Connect with us

Olahraga

Ketahuan Nge-Cheat, Atlet Esports Thailand Dikeluarkan dari SEA Games 2025

Atlet esports asal Thailand dikeluarkan dari cabang olahraga AoV dalam ajang SEA Games 2025 usai ketahuan menggunakan perangkat lunak ilegal saat bertanding pada Senin (15/12).

Logompn

Published

on

Atlet esports thailand dikeluarkan dari sea games 2025
Atlet Esports Thailand Dikeluarkan dari SEA Games 2025 | Gambar: Instagram/@vkr_news

MPN Indonesia 18 Desember 2025 - Atlet esports asal Thailand, Naphat Warasin, dikeluarkan dari cabang olahraga Arena of Valor (AoV) dalam ajang SEA Games 2025 usai ketahuan menggunakan perangkat lunak ilegal saat bertanding pada Senin (15/12).

Naphat, yang dikenal di komunitas esports dengan nama “Tokyogurl”, merupakan bagian dari tim nasional perempuan AoV Thailand.

Federasi Esports Thailand (TESF) kemudian langsung mengumumkan kecurangan tersebut lewat Facebook pada keesokan harinya, Selasa (16/12).

Menurut pernyataan TESF, Naphat dinyatakan melanggar aturan terkait penggunaan software pihak ketiga ilegal yang bertentangan dengan Panduan Teknis Esports.

“Naphat Warasin terbukti melakukan pelanggaran berdasarkan Pasal 9.4.3 dalam Buku Pedoman Teknis Esports, dengan menggunakan perangkat lunak pihak ketiga yang tidak diizinkan atau modifikasi perangkat keras selama gim pertama pertandingan tersebut,” bunyi surat tersebut, dikutip MPN Indonesia pada Kamis (18/12).

Selain pelanggaran teknis, ia juga menunjukkan perilaku tidak pantas selama siaran langsung dengan mengacungkan jari tengah ke arah kamera.

Sebagai dampak langsung, agen resmi Naphat, Talon TH, segera memutus kontrak kerja sama dengan sang atlet.

Penyelenggara turnamen, Garena Arena of Valor Thailand, juga mendukung penuh keputusan tersebut dan menyatakan akan melarang Naphat mengikuti semua kompetisi mendatang yang mereka selenggarakan.

Keputusan Diskualifikasi

TESF turut mengambil langkah tegas dengan menarik seluruh tim nasional perempuan AoV Thailand dari SEA Games 2025 sebagai bentuk pertanggungjawaban.

“Setelah dilakukan penyelidikan lebih lanjut, ditemukan bukti yang meyakinkan sehingga dijatuhkan sanksi personal berupa diskualifikasi dari seluruh kompetisi Esports pada SEA Games ke-33,” tulis pengumuman TESF.

Presiden TESF sekaligus Presiden Federasi Esports Asia, Santi Lohthong, pun menyampaikan permintaan maaf atas dan berjanji untuk mengusut kecurangan tersebut.

Baca Juga:  Klasemen Medali Emas Sea Games 2025, Target Indonesia Nyaris Tercapai!

“Kami mohon maaf dan akan menyelidiki insiden ini untuk meningkatkan standar teknis dan etika,” kata Santi.

Thailand Didiskualifikasi, Laos Melaju ke Final

Pengunduran diri Thailand dari laga semifinal AoV membuat tim Laos menang secara walkover (WO) dan otomatis melaju ke babak final.

Namun, di partai puncak, Laos harus mengakui keunggulan Vietnam dengan skor telak 0-4.

Hasil ini menempatkan Vietnam di posisi peraih medali emas dan Laos mendapatkan medali perak.

Diketahui, AoV merupakan salah satu dari lima nomor pertandingan esports yang dipertandingkan dalam SEA Games 2025.

Selain AoV, gim lain yang dipertandingkan adalah Mobile Legends, Free Fire, FC Online, serta Magic Chess Go Go sebagai laga eksibisi.

Timnas Indonesia tercatat mengirimkan dua tim untuk Free Fire dan Mobile Legends (kategori pria dan wanita), satu tim berisi tiga atlet untuk FC Online, serta satu tim beranggotakan dua atlet untuk Magic Chess Go Go.

(AKM/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending