Connect with us

Viral

Dubes RI: Pelaku Penganiayaan WNI asal Sumbar di Malaysia Seorang Dokter

Duta Besar RI untuk Malaysia mengungkap pelaku penganiayaan PMI asal Sumbar adalah pasangan suami istri warga negara Malaysia yang merupakan seorang ko-asisten dokter.

Logompn

Published

on

Dubes ri ungkap pelaku penganiayaan wni asal sumbar di malaysia seorang dokter
Dubes RI Ungkap Pelaku Penganiayaan WNI asal Sumbar di Malaysia Seorang Dokter | Gambar: Instagram/@indonesiainkualalumpur

MPN Indonesia 22 November 2025 - Seorang pekerja migran Indonesia (PMI) asal Sumatera Barat menjadi korban penganiayaan berat di Malaysia oleh majikannya di sebuah kondominium di kawasan Kuala Lumpur.

Duta Besar RI untuk Malaysia, Dato’ Indera Hermono, mengungkap bahwa pelaku adalah pasangan suami istri warga negara Malaysia yang merupakan seorang ko-asisten dokter.

“Dia ko-asisten dokter gitu ya. Sebagai dokter pun masih tega-teganya menyiksa. Dia yang harusnya punya pemahaman lebih baik mengenai hak asasi manusia, tapi menyiksa,” katanya kepada wartawan di Kuala Lumpur, Selasa (18/11).

Indera Hermono juga mengherankan tindakan pelaku yang tega menganiaya korban secara keji, terlebih pelaku merupakan orang yang berpendidikan dan berprofesi sebagai dokter.

“Orang (pelaku) ini masih muda dan berpendidikan, melakukan kekerasan begitu coba. Ini bagaimana sih sebetulnya orang-orang itu melihat pekerja Indonesia? Apa melihat pekerja Indonesia itu kayak budak yang boleh diperlakukan sesuka hati? Kan nggak boleh begitu ya,” tuturnya.

Dubes RI Tolak Upaya Damai dari Pelaku

Korban diketahui mengalami kekerasan fisik berat berupa pemukulan dan penyiraman air panas yang menyebabkan luka lebam serta luka bakar di sekujur tubuh.

Ia berhasil menyelamatkan diri dengan melarikan diri dari jendela lantai 29, menuruni pipa dekat AC ke lantai 28, lalu ke lantai 27, sebelum akhirnya diselamatkan oleh tim pemadam kebakaran dan dibawa ke Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur.

Korban telah diamankan di shelter KBRI Kuala Lumpur dan pihak KBRI juga telah membantu proses visum dan mendampingi korban dalam pelaporan ke kepolisian Malaysia.

Baca Juga:  Kominfo Gunakan AI untuk Berantas Judi Online, Efektifkah?

Meski pelaku dan keluarganya datang meminta maaf dan mencoba menyelesaikan kasus secara kekeluargaan, Hermono tegas menolak upaya tersebut.

Ia menekankan bahwa tindakan pidana berat seperti ini tidak dapat diselesaikan secara damai atau kekeluargaan.

“Sebetulnya majikannya sudah datang ke KBRI, minta maaf. Tapi nggak ada, nggak bisa orang menyiksa lalu minta maaf, lalu selesai, enak benar gitu kan,” tegasnya.

Hermono mendesak kepolisian Malaysia untuk menegakkan hukum dan memproses kasus penganiayaan ini sesuai prosedur hukum yang berlaku.

Soroti Pentingnya Pengawasan Ketat oleh Imigrasi

Korban diketahui merupakan PMI nonprosedural yang masuk ke Malaysia dengan visa wisatawan kemudian bekerja tanpa melalui jalur resmi.

Hal ini menjadi sorotan serius Hermono yang menyatakan pentingnya pengawasan ketat oleh pihak imigrasi Indonesia terhadap pembuatan paspor dan pemeriksaan keberangkatan warga negara Indonesia ke luar negeri.

“Kalau kita lihat kan siapa yang membuat paspor, kan imigrasi. Siapa yang melakukan pemeriksaan dia (PMI nonprosedural) keluar dari Indonesia, kan imigrasi juga. Dia kan tidak melalui BP2MI, dia tidak melalui dinas tenaga kerja, dia tidak melalui instansi manapun juga. Satu-satunya yang dilalui, itu cuma imigrasi yaitu pada saat pembuatan paspor, dan saat keluar dari tempat pemeriksaan imigrasi,” jelas Hermono.

Ia juga menegaskan bahwa keberadaan nota kesepahaman (MoU) antara Indonesia dan Malaysia mengenai perlindungan pekerja domestik menjadi tidak efektif jika PMI nonprosedural masih terus diberangkatkan tanpa kendali.

“Kalau tidak ada pencegatnya, maka MoU ini nggak ada gunanya. Jadi ini juga persoalan, bahwa kita tidak bisa mengimplementasikan MoU ini secara baik. Ini yang juga harus menjadi perhatian. Kita setengah mati memperjuangkan MoU itu, tetapi MoU itu menjadi tidak efektif kalau pekerja nonprosedural itu terus mengalir,” katanya.

Baca Juga:  Lagi Sapa Warga di Dekat Istana, Presiden Meksiko Kena Pelecehan dari Pria Mabuk

(AKM/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending