Internasional
Puji Warga Muslim yang Rebut Senjata Penembakan di Pantai Bondi, Netanyahu: Muslim Pemberani!
PM Israel Benjamin Netanyahu memuji Ahmed Al Ahmed yang melucuti penembak di Pantai Bondi, Sydney. Insiden Hanukkah tewaskan 15 orang.
MPN Indonesia 16 Desember 2025 - Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu memuji tindakan Ahmed Al Ahmed, seorang warga Muslim keturunan Lebanon-Australia, yang merebut senjata dari pelaku penembakan massal di Pantai Bondi, Sydney, Australia, Minggu (14/12).
Aksi tersebut terjadi saat penyerangan menargetkan komunitas Yahudi dalam acara Hanukkah by the Sea.
Netanyahu menyebut Ahmed sebagai sosok pemberani yang menghentikan aksi penembak dan mencegah jatuhnya lebih banyak korban.
“Kita melihat tindakan seorang pria pemberani, yang ternyata seorang Muslim pemberani, dan saya menghormatinya, yang menghentikan salah satu teroris itu dari membunuh warga Yahudi yang tidak bersalah,” ujar Netanyahu dalam keterangannya, dikutip MPN Indonesia dari ABC News, Selasa (16/12).
Aksi Ahmed Al Ahmed di Lokasi Kejadian
Dalam insiden tersebut, Ahmed diketahui merebut senjata pelaku dengan tangan kosong dan terkena dua tembakan di bagian bahu kiri.
Ia kemudian menjalani operasi dan saat ini dilaporkan dalam kondisi stabil di rumah sakit.
Aksi Ahmed terekam dalam video yang viral di media sosial.
Dalam rekaman itu, Ahmed yang mengenakan pakaian putih terlihat menangkap pelaku dari belakang, merebut senjatanya, lalu mengarahkannya kembali sebelum meletakkan senapan ke tanah.
Kronologi Penembakan dan Identitas Pelaku
Penembakan massal terjadi pada Minggu (14/12) saat komunitas Yahudi tengah merayakan Hanukkah di kawasan Pantai Bondi.
Insiden tersebut menewaskan sedikitnya 15 orang dan melukai puluhan lainnya.
Kepolisian Australia menetapkan peristiwa ini sebagai tindakan terorisme.
Dua pelaku penembakan diidentifikasi sebagai Sajid Akram (50), yang tewas ditembak polisi di lokasi kejadian, serta anaknya, Naveed Akram (24), yang kini berada dalam kondisi kritis dan menjalani perawatan di rumah sakit di bawah penjagaan polisi.
Otoritas menyebut Sajid memiliki enam senjata api yang dimiliki secara legal, sementara motif penembakan masih dalam penyelidikan.
Respons Publik dan Tokoh Dunia
Tindakan Ahmed mendapat apresiasi luas dari berbagai pihak.
Perdana Menteri Australia Anthony Albanese menyebut Ahmed sebagai sosok yang “merebut senjata dari pelaku dengan mempertaruhkan nyawanya”.
Premier New South Wales, Chris Minns menyatakan Ahmed sebagai “pahlawan sejati” dan menyebut rekaman aksinya sebagai “adegan paling luar biasa yang pernah saya lihat”.
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump juga menyampaikan pujian dengan menyebut Ahmed sebagai “seseorang yang sangat berani” yang telah “menyelamatkan banyak nyawa”.
Kritik Netanyahu kepada Pemerintah Australia
Di tengah pujian terhadap Ahmed, Netanyahu juga menyampaikan kritik kepada pemerintah Australia, khususnya kepada Perdana Menteri, Anthony Albanese.
Netanyahu menilai pengakuan Australia terhadap Negara Palestina pada September lalu telah memicu peningkatan antisemitisme.
Dalam suratnya kepada PM Albanese, Netanyahu menulis, “Ini menuntut tindakan dari pemerintah Anda, yang hingga kini tidak Anda ambil… Karena penyakit ini menyebar dan pada akhirnya akan menghabisi Anda juga.”
Netanyahu menegaskan bahwa Israel akan “melawan siapa pun yang berupaya memusnahkan kami”.
(ADN/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
