Connect with us

Politik

Sri Mulyani akan jadi Dosen di Blavatnik School of Government Oxford

Sri Mulyani bergabung sebagai pengajar di Program World Leaders Fellowship Oxford mulai 2026 setelah menyelesaikan masa jabatannya sebagai Menteri Keuangan.

Logompn

Published

on

Sri mulyani akan jadi dosen di blavatnik school of goverment oxford
Mantan Menteri Keuangan Republik Indonesia periode 2016-2025, Sri Mulyani Indrawati. Gambar : Instagram/@smindrawati

MPN Indonesia 11 Desember 2025 - Mantan Menteri Keuangan Republik Indonesia periode 2016-2025, Sri Mulyani Indrawati, resmi ditunjuk sebagai pengajar dalam Program World Leaders Fellowship di Blavatnik School of Government, Universitas Oxford, Inggris.

Ia akan mulai bertugas pada 2026, setelah masa jabatannya berakhir dan digantikan oleh Purbaya Yudhi Sadewa pada pertengahan September 2025.

Penunjukan ini diumumkan melalui laman resmi Blavatnik School of Government.

Peran Sri Mulyani dalam Program Fellowship

Program World Leaders Fellowship ditujukan bagi para pemimpin dunia yang memasuki fase baru pengabdian publik setelah tidak lagi menjabat.

Selama masa fellowship selama satu tahun, Sri Mulyani akan terlibat dalam pendampingan mahasiswa dan alumni, berbagi pengalaman kepemimpinan publik, serta mengikuti forum dialog global mengenai tantangan tata kelola modern.

Ia juga akan menyampaikan pendekatan inovatif terhadap pemerintahan sekaligus mendukung pengembangan generasi baru pembuat kebijakan publik berbasis wawasan global.

Pernyataan Sri Mulyani dan Blavatnik School

Sri Mulyani menyebut bergabung dengan program ini sebagai sebuah kehormatan.

“Merupakan suatu kehormatan bagi saya untuk bergabung dengan Blavatnik School of Government sebagai World Leaders Fellow di Universitas Oxford, sebuah institusi yang menyatukan beragam perspektif untuk merefleksikan kebijakan publik dan tantangan tata kelola yang dihadapi di seluruh dunia,” ujarnya, dikutip MPN Indonesia dari laman resmi Blavatnik School of Government (BSG).

Ia melanjutkan, “Saya berharap dapat berkontribusi secara bijaksana kepada komunitas ini, berbagi pengalaman saya sambil terus belajar, dan mendukung generasi pembuat kebijakan berikutnya saat mereka bersiap untuk memimpin dengan integritas, kompetensi, dan martabat dalam lingkungan yang semakin kompleks.”

Baca Juga:  Presiden Prabowo dan Bill Gates Luncurkan Kolaborasi Filantropi Lewat Danantara Trust Fund

Dekan sekaligus pendiri Blavatnik School of Government, Ngaire Woods, turut menyambut kedatangan Sri Mulyani.

“Kami sangat senang Sri Mulyani bergabung dengan Blavatnik School untuk berbagi pengalamannya dalam kebijakan ekonomi global. Mahasiswa kami berasal dari lebih dari 60 negara dan sedang mempersiapkan diri untuk pelayanan publik, sehingga kesempatan belajar langsung dari beliau menjadi hal yang sangat berharga,” ungkapnya.

Latar Belakang Sri Mulyani

Sri Mulyani dikenal sebagai pejabat publik dengan rekam jejak panjang di bidang pemerintahan dan lembaga internasional.

Ia merupakan satu-satunya Menteri Keuangan RI yang menjabat di bawah tiga presiden secara berturut-turut. Pada 2018, ia menerima penghargaan Best Minister in the World.

Karier internasionalnya mencakup jabatan Direktur Eksekutif Dana Moneter Internasional (IMF) serta Managing Director dan Chief Operating Officer di World Bank.

Dalam posisinya di Bank Dunia, ia bertanggung jawab atas operasi global dan bekerja sama dengan berbagai negara dalam pembangunan berkelanjutan.

Pendidikan dan Riwayat Karier

Sri Mulyani lahir di Bandar Lampung pada 26 Agustus 1962.

Ia menyelesaikan pendidikan sarjana ekonomi di Universitas Indonesia, kemudian melanjutkan gelar magister dan doktor di University of Illinois Urbana-Champaign, Amerika Serikat.

Beberapa jabatan penting yang pernah diembannya meliputi Menteri Keuangan pada 2005, Direktur Pelaksana Bank Dunia pada 2010, serta kembali ditunjuk sebagai Menteri Keuangan pada 2016 dan 2024.

Hingga akhir masa jabatannya pada 2025, ia menjadi salah satu figur sentral dalam pengelolaan ekonomi Indonesia sebelum akhirnya memasuki babak baru sebagai pengajar di Oxford University.

(AKM/NID/RAD)

Trending