Connect with us

Internasional

Ketegangan Memuncak, Thailand Luncurkan Serangan Udara ke Wilayah Kamboja

Thailand meluncurkan serangan udara ke wilayah Kamboja menyusul eskalasi ketegangan militer yang telah berlangsung selama beberapa pekan di perbatasan kedua negara.

Logompn

Published

on

Ketegangan memuncak, thailand luncurkan serangan udara ke wilayah kamboja
Ketegangan Memuncak, Thailand Luncurkan Serangan Udara ke Wilayah Kamboja | Gambar: YouTube/WION

MPN Indonesia 8 Desember 2025 - Thailand meluncurkan serangan udara ke wilayah Kamboja pada Senin pagi (8/12), menyusul eskalasi ketegangan militer yang telah berlangsung selama beberapa pekan di perbatasan kedua negara.

Sebelumnya, militer Thailand memerintahkan evakuasi warga dari empat provinsi yang berada di kota-kota perbatasan dengan Kamboja.

Serangan ini dipicu oleh insiden penembakan di pangkalan militer Thailand, Pangkalan Anupong, yang menyebabkan satu tentara tewas dan dua lainnya terluka pada Senin dini hari.

Thailand dan Kamboja saling menuduh pihak lain sebagai pemicu awal serangan tersebut.

Mayor Jenderal Winthai Suvaree dari militer Thailand menyatakan bahwa serangan udara tersebut adalah bentuk balasan terhadap posisi dukungan bersenjata militer Kamboja.

“Targetnya adalah posisi dukungan bersenjata Kamboja di daerah Chong An Ma Pass, karena target tersebut menggunakan artileri dan peluncur mortir untuk menyerang pihak Thailand di Pangkalan Anupong, mengakibatkan satu tentara tewas dan dua tentara luka,” katanya seperti dikutip MPN Indonesia dari CNN, Senin.

Ketegangan Thailand-Kamboja Kembali Memanas

Militer Thailand mengklaim bahwa Kamboja mulai menargetkan wilayah perbatasan sekitar pukul 03.00 pagi waktu setempat.

Dalam pernyataan terpisah, pihak militer Kamboja membantah sebagai pihak yang memulai serangan, dan menyatakan bahwa Thailand telah melakukan berbagai tindakan provokatif selama beberapa hari sebelumnya.

“Perlu dicatat bahwa serangan ini terjadi setelah pasukan Thailand terlibat dalam berbagai tindakan provokatif selama berhari-hari,” demikian bunyi pernyataan resmi militer Kamboja.

Ketegangan antara Thailand dan Kamboja sebelumnya telah diwarnai oleh berbagai insiden di perbatasan, termasuk penggunaan suara-suara menyeramkan dari pengeras suara oleh pasukan Thailand untuk menakuti warga Kamboja.

Insiden ini bahkan dilaporkan ke Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) oleh pihak Kamboja.

Baca Juga:  Putri Thailand Bajrakitiyabha Meninggal Dunia usai Tiga Tahun Dirawat di Rumah Sakit

Namun, konflik ini mengancam keberlangsungan perjanjian gencatan senjata yang sebelumnya telah ditandatangani dalam pertemuan tingkat tinggi ASEAN di Malaysia.

Perjanjian tersebut ditengahi oleh Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

(ADN/NID/RAD)

Trending