Connect with us

Internasional

Kembali Memanas! Serangan Udara Thailand di Perbatasan Tewaskan 4 Warga Sipil Kamboja

Empat warga sipil Kamboja tewas dalam bentrokan Thailand-Kamboja di perbatasan. Roket, artileri, dan serangan udara ikut digunakan dalam konflik terbaru.

Logompn

Published

on

Kembali memanas! serangan udara thailand di perbatasan tewaskan 4 warga sipil kamboja
Kembali Memanas! Serangan Udara Thailand di Perbatasan Tewaskan 4 Warga Sipil Kamboja. Gambar : Reuters/Athit Perawongmetha

MPN Indonesia 9 Desember 2025 - Empat warga sipil Kamboja dilaporkan tewas dalam bentrokan bersenjata yang kembali pecah di sepanjang perbatasan Thailand–Kamboja pada Senin (8/12).

Insiden ini dipicu oleh saling serang antara militer kedua negara, yang melibatkan roket, artileri, dan serangan udara.

Militer Kamboja disebut lebih dulu menembakkan roket BM-21 ke daerah permukiman Ban Sai Tho 10 di Distrik Ban Kruat, Buri Ram, Thailand.

Menanggapi serangan tersebut, Thailand meluncurkan serangan udara menggunakan jet tempur F-16.

Menurut otoritas Provinsi Oddar Meanchey dan Preah Vihear, empat warga sipil Kamboja tewas dalam serangan balasan Thailand.

“Setidaknya empat warga sipil Kamboja tewas dalam serangan-serangan Thailand,” ujar Menteri Informasi Kamboja, Neth Pheaktra, seperti dikutip MPN Indonesia dari AFP, Selasa (9/12).

Ia menambahkan bahwa tiga korban berasal dari Oddar Meanchey dan satu dari Preah Vihear.

Bentrokan Terjadi di Beberapa Titik Perbatasan

Bentrokan dilaporkan berlangsung di sejumlah lokasi sengketa, termasuk Chong An Ma, Hill 677, Huai Tamalia, Prasat Khana, dan Prasat Ta Muen Thom.

Juru bicara militer Thailand, Mayor Jenderal Winthai Suvaree, menyebut serangan udara Thailand menargetkan Chong An Ma, Prasat Khana, dan wilayah Preah Vihear yang diduga menjadi pos komando dan titik dukungan tembakan militer Kamboja.

Di pihak Thailand, satu prajurit tewas dan empat lainnya luka-luka akibat serangan roket dari Kamboja di wilayah Ubon Ratchathani.

Serangan udara Thailand disebut sebagai respons atas serangan tersebut.

“Menghindari korban warga sipil menjadi prioritas tertinggi,” jelas Mayor Jenderal Winthai.

Klaim dan Tuduhan dari Kedua Pihak

Kementerian Pertahanan Kamboja menuduh Thailand melakukan serangan fajar terhadap dua posisi pasukan Kamboja setelah beberapa hari terjadi provokasi.

Baca Juga:  AS Sanksi 3 Lembaga HAM karena Dukung ICC Tindak Tegas Pelanggaran Israel atas Gaza

Juru bicara Kementerian Pertahanan Kamboja, Letnan Jenderal Maly Socheata, menyatakan bahwa pasukan Thailand menyerang sejak Minggu (7/12) sore dan berlanjut hingga Senin (8/12) dini hari.

Ia juga menuding Thailand menggunakan tank, gas beracun, dan artileri, meski tuduhan penggunaan gas beracun sebelumnya telah dibantah karena tidak memiliki bukti.

Perdana Menteri Thailand, Anutin Charnvirakul, menegaskan bahwa Thailand tidak menginginkan kekerasan, tetapi akan mengambil langkah yang diperlukan untuk mempertahankan kedaulatan nasional.

Sementara itu, mantan Perdana Menteri Kamboja, Hun Sen, menyebut bahwa Thailand adalah pihak agresor yang menggunakan “segala jenis senjata” untuk memancing balasan.

Dampak Serangan Terbaru

Bentrokan ini menimbulkan korban di kedua negara. Selain empat warga sipil yang tewas, sepuluh warga sipil Kamboja lainnya mengalami luka-luka akibat serangan udara Thailand.

Di pihak Thailand, satu personel militer tewas dan empat lainnya luka-luka akibat serangan roket Kamboja.

Menyikapi situasi ini, militer Thailand menginstruksikan seluruh unitnya untuk menggunakan segala kekuatan demi melindungi rakyat dan menjaga kedaulatan wilayahnya.

(ADN/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending