melakukan pemagaran di area kejadian dalam waktu 2 × 24 jam.

Perusahaan juga menyampaikan sedang memproses pemberian santunan bagi keluarga korban dan siap memperlihatkan seluruh dokumen perizinan bila diperlukan.

Basarnas Balikpapan mengungkapkan kedalaman kubangan air mencapai 4-6 meter.

Kepala Seksi Operasi dan Siaga Basarnas Balikpapan, Endrow Sasmita, mengatakan, “Kami terima informasi di lapangan bahwa dua anak sudah berhasil ditemukan oleh warga dalam kondisi meninggal dunia.”

Proses pencarian dilanjutkan dengan penyelaman hingga korban terakhir ditemukan pada pukul 20.02 Wita.

(AKM/NID/RAD)

Trending