Connect with us

Berita

Mengenal Asal-usul Batik, Warisan Budaya Indonesia yang Telah Diakui UNESCO

UNESCO menetapkan batik sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia sejak 2009. Pernyataan Aisha Retno yang menyebut batik berasal dari Malaysia menuai kontroversi di Indonesia.

Logompn

Published

on

Mengenal asal usul batik, warisan budaya indonesia yang telah diakui unesco
Ilustrasi batik. Gambar: Ilustrasi Canva

MPN Indonesia 21 November 2025 - Batik resmi diakui oleh UNESCO sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTB) dari Indonesia pada 2 Oktober 2009 dalam sidang yang berlangsung di Abu Dhabi.

Pengakuan ini diberikan karena batik memenuhi tiga kriteria utama yang ditetapkan oleh UNESCO, yakni pewarisan ilmu, keterkaitan dalam kehidupan masyarakat, serta penggunaan dalam aktivitas sehari-hari.

Wakil Ketua Yayasan Lasem Heritage, Yulia Ayu, menyampaikan bahwa ilmu membatik diturunkan dari generasi ke generasi, mulai dari pemilihan canting, cara mencanting, hingga teknik pewarnaan.

“Ilmunya diturunkan dari generasi ke generasi. Dari pemilihan canting, cara mencanting, desainnya, motifnya, hingga cara pewarnaannya,” ujar Yulia dalam tur virtual Kisah Batik Tiga Negeri Lasem pada 2 Oktober 2020 silam.

Pengakuan ini menjadikan batik sebagai simbol identitas nasional Indonesia.

Namun, pada beberapa waktu lalu, pernyataan penyanyi keturunan Indonesia-Malaysia, Aisha Retno, yang menyebut batik berasal dari Malaysia kepada Ariana Grande, memicu kontroversi publik.

Hal ini mengundang reaksi dari warganet Indonesia karena batik telah lama dikukuhkan sebagai milik budaya Indonesia oleh UNESCO.

Mengenal Sejarah dan Filosofi Batik

Batik memiliki akar sejarah sejak masa kerajaan Hindu-Buddha di Nusantara.

Awalnya digunakan sebagai hiasan pada daun lontar yang berisi naskah kuno.

Istilah ‘batik’ berasal dari dua kata Jawa, yaitu amba (lebar) dan titik (titik), yang menggambarkan proses menghubungkan titik-titik menjadi motif pada kain.

Karya Thomas Stamford Raffles History of Java juga mencatat keberadaan batik, menunjukkan eksistensinya dalam lintas sejarah. Jejak batik dapat ditemukan dalam relief candi, ukiran patung, hingga dongeng Panji dari Jawa Timur yang berkaitan dengan motif gringsing.

Baca Juga:  Tak Terima Palestina Diakui sebagai Anggota, Trump Tarik AS dari UNESCO

Dalam perkembangannya, motif batik mencerminkan filosofi dan nilai budaya yang kuat.

Menurut buku Batik: Filosofi, Motif dan Kegunaan oleh Adi Kusrianto, nama motif batik bisa berasal dari bentuk ornamen, komposisi elemen, atau warna dominan.

Masing-masing motif membawa makna simbolik tersendiri.

Fungsi Sosial Batik

Selain nilai seni, batik juga memiliki fungsi sosial dalam kehidupan masyarakat Jawa, seperti disebutkan Yulia Ayu.

Penggunaannya tidak hanya untuk pakaian, tetapi juga dalam berbagai fase kehidupan:

  • Menggendong bayi saat lahir
  • Digunakan saat proses khitanan
  • Dipakai dalam upacara pernikahan
  • Menutup jenazah ketika meninggal dunia

Batik juga dikenakan dalam aktivitas sehari-hari, baik dalam konteks formal seperti pertemuan bisnis dan pendidikan, maupun informal seperti perayaan pernikahan.

Kontroversi Aisha Retno soal Batik

Melansir laman resmi UNESCO, batik Indonesia sarat simbol dan nilai budaya.

Menggendong bayi dengan batik dipercaya membawa keberuntungan bagi si anak.

Keberadaan batik sebagai busana sehari-hari juga memperkuat statusnya sebagai budaya hidup.

Namun, pernyataan Aisha Retno dalam forum internasional menjadi sorotan tajam.

Dalam kapasitasnya sebagai pengisi suara film Wicked bersama Ariana Grande, ia menyebut batik berasal dari Malaysia.

“I have a little something for you guys, it’s a Batik from Malaysia,” ujarnya, dalam video yang diunggah di Instagram @aisharetno02, dikutip MPN Indonesia, Jumat (21/11).

Reaksi keras warganet Indonesia muncul, menilai pernyataan tersebut sebagai bentuk klaim budaya.

Meski batik juga digunakan oleh masyarakat di negara lain seperti Malaysia, Singapura, Myanmar, dan Afrika, pengakuan resmi UNESCO menetapkan bahwa batik adalah bagian dari Warisan Budaya Takbenda milik Indonesia.

Peringatan Hari Batik Nasional tiap 2 Oktober menjadi pengingat akan pentingnya menjaga dan menghormati warisan budaya tersebut.

Baca Juga:  Kementerian Kebudayaan Usulkan Rendang Layak jadi Warisan Budaya di UNESCO

(AKM/NID/RAD)

Trending