Connect with us

Olahraga

Mengenal Curacao, Negara Terkecil yang Berhasil Lolos Piala Dunia 2026!

Curacao resmi lolos ke Piala Dunia 2026 dan menjadi negara berpenduduk terkecil yang pernah mencapai putaran final, mengalahkan rekor Islandia.

Logompn

Published

on

Mengenal curacao, negara terkecil yang berhasil lolos piala dunia 2026!
Tim Nasional Sepak Bola Curacao. Gambar : Reuters/Gilbert Bellamy

MPN Indonesia 21 November 2025 - Curacao resmi mencetak sejarah sebagai negara dengan populasi terkecil yang berhasil lolos ke putaran final Piala Dunia 2026.

Kepastian ini diperoleh setelah mereka menahan imbang Jamaika 0-0 pada laga terakhir Grup B Kualifikasi Zona CONCACAF, Rabu (19/11).

Hasil tersebut memastikan Curacao berada di puncak klasemen dengan 12 poin tanpa satu pun kekalahan.

Dikutip MPN Indonesia dari ESPN, negara kepulauan di Karibia ini memiliki populasi sekitar 156.000 hingga 185.000 jiwa, menjadikannya pemegang rekor baru sebagai negara berpenduduk paling sedikit yang berhasil lolos ke Piala Dunia.

Sebelumnya, rekor ini dipegang Islandia yang tampil di Piala Dunia 2018 dengan 350.000 penduduk.

Dengan luas wilayah hanya 444 kilometer persegi, Curacao juga lebih kecil dibanding Jakarta yang memiliki luas 661 kilometer persegi.

Dalam fase kualifikasi, Curacao mencatat rekor tidak terkalahkan dari enam laga dengan tiga kemenangan dan tiga hasil imbang.

Mereka mengalahkan Bermuda dua kali, termasuk kemenangan tandang 7-0, menang atas Jamaika dan Haiti, serta menahan Trinidad & Tobago dua kali.

Proyek Jangka Panjang dan Dukungan Diaspora

Keberhasilan Curacao merupakan hasil proyek jangka panjang yang dimulai sejak 2023.

Presiden Federasi Sepak Bola Curacao, Gilbert Martina, menyampaikan bahwa federasi sempat mendekati beberapa pelatih top Belanda seperti Bert van Marwijk dan Louis van Gaal, namun keduanya menolak.

Dick Advocaat kemudian menawarkan diri untuk menangani tim.

Menurut Martina, “Respons itu membuat saya merinding,” karena kredibilitas Advocaat menjadi faktor penting dalam membangun kepercayaan federasi dan sponsor.

Baca Juga:  Prediksi Skor Prancis vs Spanyol di Semifinal Piala Dunia 2026

Pelatih berusia 78 tahun itu tidak hadir saat laga kontra Jamaika karena mendampingi istrinya yang sakit, namun tetap memantau pertandingan dan memberikan arahan kepada asisten pelatih Dean Gorre.

Seusai pertandingan, Advocaat mengirim pesan berisi ucapan selamat dan menyebut pencapaian ini sebagai “petualangan luar biasa.”

Struktur Tim Nasional dan Peran Diaspora

Sebagai bagian dari Kerajaan Belanda, Curacao memiliki akses luas untuk merekrut pemain diaspora.

Dari seluruh skuad, hanya Tahith Chong yang lahir di Curacao.

Pemain lainnya seperti Leandro Bacuna dan Juninho Bacuna lahir di Belanda namun memiliki akar keluarga dari Curacao.

Bacuna, yang pernah membela Aston Villa, telah mencatatkan 68 caps dan menjadi pemain paling berpengalaman dalam tim.

Upaya merekrut pemain diaspora sudah dimulai sejak 2004 oleh Jean Francisco, mantan presiden federasi.

Pada periode sebelumnya, Curacao hanya bertumpu pada pemain lokal non-profesional.

Kini, skuad mereka diperkuat oleh pemain yang berkarier di liga-liga Eropa seperti Belanda, Inggris, Turki, dan Israel.

Pertandingan Penentuan Kontra Jamaika

Laga di Kingston berlangsung dalam atmosfer intens dengan sekitar 35.000 penonton, sementara suporter Curacao hanya hadir dalam jumlah kecil.

Jamaika tampil agresif dan tiga kali mengenai tiang gawang serta mendapatkan peluang dari situasi bola mati.

Curacao juga hampir mencetak gol lewat serangan balik.

Ketegangan meningkat ketika wasit Ivan Barton menunjuk titik putih untuk Jamaika.

Namun keputusan tersebut dibatalkan setelah tinjauan VAR.

Usai pertandingan, pelatih Jamaika, Steve McClaren, memutuskan mengundurkan diri.

Mentalitas dan Filosofi Bermain

Filosofi Dick Advocaat menjadi dasar permainan Curacao selama kualifikasi.

Ia menekankan bahwa di fase tersebut “setiap pertandingan adalah final.”

Menurut Juninho Bacuna, perubahan terbesar justru terjadi pada profesionalisme dan persiapan mental tim.

Baca Juga:  Pemerintah Iran Pastikan Timnya Siap Tampil di Piala Dunia 2026

Ia menggambarkan mentalitas mereka sebagai: “Jika tidak bisa menang, pastikan tidak kalah.”

Organisasi permainan, disiplin, dan efisiensi menjadi kekuatan utama Curacao.

Setiap pemain memahami gaya bermain yang dipengaruhi filosofi sepak bola Belanda, mengedepankan teknik dan kerja sama tim.

Keberhasilan ini menandai pertama kalinya Curacao tampil di Piala Dunia, membuka babak baru dalam sejarah sepak bola negara kecil tersebut.

(AKM/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending