Connect with us

Viral

Ratusan Korban WO Geruduk Rumah Ayu Puspita, Diseret ke Polres Jaktim

Ratusan korban dugaan penipuan WO menggeruduk rumah pemilik jasa tersebut, Ayu Puspita, di wilayah Cipayung, Jakarta Timur, pada Minggu siang (7/12).

Logompn

Published

on

Ratusan korban wo geruduk rumah ayu puspita
Ratusan Korban WO Geruduk Rumah Ayu Puspita | Gambar : Ilustrasi Canva

MPN Indonesia 8 Desember 2025 - Ratusan korban dugaan penipuan wedding organizer (WO) menggeruduk rumah pemilik jasa tersebut, Ayu Puspita, di wilayah Cipayung, Jakarta Timur, pada Minggu siang (7/12).

Kerumunan warga sempat terekam dan viral di media sosial, salah satunya melalui unggahan akun Instagram @jabodetabek24info pada Senin (8/12).

Hal ini dibenarkan oleh Kapolres Jakarta Timur, Kombes Pol Alfian Nurrizal, yang menyebut bahwa Ayu dibawa ke Markas Polres Jakarta Timur.

“Iya Minggu siang, yang bersangkutan dibawa warga ke Polres,” ujar Alfian dikutip MPN Indonesia dari TribunJakarta, Senin.

Dalam keterangannya, Alfian juga berusaha menengahi situasi dengan menginterogasi Ayu dan meminta para korban untuk tetap bersabar serta tidak terprovokasi.

“Saya akan mengusahakan untuk semuanya (korban penipuan) agar bisa dikembalikan hak-haknya,” tambahnya.

Dugaan Penipuan Terungkap dari Media Sosial

Kasus dugaan penipuan ini bermula dari unggahan seorang perias pengantin di TikTok pada Sabtu (6/12), yang melaporkan adanya pernikahan bermasalah di wilayah Jakarta Barat dan Jakarta Utara.

Salah satu korban, Tamay (26), pun buka suara dan menjelaskan bahwa dalam salah satu acara, katering tidak hadir dan hanya ada dekorasi di lokasi.

“Jadi dia ada beberapa acara hari Sabtu itu, terus ternyata bermasalah. Katering makanannya enggak datang, cuma ada dekornya,” ujar Tamay pada Minggu (7/12).

Unggahan dari alun TikTok tersebut kemudian menarik perhatian warganet yang mengaku juga menjadi korban.

Mereka akhirnya saling berkomunikasi melalui grup WhatsApp untuk mencocokkan informasi dan kronologi.

Dari diskusi tersebut, diketahui bahwa pihak WO memberikan penawaran yang seragam dan terkesan menggiurkan, yang diduga menjadi modus utama untuk menarik klien.

Baca Juga:  Viral! Tanggul Pantai Mutiara Bocor, Rembesan Air Laut Basahi Area Perumahan

Pemeriksaan oleh Kepolisian

Berdasarkan mengakuan Tamay, pihak WO kini telah dibawa ke Polres Jakarta Utara, bersama para korban yang ingin memperoleh kejelasan atas kasus yang menimpa mereka.

“Ini semua sudah di Polres Jakarta Utara. Termasuk owner-nya, semuanya, marketingnya. Mereka berkelit. Pokoknya enggak jelas lah, kami enggak dapat titik terangnya,” ungkapnya.

Pemeriksaan saat ini difokuskan pada korban yang acaranya telah terlaksana. Sementara bagi korban yang jadwal pernikahannya masih jauh, proses hukum belum dapat dilakukan karena belum termasuk dalam unsur tindak pidana.

Tamay sendiri mengaku akan menikah pada April 2026 dan belum bisa mendapatkan pengembalian dana.

“Yang dipanggil orang-orang yang acaranya udah selesai. Kami yang acaranya masih lama enggak bisa diganti (uangnya), karena acaranya belum terjadi. Cuma kan kami meminimalisir jangan terjadi,” jelasnya.

(AKM/NID/RAD)

Trending