Connect with us

Politik

Ajudan Soeharto, Sjafrie Sjamsoeddin Kini Gantikan Prabowo di Kemenhan

Letnan Jenderal TNI (Purn.) Sjafrie Sjamsoeddin resmi dilantik sebagai Menteri Pertahanan dalam Kabinet Merah Putih.

Arthur

Published

on

Ajudan Soeharto, Sjafrie Sjamsoeddin Kini Gantikan Prabowo di Kemenhan
Ajudan Soeharto, Sjafrie Sjamsoeddin Kini Gantikan Prabowo di Kemenhan. Gambar : Dok. AFP/BAY ISMOYO

MPN Indonesia 21 Oktober 2024 - Letnan Jenderal TNI (Purn.) Sjafrie Sjamsoeddin telah ditunjuk sebagai Menteri Pertahanan dalam Kabinet Merah Putih pada pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.

Penunjukan ini menandai kembalinya Sjafrie ke lingkup Kementerian Pertahanan (Kemenhan).

Sosok Berpengalaman di Kementerian Pertahanan

Sjafrie Sjamsoeddin, seorang tokoh militer dengan latar belakang kuat, tidak asing dengan lingkungan Kemenhan.

Sejak 6 Desember 2019, ia telah menjabat sebagai Asisten Khusus Menteri Pertahanan Bidang Manajemen Pertahanan.

Kedekatannya dengan Menteri Pertahanan sebelumnya, Prabowo Subianto, turut memperkuat posisinya di Kemenhan.

Sjafrie memulai perjalanan militernya dengan lulus dari Akademi Militer (Akmil) pada tahun 1974, bersama dengan Prabowo Subianto.

Setelah menyelesaikan pendidikan militernya, Sjafrie memulai tugas di Komando Pasukan Khusus (Kopassus) pada tahun 1975, unit elit yang menjadi kekuatan utama di TNI Angkatan Darat.

Karier Militer yang Cemerlang

Seiring waktu, Sjafrie terus menapaki karier militer dengan menempati berbagai posisi strategis.

Pada tahun 1997, ia diangkat sebagai Panglima Kodam Jaya, menggantikan Sutiyoso yang saat itu dipilih menjadi Gubernur DKI Jakarta.

Posisi Pangdam Jaya yang dipegangnya dari September 1997 hingga Juni 1998 menjadi tonggak penting dalam kariernya, khususnya di tengah situasi politik yang dinamis pada akhir dekade 1990-an.

Sebagai salah satu lulusan terbaik dari Akmil, Sjafrie dianugerahi penghargaan Adhi Makayasa pada tahun 1974, sebuah pengakuan atas prestasi akademis dan kepemimpinannya di lingkungan militer.

Penghargaan ini menjadi salah satu penanda awal dari karier militer yang terus berkembang hingga mencapai posisi-posisi penting di TNI.

Baca Juga:  Donald Trump Tegas Bantah Dirinya Sakit hingga Meninggal Dunia

Dari Pangdam Jaya hingga Kapuspen TNI

Setelah menjabat sebagai Pangdam Jaya, karier Sjafrie terus berlanjut.

Pada 4 Maret 2002, ia diangkat sebagai Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI, posisi strategis di mana ia bertanggung jawab atas komunikasi dan informasi di lingkungan Tentara Nasional Indonesia.

Penunjukan ini menjadi bukti kepercayaan terhadap kemampuannya dalam menjalankan tugas penting di militer.

Karier Sjafrie terus berkembang hingga ia dipromosikan menjadi Bintang Tiga sebagai Sekretaris Jenderal Departemen Pertahanan pada 15 April 2005.

Dalam peran ini, ia terlibat dalam berbagai kebijakan dan manajemen pertahanan nasional, semakin memperkuat posisinya di Kementerian Pertahanan.

Kedekatan dengan Soeharto dan Peran di Era Reformasi

Tokoh dan figur publik ini juga dikenal sebagai salah satu ajudan Presiden Soeharto di masa akhir kepemimpinannya.

Kedekatannya dengan presiden yang telah lama memimpin Indonesia ini memberinya pengalaman politik dan militer mendalam, khususnya di era sebelum dan sesudah reformasi.

Penunjukan Sjafrie sebagai Menteri Pertahanan di era pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka dapat dilihat sebagai kelanjutan dari kontribusi panjangnya di bidang pertahanan.

Trending